Menu
×

Category Archives: Wisata Alam

Wisata Unik Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta

Wisata yang unik merupakan destinasi wisata yang selalu menarik perhatian banyak orang. Apalagi jika disuguhi dengan pemandangan pantai yang indah. Perpaduan antara pasir yang lembut, langit biru cerah laut yang luas menjadi pemandangan yang sempurna. Jika berbicara soal pantai, tentunya Anda akan langsung merekomendasikan kabupaten Gunung Kidul sebagai tempat wisata pantai terbaik dengan keelokan dan keunikan yang dimiliki setiap pantai yang ada. Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta merupakan salah satu wisata pantai yang unik dan juga cantik. Berikut akan dipaparkan tentang keunikan yang dimiliki pantai ini.

 

 3 Keunikan dari Pantai Sadeng

  1. Memiliki Sejarah yang Unik

Pantai yang berada di desa Songbanyu ini terkenal dengan sejarah unik yang dimilikinya. Konon, Sungai Bengawan Solo selalu dikaitkan dengan pantai ini karena pada jaman dahulu sungai yang sangat melegenda tersebut bermuara ke Pantai Selatan. Namun, karena adanya lempengan Australia yang menghujam pada laut bawah Pulau Jawa membuat aliran tersebut berbalik arah menuju Utara dan aliran sungai tersebut menjadi terhenti. Terjadinya proses geologi tersebut meninggalkan jejak yang sampai saat ini dapat Anda temui jika berkunjung ke Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta ini. Pinggiran bekas lekukan aliran sungai itu pada saat ini dimanfaatkan untuk lahan pertanian sehingga banyak tumbuhan hijau yang dapat terlihat.

  1. Sebagai Tempat Pelabuhan Perikanan

Jika Anda berkunjung ke pantai ini, pemandangan pertama yang akan dilihat adalah jejeran perahu nelayan yang berlabuh pada pinggir laut. Pantai ini memang menjadi tempat pelabuhan oleh para nelayan yang habis mencari ikan di laut. Anda akan melihat kegiatan yang dilakukan oleh para nelayan di pelabuhan ini sehingga membuat pelabuhan ini sangat hidup. Disini Anda juga dapat melihat bermacam-macam perahu motor dengan berbagai ukuran, rumah pondok, serta terminal tempat pengisian bahan bakar perahu nelayan yang ada.

  1. Memiliki Pesona Pantai yang Indah

Dengan mengeluarkan uang sebesar 5 ribu rupiah per orang saja, Anda bisa menikmati pesona pantai indah yang dimiliki Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pasir putih dan air laut yang bersih menjadi daya tarik para wisatawan untuk mengunjungi pantai ini. Banyak kegiatan yang bisa Anda lakukan di pantai ini seperti memancing, berenang di tepi laut, menikmati pemandangan laut yang indah, menyicipi masakan seafood, serta menaiki kapal hingga ke tengah laut.

Pantai Sadeng

sumber foto: IG @pantaisadeng

Itulah tiga keunikan dari Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta yang menjadi daya tarik para pengunjung. Berkunjung ke pantai ini merupakan hal yang wajib Anda lakukan. Karena selain menikmati pemandangan pantai, Anda bisa menyaksikan jejak sejarah unik dari pantai ini. Aktivitas yang bisa Anda lakukan disini pun sangat beragam. Pantai ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai macam fasilitas seperti toilet, warung makan, serta tempat parkir yang luas.

Baca Juga: 

http://rentalmobiljogja.id/pantai-pok-tunggal/
Keanekaragaman Laut dengan Terumbu Karang di Pantai Sepanjang

Inilah yang Harus Dilakukan Ketika Berlibur ke Pantai Parangtritis

Salah satu pantai terkenal yang ada di Jogjakarta adalah Pantai Parangtritis. Lokasinya yang berjarak hanya 25 km dari pusat kota membuat Parangtritis mudah diakses oleh wisatawan. Pantai ini menjadi terkenal karena beberapa alasan. Alasan yang paling utama adalah karena garis pantainya landai. Tidak banyak pantai di Jogja yang memiliki keistimewaan ini. Pantai yang menghadap ke Laut Selatan ini juga terkenal karena kekayaan budaya dan legenda masyarakat sekitar. Hubungan garis linear antara pantai, Kraton Jogja, dan Gunung Merapi semakin menambah daya tarik dari pantai ini. Apa sajakah yang dapat kita lakukan ketika berkunjung ke Parangtritis?

