Menu
×

Category Archives: Wisata Kuliner

22 hours ago Wisata Kuliner

Mencicipi Kenikmatan Ala House of Raminten

Sebuah rumah makan atau restoran identik dengan menu yang berbeda dengan yang dijual di warung. Seringkali, orang ingin menikmati masakan warung namun menjadi tidak berminat dengan adanya tampilan warung yang cenderung gelap, sempit, ataupun kotor. Namun, ada yang sedikit berbeda di Yogyakarta. House of Raminten hadir dengan sajian menu tradisional namun dengan rasa dan tampilan semewah restoran. Rumah makan tiga lantai ini beroperasi selama 24 jam dan mampu menampung pengunjung dalam jumlah besar sekalipun.

House of Raminten telah didirikan sejak 26 Desember 2008, oleh pendirinya yang bernama Hamzah Sulaeman. Hamzah yang merupakan penerus dari Grup Mirota (salah satu grup lawak legendaris) ini memutuskan untuk tidak menamai rumah makan ini dengan embel-embel Mirota, namun justru mengambil nama dari perannya di acara berjudul “Pengkolan” di Jogja TV dengan nama tokoh Raminten. Akhirnya, nama tersebut digunakan untuk nama rumah makan yang masih berdiri hingga sekarang dan bahkan telah membuka beberapa anak cabang di sekitar Yogyakarta.

House of Raminte

Sumber Gambar : Akun Instagram @niaa.nioo

Rumah makan ini memiliki tampilan yang elegan dengan menonjolkan sisi tradisionalnya yang mampu membuat pengunjung merasa betah, ditambah lagi dengan adanya aroma dupa yang mengisi setiap ruangan. Pada bagian teras terdapat resepsionis beserta perabotan seperti televisi, kereta kencana, dan sepeda kuno yang disediakan untuk kebutuhan berfoto bagi para pengunjung. Di tengah-tengah area rumah makan terdapat pendopo yang kini berfungsi untuk tempat makan tambahan. Pada bagian belakang, terdapat kamar mandi yang lengkap dengan bathtub serta fasilitas toilet yang dekat dengan kandang kuda pada bagian paling belakang. Dengan kapasitas ruang makan tiga lantai, rumah makan ini dapat menjamu pengunjung dalam jumlah besar sekalipun.

Menu yang disajikan dalam House of Raminten cukup unik. Yang pertama adalah “Nasi Kucing PakteDouble” yang sebenarnya merupakan nasi kucing biasa seperti yang dijual di angkringan namun dengan dengan tampilan yang lebih bersih dan rapi, di tambah seporsi nasi lagi, “pakte” (pakai telur) tentunya. Selain “pakte”, juga terdapat pilihan “tante” yang berarti tanpa telur. Menu berikutnya adalah “Nasi Liwet”, yang cukup langka untuk didapatkan karena sering diburu oleh para pengunjung. Menu lainnya yang cukup unik adalah “Ayam Koteka”, yaitu olahan ayam yang dicampur dengan telur lalu disajikan dalam sebilah bambu, mirip dengan pakaian adat Koteka. Selain makanan, rumah makan ini juga menyediakan minuman tradisional, aneka macam susu hingga jamu.

Lokasi House of Raminten Kotabaru:

Dengan seluruh daya tariknya, rumah makan ini memang menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung maupun wisatawan. House of Raminten berada di Jalan FM Notono 7, Kotabaru, Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagi para penikmat kuliner nusantara tentu tidak boleh melewatkan sajian khas dari rumah makan ini ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Wisata Kuliner di Jogja :

Gudeg Manggar yang Langka dan Legendaris Dari Yogyakarta
Nasi Belut Sederhana Sego Welut Mbak Surani

Nasi Belut Sederhana Sego Welut Mbak Surani

Apabila Anda berkunjung ke Yogyakarta dan ingin menghabiskan liburan Anda dengan wisata kuliner, Anda harus mencoba Sego Welut Mbak Surani. Seperti yang tertulis dalam namanya, rumah makan ini menyajikan makanan yang menjadi ciri khas daerah Godean, yaitu nasi dengan belut sebagai lauknya. Walaupun menu makanannya terlihat sangat sederhana, yang juga didukung oleh kecilnya bangunan dari rumah makan ini sendiri, nasi belut ini sudah dikenal oleh banyak masyarakat Yogyakarta dan wisatawan yang sering berkunjung ke Yogyakarta, bahkan nasi belut buatan Mbak Surani ini dianggap sudah menjadi bagian dari Yogyakarta sejak zaman dahulu. Jadi, Anda harus menyempatkan untuk berkunjung ke rumah makan Mbak Surani untuk mencicipi nasi belut.

Mungkin Anda sudah bisa menebak bahwa rumah makan Sego Welut Mbak Surani terletak di daerah Godean mengingat rumah makan ini menyajikan makanan khas daerah Godean, yaitu nasi belut. Benar, makanan ini terlihat sangat sederhana, bahkan mungkin Anda bertanya-tanya apa yang spesial dari menu tersebut. Walaupun makanan ini terlihat sangat sederhana, makanan ini sangat digandrungi oleh masyarakat Yogyakarta dan wisatawan yang bertandang. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa sambal yang digunakan sebagai pelengkap dalam makanan memiliki cita rasa yang sedikit pedas yang sangat cocok untuk membangkitkan selera makan. Selain itu, belut yang digunakan juga sangat renyah. Saat tulisan ini dibuat, untuk mencicipi masakan ini, Anda hanya harus membayar 6 ribu Rupiah.

Sego Welut Mbak Surani

Sumber Gambar : bp.blogspot.com

Selain menyajikan nasi belut, Sego Welut Mbak Surani juga menyediakan sejumlah menu lain, seperti mangut lele. Apabila Anda sebelumnya pernah mencicipi nasi belut Mbak Surani, sambal yang digunakan dalam makanan tersebut pada dasarnya adalah kuah mangut yang sama yang digunakan dalam makanan ini. Walaupun bukan menu utama rumah makanan ini, mangut lele ini juga merupakan makanan yang sangat digemari oleh pengunjung yang pernah bertandang ke rumah makan ini. Apabila nasi belut sudah habis dipesan, pengunjung yang datang akan memilih makanan ini sebagai hidangan utama mereka. Dengan daging lembut dan bumbu yang meresap ke dalam ikan lele, tidak heran makanan ini menjadi unggulan dari rumah makan ini.

Terletak di seberang Pasar Godean yang terletak di Jalan Raya Godean, Anda akan heran melihat bahwa rumah makan ini sebenarnya sangat kecil apabila dibandingkan dengan rumah makan lainnya. Sego Welut Mbak Surani menempati bangunan di sebelah lapangan parkir motor Pasar Godean. Ketika Anda memasuki rumah makan ini, Anda akan langsung memasuki ruangan berlapis tikar yang menjadi tempat duduk pengunjung yang datang di mana Anda langsung bisa melihat Mbak Surani memasak makanan. Jangan kecewa dulu, karena makanan yang tersedia akan memanjakan lidah Anda.

Kuliner Lainnya:

Entog Slenget Turi, Kuliner Pas Bagi Pecinta Pedas
Gudeg Manggar yang Langka dan Legendaris Dari Yogyakarta

Gudeg Manggar yang Langka dan Legendaris Dari Yogyakarta

Setiap orang yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta tentu akan mencoba untuk menikmati kulinernya. Bagi sebagian besar wisatawan, gudeg merupakan salah satu kuliner yang paling dicari. Umumnya, ketika berkunjung ke Yogyakarta mereka tidak akan melewati kesempatan untuk mencicipi gudeg.  Salah satu varian gudeg yang terdapat di Yogyakarta adalah Gudeg Manggar. Gudeg ini tidak seperti gudeg pada umumnya yang menggunakan olahan nangka sebagai bahan dasar. Gudeg ini menggunakan bunga kelapa untuk digunakan sebagai bahan utamanya.

Sejarah dari Gudeg Manggar ini ternyata telah tercipta sejak 500 tahun lalu dan awalnya diracik oleh Puteri Pembayun yang merupakan istri dari Ki Ageng Mangir, seorang pemimpin Perdikan Mangir. Puteri Pembayun sendiri merupakan putri Panembahan Senopati, pendiri sekaligus sultan Mataram Islam pertama. Puteri Pembayun dinikahkan ayahnya sebagai strategi untuk menaklukkan Perdikan Mangir yang saat itu selalu berseberangan dengan Kesultanan Mataram Islam yang baru berdiri. Karena menyaksikan di daerah Mangir terdapat banyak pohon kelapa yang tumbuh dan sebagai lahan penghidupan utama dari penduduk, Puteri Pembayun akhirnya berinisiatif untuk membuat varian gudeg jenis baru dari bahan dasar bunga kelapa. Kini, gudeg ini tidak hanya terdapat di daerah Mangir saja, melainkan sudah menyebar hingga daerah Srandakan yang masih merupakan wilayah Bantul.