  1. Menikmati Matahari Terbenam

Pantai Parangtritis merupakan tujuan utama wisata pantai di Jogjakarta untuk menikmati matahari terbenam. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pantai ini menghadap ke Selatan. Oleh karena itu, ketika sore tiba, matahari berada di sisi kanan kita. Menikmati keindahan matahari terbenam di pantai ini dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain mengabadikan momen tersebut, pengunjung juga dapat menikmatinya sambil menyantap hidangan laut yang ditawarkan. Di dekat kawasan pantai memang terdapat banyak rumah makan yang menyajikan masakan dari ikan segar.

Pantai Parangtritis

Sumber foto: Akun IG @m.ramadhani

  1. Berseluncur di Gumuk Pasir

Berseluncur pada umumnya dilakukan di atas permukaan hamparan salju. Akan tetapi, pengunjung juga dapat melakukannya di hamparan gumuk pasir. Gumuk pasir merupakan fenomena menarik yang terjadi di pesisir pantai ini. Pasir yang terdapat di garis pantai dan pasir yang berada di gumuk tersebut tidaklah sama. Menurut ahli geologis, pasir yang ada pada gumuk pasir merupakan material vulkanis. Hal ini berarti letusan dari Gunung Merapi yang berada di ujung Utara Jogjakarta sampai ke tempat tersebut. Untuk dapat berseluncur di gumuk pasir, pengunjung dapat menyewa papan seluncur yang disediakan di sekitar lokasi.

  1. Berendam di Pemandian Air Panas

Setelah melewati gerbang utama menuju Pantai Parangtritis, pengunjung masih harus berkendara beberapa saat sebelum sampai di pantai. Di tengah perjalanan tersebut, pengunjung akan melewati situs wisata Pemandian Air Panas Parangwedang. Pemandian air panas ini menawarkan air hangat. Kandungan sulfur yang ada pada air tersebut dipercaya bukan berasal dari laut, melainkan dari Gunung Merapi. Selain itu, sumber air panas ini juga berkhasiat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Karena jalan dari dan menuju pantai melewati pemandian ini, pengunjung dapat berkunjung mampir sebelum atau sesudah dari pantai.

Pantai Parangtritis

Sumber foto: Akun IG @jogjamylove

Satu hari berkunjung saja rasanya tidak cukup untuk menikmati pesona pantai yang luas ini. Untuk menikmatinya dengan lebih puas, pengunjung dapat menginap di losmen yang ada di sekitar Pantai Parangtritis. Meskipun berupa losmen, akan tetapi fasilitas yang disediakan cukup lengap. Selain televisi, beberapa kamar juga dilengkapi dengan penyejuk udara. Keberadaan losmen tersebut memang sengaja disediakan untuk memfasilitasi pengunjung yang ingin beristirahat.

Baca Juga:

Pantai Slili, Satu dari Pantai Kecil yang Mempesona
Gumuk Pasir Parangtritis: Indonesia Rasa Timur Tengah

Gumuk Pasir Parangtritis: Indonesia Rasa Timur Tengah

Bingung mau berlibur kemana? ke Jogja mungkin akan jadi destinasi wisata pilihan bagi Anda. Banyak objek wisata yang  indah, seru, ataupun memiliki pemandangan menakjubkan. Mulai dari puluhan pantai indah, cagar budaya, aneka wahana bermain, air terjun, goa, dan juga gurun pasir. Gurun pasir Jogja ini terkenal dengan nama Gumuk Pasir Parangtritis. Kawasan ini berada di antara Pantai Depok dan Pantai Parangtritis. Pemandangan disini sungguh unik dan mengesankan.

Anda biasanya melihat gurun pasir di negara-negara Afrika dan Timur Tengah, tapi Anda juga dapat melihatnya secara langsung di kawasan Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Gurun pasir ini menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Anda tidak perlu mengeluarkan banyak uang ke luar negeri untuk melihat gurun pasir, Anda hanya perlu datang ke daerah pantai selatan, tepatnya di kawasan tempat wisata Parang Tritis.