Gudeg Manggar

Sumber Gambar : Akun Instagram @gudegmanggar_bu_tjondro

Meski tidak sepopuler gudeg berbahan dasar nangka, penjual gudeg jenis ini tidak hanya seorang. Penjual gudeg jenis ini dapat kita temukan di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa memilih untuk berjualan di rumahnya sendiri karena umumnya mereka lebih melayani pesanan dalam jumlah besar untuk acara maupun pesta daripada melayani tamu perseorangan yang datang. Bagi sebagian penjual, berjualan gudeg dari bunga kelapa ini adalah sebagai bentuk usaha mereka dalam mempertahankan eksistensi dan sejarah dari Gudeg Manggar.

Dalam sehari, warung gudeg bisa menghabiskan hingga 20 kg manggar atau bunga kelapa pilihan. Pada masa lebaran, persediaannya bisa mencapai dua kali lipatnya. Untuk memilih bunga kelapanya pun diperlukan pengetahuan khusus. Kelangkaan dari bunga kelapa itu sendiri juga menjadi tantangan para penjual gudeg jenis ini. Di warung-warung, gudeg ini disajikan dengan nasi putih hangat dilengkapi dengan manggar dan krecek untuk yang standar. Bagi yang ingin tambahan lauk, dapat mencoba ayam kampung dan telur yang telah dibumbui sedemikian rupa untuk menambah cita rasanya.

Gudeg Manggar

Sumber Gambar : Akun Instagram @gudegmanggar_bu_tjondro

Meski jumlahnya tidak sebanyak warung gudeg yang berbahan dasar nangka, warung gudeg yang menjual gudeg berbahan bunga kelapa ini kerap melayani tamu dari keraton Yogyakarta yang memang menyukai gudeg jenis ini. Gudeg yang sudah diakui kenikmatannya oleh pakar kuliner Bondan Winarno dan pakar kecantikan Mooryati Soedibyo ini telah mampu membuktikan eksistensinya di jaman modern. Bagi para wisatawan yang ingin menikmati Gudeg Manggar dapat mengunjungi daerah Bantul sambil menikmati liburan di kota Yogyakarta.

Baca Juga Kuliner Jogja Lainnya:

Menikmati Kuliner Legendaris Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo di Yogyakarta
Entog Slenget Turi, Kuliner Pas Bagi Pecinta Pedas

Entog Slenget Turi, Kuliner Pas Bagi Pecinta Pedas

Sebagian besar orang Indonesia merupakan pecintakuliner pedas. Beberapa diantaranya bahkan fanatik dengan masakan pedas. Daerah Istimewa Yogyakarta yang populer dengan gudegnya yang cenderung tidak pedas, rupanya memiliki sajian lokal bernama Entog Slenget Turi. Penamaan masakan dengan imbuhan kata “turi” sebenarnya bukan merujuk pada kembang turi (pelengkap pada hidangan nasi pecel), namun merupakan nama lokasi tempat kuliner tersebut berada. Dengan adanya kuliner ini, wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta yang ingin mendapatkan masakan dengan cita rasa pedas dapat mencobanya.

Dilihat dari asal katanya, “entog” merupakan sejenis unggas yang mirip itik yang berasal dari daratan Amerika. Jenis unggas ini memiliki nama latin Cairinamoschata. Sedangkan “slenget” merujuk pada jenis masakan yang mirip dengan semur. Penyajiannya juga cukup sederhana, yaitu berupa potongan-potongan kecil daging ayam di dalam kuah berwarna kecoklatan, dan tentunya bercitarasa pedas. Perlu diketahui, jenis unggas entog ini memiliki tekstur yang kenyal sehingga untuk mengolahnya pun harus dengan perlakuan khusus.

Seperti pada salah satu warung makan di Yogyakarta yang menyajikan hidangan Entog Slenget Turi, dengan keahlian penjualnya tekstur kenyal dari daging entog disulap menjadi hidangan yang terbukti disukai oleh banyak orang. Warung makan yang menjual hidangan berbahan dasar daging entog ini umumnya juga menjual balungan (tulang yang masih ada dagingnya yang menempel) dan ati ampela, tentunya dengan cita rasa pedas, asin dan manis.

Entog Slenget Turi

Sumber Gambar: Akun Instagram @jogjafoodhunter

Untuk dapat menikmati hidangan Entog Slenget Turi di warung makan pada umumnya, pengunjung diharapkan bersabar karena proses memasaknya yang masih tradisional sehingga membuat penyajiannya menjadi sedikit lebih lama. Namun jangan khawatir, setelah disajikan aroma dari rasa pedas dan rempahnya yang menggoda akan membuat kita lupa seberapa lama pun kita menunggu. Jangan kaget, lewat suapan pertama saja pengunjung sudah dapat merasakan pedasnya hidangan ini. Untuk yang kurang tahan dengan rasa pedas, bisa menikmatinya dengan nasi putih hangat untuk mengurangi rasa pedasnya.