Gumuk Pasir Parangtritis

Sumber gambar: Instagram @avefauzisar

Gumuk Pasir Parangtritis ini terbentuk karena adanya fenomena alam yang terjadi yang diperkirakan sudah ribuan tahun. Menurut ahli Geologi, gumuk pasir ini berasal dari aktivitas Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Hal tersebut dikarenakan beberapa material Gunung sudah kering saat sampai di Parang Tritis. Material yang sudah dalam kondisi kering itu menjadi satu dan membentuk gundukan pasir. Pasir terangkat menjadi bukit pasir di area bibir pantai dikarenakan hembusan angin dari arah tenggara dan juga adanya gelombang air laut yang datang dari dalam dan juga dari luar permukaan. Ketika hujan turun, air tersebut akan berlindung di bawah gundukan atau gumuk pasir. Itulah kenapa ada banyak sekali sumur air tawar walaupun ini berada di pinggir pantai.

Gumuk Pasir Parangtritis merupakan fenomena alam yang cukup langka dan juga hanya satu-satunya di Asia Tenggara. Mulanya masyarakat sekitar tidak mengetahui keunikan dari tempat ini sampai adanya sebuah penelitian bahwa gumuk pasir ini merupakan salah satu warisan dunia yang menakjubkan. Luasnya sekitar 2 km dengan pemandangan indah menakjubkan sehingga menjadikannya lokasi favorit untuk fotografi. Bahkan ada beberapa judul film dan video klip yang melakukan pengambilan shootingdisini. Di tempat ini juga, banyak pasangan yang akan menikah melakukan photoshoot untuk prewedding dan juga ada aktivitas manasik haji bagi para calon jamaah haji sebagai gambaran saat berada di Tanah Suci nanti.

Gumuk Pasir Parangtritis

Sumber gambar: Instagram @mariovianney

Untuk mencapai kawasan ini sangat mudah karena adanya jalan aspal yang mulus, jadi Anda tidak perlu khawatir. Untuk para pecinta tantangan, cobalah sandboarding. Sandboarding adalah berseluncurdiatas pasir. Anda dapat mencoba sensasi luar bisa berseluncur dari atas bukit dengan papan seluncur. Untuk mendapatkan papan seluncur, Anda dapat menyewanya dari tempat penyewaan papan seluncur. Harga yang ditawarkan bervariasi berdasarkan waktu penggunaanya. Selamat menikmati!

Artikel Menarik Lainnya:

Menikmati Suasana Semilir Angin Laut Pantai Pondok Rangon
Pantai Slili, Satu dari Pantai Kecil yang Mempesona

1 month ago Wisata Alam

Wisata Sejarah di Gua Selarong

Sebagai wisatawan yang telah mengunjungi Yogyakarta beberapa kali, mungkin Anda belum pernah mendengar keberadaan Gua Selarong. Bukan hanya Anda, bahkan mungkin masyarakat Yogyakarta sendiri tidak mengetahui keberadaan gua tersebut. Bukan hal yang mengherankan mengingat wisata gua, selain Gua Pindul tentunya, tidak sering diekspos oleh pariwisata lokal Yogyakarta. Walaupun tidak banyak diketahui, tidak ada salahnya bagi Anda untuk mengunjungi gua tersebut dalam kunjungan Anda di Yogyakarta.

Gua Selarong terletak di Guwosari, Bantul yang terletak di selatan pusat kota Yogyakarta. Kurangnya publisitas mengenai gua ini membuat moda transportasi yang dapat digunakan untuk mencapai objek wisata ini sangat terbatas. Bagi Anda yang ingin mengunjungi objek wisata ini, Anda dapat naik bus menuju Terminal Giwangan di kota Bantul dan selanjutnya menggunakan ojek untuk mencapai gua ini. Ketika Anda tiba di objek wisata ini, jangan kaget apabila Anda tidak menemui banyak wisatawan yang datang berkunjung.

Gua Selarong

Sumber foto: Instagram @hanasopia

Jangan menaruh banyak harapan bahwa Anda akan menemukan keunikan berupa keindahan alam atau penampakan alam. Tidak banyak yang dapat Anda temui di sana selain dua gua yang terletak berdekatan satu sama lain. Selain dua buah gua, Anda juga dapat menemukan sebuah pemandian, air terjun, dan pendopo yang dapat digunakan sebagai tempat berisitirahat sejenak. Walaupun begitu, sedikitnya jumlah wisatawan yang berkunjung telah menjadi nilai tambah sendiri bagi gua ini karena Anda dapat bersantai tanpa terganggu oleh wisatawan lain.