Bagi pecinta kuliner pedas, masakan entog ini bisa menjadi salah satu tantangan. Hidangan entog ini tersedia dalam beberapa level pedas. Level super pedas merupakan yang terfavorit dari para pecintakuliner pada umumnya. Bagi yang ingin mencari, hidangan entog ini dapat ditemukan di sekitar Pasar AgropolitanPules Turi, yang buka biasanya pada sore hari. Sebaiknya bagi para pemburu kuliner yang ingin mencicipi Entog Slenget Turi ini segera bergegas sebelum tulisan tanda habis terpasang. Karena dalam sehari warung makan yang menjual masakan entog ini dapat menghabiskan 12 hingga 15 ekor entog. Jangan salah, entog sebanyak itu tidak akan habis dalam waktu seharian melainkan cukup beberapa jam saja sejak warung buka.

Baca juga Kuliner Lainnya:

Sate Klatak Pak Pong yang Unik dan Menarik
Menikmati Kuliner Legendaris Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo di Yogyakarta

Menikmati Kuliner Legendaris Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo di Yogyakarta

Penggemar bakmi harus mencoba Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo jika sedang berada di kota Yogyakarta. Rasa kuahnya yang segar membuat bakmi ini selalu ramai pengunjung. Sebenarnya, Bakmi Dua Djaman dan Bakmi Mbah Mo adalah dua outlet bakmi yang berbeda. Namun, mereka berasal dari satu induk yang sama. Adalah Atmo Wiyono, atau yang dikenal dengan Mbah Mo pertama kali merintis usaha ini di Bantul, Yogyakarta. Beberapa tahun kemudian, menantunya, Murlidi, memutuskan untuk membuka usaha yang sama setelah pensiun dari pekerjaan lamanya sebagai seorang supir di BKKBN. Dari sinilah nama “Dua Djaman” berasal, yang berarti bisnis dari generasi ke dua, meskipun tidak langsung. Setelah Mbah Mo meninggal dunia, sang menantu, Murlidi dikenal luas sebagai “Mbah Mo”.

Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo terletak di dua lokasi yang berbeda. Bakmi Dua Djaman memiliki lokasi yang lebih strategis dan mudah ditemukan, yaitu di Jalan Parangtritis, Mergangsan yang dekat dengan keramaian. Sedangkan Bakmi Mbah Mo terletak di desa Code, Bantul. Jika ingin menikmati Bakmi Mbah Mo untuk pertama kali, tanyalah kepada penduduk di sekitar Bantul. Karena rasanya yang telah melegenda, hampir semua orang di Yogyakarta mengetahui lokasi bakmi ini. Penikmat kedua bakmi ini beragam, mulai dari pakar kuliner seperti Bondan Winarno, pejabat negara seperti Gus Dur, hingga orang biasa dari penjuru nusantara.

Bakmi Mbah Mo

Sumber Gambar: Akun Instagram @vivirahayu

Keistimewaan kedua bakmi ini terletak pada kuahnya yang segar dan khas. Kuah untuk bakmi ini dibuat dari campuran telur ayam dan telur bebek. Dalam sehari, Mbah Mo menghabiskan setidaknya 200-250 butir telur dan 20 kg mie telur. Untuk menjaga kualitas rasa, bumbu bakmi baru diracik ketika dipesan. Tidak heran jika pengunjung harus rela menunggu lama demi satu porsi Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo. Maka dari itu, muncul ungkapan bahwa Bakmi Dua Djaman memiliki arti bakmi yang membutuhkan waktu 2 jam-an untuk disajikan. Meskipun demikian, pengunjung tetap rela untuk antri di kedua lokasi bakmi ini lantaran rasanya yang tidak ada duanya.

Umumnya, pengunjung yang datang ke lokasi Bakmi Dua Djaman adalah pengunjung yang kehabisan bakmi di Bakmi Mbah Mo. Meskipun banyak juga yang memang sengaja untuk memilih makan bakmi di tempat ini. Salah satu yang membedakan kedua bakmi ini adalah suasananya. Pengunjung yang menyukai suasana pedesaan akan memilih Bakmi Mbah Mo. Sedangkan yang menyukai suasana kota akan memilih Bakmi Dua Djaman.

TKP Bakmi Mbah Mo di Google

Di manapun tempatnya, baik Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo sama-sama telah menjadi ikon kuliner yang legendaris di Yogyakarta. Banyak orang yang sengaja singgah ke kota Yogyakarta hanya sekedar untuk menikmati bakmi di kedua tempat ini.

Tempat Kuliner Menarik Lainnya:

Sop Kaki Kambing Bang Udin untuk Makan Malam Lebih Spesial
Sate Klatak Pak Pong yang Unik dan Menarik

Sate Klatak Pak Pong yang Unik dan Menarik

Satu lagi tempat makan di Yogyakarta yang perlu Anda coba Sate Klatak Pak Pong. Bagi Anda para pecinta kuliner sate klatak ini dapat Anda jadikan pilihan yang tepat. Anda dapat menikmati olahan kambing yang disate namun berbeda dengan sate kambing pada umumnya. Keunikannya inilah yang membuat para pengunjung yang awalnya penasaran menjadi ketagihan. Jika Anda adalah salah satunya maka Anda dapat mengunjungi warung sate ini langsung yang berlokasi di jalan Imogiri Timur km 7, Wonokromo, Bantul, Yogyakarta.

Sate Klatak Pak Pong terkenal unik karena tampilannya yang berbeda. Sate klatak adalah sate yang terbuat dari daging kambing muda yang dibakar dengan tusukan kambing yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya sate kambing memakai tusukan bambu sedangkan sate klatak di sini menggunakan jeruji sepeda. Tusukan ini memiliki maksud dan tujuan tersendiri, karena sate klatak memiliki ukuran daging yang lebih besar dari biasanya maka tusukan ini bertujuan untuk membuat sate matang hingga ke dalam. Jadi Anda tidak perlu khawatir jika dagingnya tidak matang.

Sate Klathak Pak Pong

Sumber Gambar : Akun Instagram @estideje

Selain itu untuk bumbu, Sate Klatak Pak Pong ini dibakar hanya dengan menggunakan garam dan merica saja. Lalu selanjutnya akan disajikan dengan kuah gulai bukan bumbu kacang dan kecap seperti sate kambing biasa. Dengan begitu daging kambing terasa lebih gurih hingga bagian dalam. Pada warung makan ini kuah gulainya yang dapat meningkatkan cita rasa menjadi lebih nikmat. Kuahnya yang nikmat membuat bumbu sate klatak yang sederhana memiliki rasa yang menarik hati pelanggan untuk makan sate klatak ini.

Untuk satu porsi sate klatak ini Anda akan mendapatkan dua tusuk sate klatak di atas piring dengan kuah gulai sebagai bumbunya. Jangan bayangkan bahwa porsi ini kurang untuk satu porsi nasi putih. Seperti yang disebutkan diatas bahwa sate klatak memiliki ukuran daging yang lebih besar dari sate pada umumnya sehingga porsi ini dapat dikatakan sangat cukup untuk menghabiskan satu piring nasi. Kuah gulai yang kaya rempah-rempah dengan rasa sedikit pedas menambah cita rasa. Jika dirasa kurang pedas Anda dapat menambahkan cabe rawit segar yang tersedia diatas meja.

Lokasi Google Map Sate Klathak Pak Pong

Jumlah pengunjung yang begitu ramai membuat Anda akan merasakan antrian yang cukup lama. Hal ini akan terbayar dengan sate klatak yang baru dibakar dengan tampilan yang unik dan menarik dengan rasa yang istimewa ini. Soal harga yang ditawarkan juga sangat sesuai. Warung Sate Klatak Pak Pong ini buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB sampai 24.00 WIB. Selain dari menyediakan sate klatak Anda juga dapat menikmati menu olahan kambing lainnya seperti sate kambing biasa, gulai, tongseng dan sebagainya.

Artikel Menarik Lainnya:

Wisata Unik Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta
Sop Kaki Kambing Bang Udin untuk Makan Malam Lebih Spesial

Sop Kaki Kambing Bang Udin untuk Makan Malam Lebih Spesial

Sop Kaki Kambing Bang Udin adalah salah satu wisata kuliner Yogyakarta yang perlu Anda coba. Lokasinya berada di jalan Cik Di Tiro dengan dua warung yang berdekatan atau lebih mudahnya lokasinya berada dekat dengan rumah sakit Panti Rapih. Dari lokasinya saja dapat diambil kesimpulan bahwa pengunjung yang sangat ramai membuat rumah makan ini memiliki dua tempat sekaligus. Bagi Anda para pecinta sop segera datang dan coba sendiri sop kambing yang lezat ini.

Anda dapat menikmati sop kambing ini hanya pada malam hari, yaitu pukul 18.00 sampai 22.00 WIB. Suasana yang malam hari yang sejuk menjadi waktu yang sangat tepat untuk menikmati hangatnya sop kambing ini. Sop Kaki Kambing Bang Udin ini tidak hanya menyediakan kaki atau kikil saja tapi Anda juga dapat memesan lidah, hati, jantung, jeroan, daging dan bagian kambing lainnya. Menu makanan sop kambing akan membuat makan malam Anda semakin spesial dengan pemandangan indah dari kota Yogyakarta pada malam hari.

Sop Kaki Kambing Bang Udin

Sumber Foto: Akun Instagram @ivayuliani

Soal rasa, Sop Kaki Kambing Bang Udin ini terletak pada kuah sopnya yang sangat nikmat. Anda tidak akan mencium bau khas kambing yang dapat mengganggu selera makan Anda justru aroma sop yang kental yang akan menyambut Anda. Untuk Anda yang takut memakan daging kambing karena masalah kesehatan, kuah sop yang nikmat dengan kaldu kambing asli ini saja sudah cukup memanjakan lidah. Terlebih lagi pada penyajiannya Anda diberikan emping di atasnya yang dapat membuat gurih rasa kuah sop tersebut. Rasa dari kuah sop kambing ini terasa sekali rempah-rempahnya yang dipadukan dengan rasa yang sedikit pedas membuat kenikmatan sop ini menjadi berkali lipat. Jika kurang pedas Anda dapat menambahkan sambal yang telah disediakan. Anda juga dapat menambahkan perasan jeruk secukupnya untuk membuat aroma dan cita rasa sop kambing semakin nikmat.

Untuk pemesanan pada rumah makan ini cukup unik. Anda diberikan kesempatan untuk memilih sendiri bagian kambing yang Anda inginkan. Setelah memilih isi sop kambing yang Anda inginkan maka pesanan Anda akan segera datang pada meja yang Anda tempati. Pengunjung untuk warung makan sop kambing ini sangat ramai sehingga Anda harus datang tepat waktu untuk mendapatkan jenis sop kambing yang Anda inginkan sebelum kehabisan. Jadi sangat disarankan sebelum memilih tempat duduk sebaiknya Anda memilih isi sop kambing Anda terlebih dahulu sebelum kehabisan.

Sop Kaki Kambing Bang Udin

Sumber Foto: Akun Instagram @dianekhawati

Cara memesan tersebut sangat efektif sehingga Anda akan mendapatkan isi sop yang sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Selain cita rasa cara memesan ini yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang setia menunggu untuk mendapatkan satu mangkuk sop kambing ini. Jadi tunggu apalagi segera datang dan pesan makan malam spesial Anda di rumah makan Sop Kaki Kambing Bang Udin. Selamat mencoba!

Lokasi Google Map Sop Kaki Kambing Bang Udin

Baca Juga:

Keanekaragaman Laut dengan Terumbu Karang di Pantai Sepanjang
Wisata Unik Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta

6 months ago Wisata Kuliner

Galabo Solo, Tempat Kuliner All-In-One dengan Hiburan Maksimal dan Biaya Terjangkau

Gladag Langen Bogan Solo, atau yang sering disebut dengan Galabo Solo merupakan tempat yang wajib Anda kunjungi apabila Anda berwisata ke Kota Solo. Tempat ini menyajikan banyak sekali kuliner khas Solo yang enak-enak, cocok dikunjungi bersama rombongan teman-teman ataupun keluarga. Terletak di daerah bernama Gladak di Solo, Galabo terletak di tepatnya Jalan Mayor Sunaryo. Pada pagi hingga sore hari tempat ini merupakan pusat perdagangan, yang berpusat pada Pusat Grosir Solo dan Beteng Trade Center Solo. Mulai pukul 5 sore, akses kendaraan bermotor pada jalan ini ditutup, agar warung-warung kuliner dapat beroperasi. Tempat ini selalu ramai pada malam hari dan terdapat banyak acara-acara pendukung yang ikut meramaikan suasana, seperti acara live music, yang tentu akan membuat waktu kebersamaan Anda makin seru dan berkesan.

Setelah jam 5 sore, sepanjang jalan tempat Galabo Solo, di kanan-kiri jalan mulai buka warung-warung yang menyajikan makanan-makanan khas Solo. Suasananya berbeda 180 derajat dengan siang hari yang akan membuat Anda pangling. Warung-warung yang buka di sini kebanyakan merupakan perwakilan dari rumah-rumah makan yang sudah terkenal di Kota Solo, namun ada juga yang buka sendiri. Total berjumlah kurang lebih 75 hingga 100 warung. Hidangan-hidangan terkenal seperti Bakso Alex, Sate Kere Yu Rebi, Nasi Liwet Keprabon, dan terutama Bebek Pak Slamet yang terkenal enak itu, dapat Anda jumpai di sini. Apabila tujuan Anda datang ke Solo mencari pengalaman kuliner yang tak terlupakan, tempat ini merupakan solusi all-in-one untuk Anda. Datang ke sini, dijamin besok-besok akan datang kembali hingga tiba waktunya Anda pulang ke kota asal Anda!

Galabo Solo

Sumber foto: akun instagram @jelajahsolo

Datang ke Galabo Solo cukup mudah, karena letaknya sendiri terletak di tengah kota. Dengan ukuran Kota Solo sendiri yang cukup kecil, perjalanan Anda dari sudut-sudut kota menuju ke tempat kuliner ini maksimal hanya memakan waktu 30 menit. Apalagi di dekat Galabo terdapat banyak sekali hotel-hotel dengan harga terjangkau. Dari hotel-hotel sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Anda cukup naik becak dan dapat sampai di sana dengan cukup cepat. Mencari makanan pun jadi sangat mudah, apalagi harga makanan-makanan di Galabo sangat terjangkau, mulai dari 8 ribu Rupiah Anda sudah bisa menikmati sego liwet atau Sop Matahari yang lezat itu.

Selain harga terjangkau murah maksimal dengan hiburan yang juga maksimal, area kuliner ini menunjukkan wajah sesungguhnya kehidupan di Solo yang tenang namun sekaligus tidak melupakan semaraknya. Diresmikan pada tahun 2008 oleh Presiden Joko Widodo semasa masih menjabat sebagai walikota Solo, tempat ini merupakan bagian dari rancangan peningkatan jumlah wisatawan untuk mendongkrak pendapatan warga Solo. Lihat saja suasananya yang tak pernah mati, bahkan kadang hingga pukul 5 pagi.

Apabila Anda berencana datang ke Solo, jangan lupa datang juga ke Galabo Solo! Dijamin puas dan pulang dengan perut kenyang, dan ketagihan makanan-makanan Solo.

Baca juga : Wisata Kuliner Lainnya

Tempat Makan Sekaligus Pemancingan Janti, Cocok untuk Wisata Keluarga

Pemancingan Janti merupakan wisata pancing yang ada di Dusun Ngendo, Janti, Polanharjo, Klaten Utara. Sejak dahulu, desa Janti memang dikenal dengan wisata pemancingannya. Hal tersebut tak lain dan tak bukan karena fakta bahwa hampir tiap rumah di desa ini memiliki kolam pancing, karena memang Klaten merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat peternakan ikan di Jawa Tengah.  Selain itu, nuansa desa yang masih sangat alami juga ikut menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Anda yang berkunjung ke tempat wisata pancing ini bisa menikmati udara sejuk khas pedesaan serta pemandangan hijau yang berasal dari persawahan di sekeliling kolam pemancingan tersebut.

Pemancingan Janti nyatanya juga tak hanya akan memuaskan hasrat memancing Anda. Tetapi juga akan menyajikan banyak masakan berbahan dasar ikan tawar, misalnya ikan lele, ikan bawal hingga ikan kakap. Anda bisa memilih  cara penyajian, baik itu akan dibakar atau digoreng. Anda yang ingin menyantap ikan-ikan tersebut tak perlu merasa khawatir perihal harga, sebab harga yang dipatok di rumah makan ini cukup bersahabat dan tak akan menguras kantong Anda. Ditambah,karena langsung berasal dari kolam pemancingan, maka ikan yang Anda santap tersebut merupakan ikan segar.

Pemancingan Janti Klaten

Sumber foto: akun instagram @fikriipik_

Di Pemancingan Janti, banyak terdapat tempat yang bisa Anda manfaatkan untuk makan hasil pancingan tadi. Sebut saja, tempat makan nomor 10, tempat makan nomor 1000 atau tempat makan nomor 1001 (lumintu). Tak sedikit dari pengunjung yang mem-favoritkan nomor 10, sebab di tempat ini, begitu terkenal dengan masakannya yang sangat menggugah selera serta dipercaya memiliki rasa masakan yang khas. Namun jika Anda menginginkan tempat yang lebih luas, maka Anda bisa mencoba nomor 1000. Disini, selain bisa memancing dan makan hasil pancingan yang Anda peroleh, Anda juga bisa menikmati kolam pemandian, baik untuk dewasa ataupun untuk anak-anak. Selain itu juga ada arena hiburan untuk anak. Sangat cocok bila dikunjungi bersama keluarga saat akhir pekan atau hari libur. Selain dapat melepas penat, Anda juga bisa meluangkan waktu lebih bersama dengan keluarga atau mungkin teman Anda.

Anda yang ingin berkunjung ke pemancingandi Klaten ini bisa melalui beberapa jalur. Dari Jogjakarta, Anda bisa masuk ke jalur kota. Setelah menemukan Gedung Olah Raga (GOR) Klaten, perjalanan dilanjutkan dengan belok ke arah kanan hingga sampai di Polanharjo. Anda tak perlu merasa khawatir perihal akses jalan, sebab jalan untuk sampai disana sudah sangat bagus. Sehingga Anda tak akan kesusahan saat melewatinya.

Setibanya disana, Anda tinggal memilih, kolam pemancingan mana yang akan Anda datangi. Jadi sudahkan Anda tertarik untuk mengunjungi Pemancingan Janti ini? Jika sudah, segera luangkan waktu Anda untuk bisa sampai ke tempat wisata ini.

Agrowisata Gondang Winangoen, Tempat untuk Bermain Sekaligus Belajar

Agrowisata Gondang Winangoen ada di 4,5 km sebelah barat kota Klaten, tepatnya di pinggir jalan utama Solo Jogja, yaitu di Pabrik Gula Gondang Baru. Letak pastinya ada di Desa Plawikan, Jogonalan, Klaten. Pabrik gula yang dibangun oleh N. V Klatensche Cultur Maatschappij yang berkedudukan di Amsterdam ini, berdiri semenjak tahun 1860. Awalnya, pabrik ini bernama Pabrik Gula Winangoen, sama dengan nama kawedanan pabrik tersebut berdiri. Saat masih dikelola oleh orang Belanda, pabrik ini sempat dua kali berpindah kepengelolaan. Pertama pernah ditangani oleh Jongkhervander Wijk, kemudian diambil alih oleh N.V Mirrandolle Voute& Co yang ada di Semarang.

Dulunya, daerah operasional dari Pabrik Gula Winangoen ini terdiri dari beberapa afdeling, seperti Cepeer, Jiwo, Gempol, Ketandang, Demangan, Krapyak, Padapa, Besaran dan juga Joton. Namun seiring berjalannya waktu dan permintaan akan pasokan gula, maka luas perkebunan mulai diperluas, yang awalnya sekitar 207,2 Ha menjadi 852,2 Ha. Masa keemasan dari pabrik gula ini terjadi sekitar tahun 1889-1925. Hingga pada tahun 1930, pabrik ini harus berhenti beroperasi akibat terjadinya depresi ekonomi. Setelah lima tahun berselang, barulah pabrik gula ini kembali beroperasi.

Gondang Winangoen

Sumber foto: akun instagram @phipit8607

Agrowisata Gondang Winangoen sendiri memang dibangun di area Pabrik Gula Gondang Baru tersebut. Tempat wisata ini resmi didirikan pada tahun 2009, tepatnya tanggal 15 September. Beberapa wahana menarik dihadirkan oleh agrowisata ini. Wahana-wahana tersebut mengandung unsur edukasi, histori dan juga rekreasi. Saat berada disini, Anda bisa berkeliling Pabrik Gula. Selain itu, Anda juga bisa melihat dan belajar di Museum Gula yang didirikan atas prakarsa dari Gubernur Jawa pada saat itu, Bapak Soepardjo Roestam. Sedangkan unsur rekreasi bisa Anda peroleh saat berwisata kereta lokomotif uap dan juga kereta lokomotif diesel untuk mengelilingi pabrik gula tersebut.

Tempat wisata ini  juga menyediakan homestay yang cukup besar. Homestay ini mengusung interior dan juga eksterior abad 19 yang terkesan begitu megah. Selain itu, ada pula D’gondba Resto yang akan menyediakan berbagai macam masakan serta minuman. Bukan makanan serta minuman biasa, namun yang akan disajikan yaitu produk hilir dari PTP Nusantara IX.

Selain itu, berbagai fasilitas juga bisa Anda dapatkan di Agrowisata Gondang Winangoen tersebut, misalnya Audiotorium atau gedung pertemuan yang bisa menampung hingga 1000 peserta. Ada pula area outbond yang bernama Green Park. Di area outbond ini, berbagai wahana dapat Anda mainkan, seperti Water Boom, FlyingFox, Water Park, SpiderWeb, Water Slidding, taman lalu lintas dan masih banyak lagi.

Anda yang ingin berkunjung ke Agrowisata Gondang Winangoen ini bisa naik kendaraan umum dari Jogja, yaitu bus jurusan Jogja-Solo dan bisa langsung turun tepat di depan lokasi. Atau akan lebih nyaman jika Anda menggunakan kendaraan pribadi.

Lokasi Google Map Gondang Winangoen

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^