Walaupun tidak memiliki banyak penampakan alam, Gua Selarong menyimpan kisah sejarah tersendiri. Pada zaman dahulu, salah satu dari gua ini, yang bernama Gua Wadon, digunakan sebagai tempat beristirahat Pangeran Diponegoro dalam perlawanannya melawan penjajah Hindia Belanda. Dua kedua, yang bernama Gua Lanang, digunakan oleh Pangeran Diponegoro untuk menyusun strategi perang dalam melawan penjajah Hindia Belanda. Selain itu, komplek gua ini juga digunakan oleh sejumlah orang untuk bertapa ditemani dengan dupa.

Gua Selarong

Sumber foto: Instagram @enunoe

Selain dua gua, kawasan gua ini juga memiliki air terjun yang masih asri. Dengan keasrian yang masih terjaga dan sedikitnya jumlah wisatawan yang berkunjung, Anda dapat menikmati suara gemercik air ditemani oleh desiran angin tanpa terganggu oleh wisatawan lain. Agar Anda merasa kecewa ketika Anda mengunjungi kawasan gua ini, disarankan bagi Anda untuk mempelajari sejarah perlawanan yang dilakukan oleh Pangeran Diponegoro agar Anda dapat menikmati objek wisata yang ada di kawasan gua tersebut. Selain itu, Anda juga dapat mengunjungi objek wisata ini untuk sekedar beristirahat dari rutinitas yang melelahkan.

Walaupun tidak memiliki banyak keunikan dibandingkan dengan objek-objek wisata gua lainnya di Yogyakarta, Gua Selarong memiliki kekayaan sejarah yang menjadi daya tarik tersendiri.

Artikel Sebelumnya:

Cave Tubing di Sungai Bawah Tanah Gua Pindul
Menikmati Pasir Putih dan Karang di Pantai Sedahan, Jepitu, Girisubo

2 months ago Wisata Alam

Cave Tubing di Sungai Bawah Tanah Gua Pindul

Kabupaten Gunung Kidul yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan kabupaten yang memiliki banyak objek wisata alam, salah satunya adalah Gua Pindul. Terletak sekitar 7 km di sebelah timur laut ibu kota Kabupaten Gunung Kidul, Wonosari, dan keindahan gua ini membuat gua ini cukup banyak dikunjungi oleh pengunjung setiap harinya. Tidak salah apabila gua ini menjadi salah satu objek wisata yang patut Anda pertimbangkan untuk Anda kunjungi.

Apabila Anda berpikir bahwa satu-satunya aktivitas yang dapat Anda lakukan di Gua Pindul adalah menyusuri gua (caving), perkiraan Anda kurang tepat. Anda memang akan diajak untuk menyusuri gua ini dari luar hingga ke bagian ujung gua. Namun, penyusuran tersebut tidak dilakukan dengan berjalan kaki seperti kegiatan caving biasanya. Untuk menyusuri gua ini, Anda akan diajak untuk cave tubing atau mengapung di atas suatu ban berkapasitas satu orang yang akan terbawa arus sungai bawah tanah hingga ke bagian dalam gua yang akan berakhir di Bendungan Banyumoto.

Gua Pindul

sumber gambar: Instagaram @yoga_firmanto

Keunikan gua ini tidak berhenti hanya di cave tubing di atas sungai bawah tanah di dalam gua. Ketika Anda mulai memasuki gua, Anda akan disuguhi dengan pemandangan gelap dari stalaktit dan stalagmit yang menjulang dari langit-langit dan dasar gua. Banyaknya stalaktit dan stalagmit yang tumbuh membelah sungai di dalam gua ini akan memberikan kesan tersendiri bagi Anda yang melakukan cave tubing di dalam gua ini.

Apabila pengalaman membelah stalaktit dan stalagmit yang membelah jalan gua belum cukup bagi Anda, bayangkan bagaimana rasanya turun beberapa meter dari permukaan bumi dan mengarungi sungai gelap di dalamnya. Untuk menikmati pengalaman cave tubing di gua ini, Anda harus turun beberapa meter ke dalam gua terlebih dahulu. Selanjutnya, Anda akan dibawa mengarungi sungai yang berpenerangan minim akibat sedikitnya cahaya matahari yang masuk dengan banyak kelelawar bergantungan di dinding atas gua. Namun jika cuaca cerah, cahaya matahari yang masuk akan terlihat sangat indah.

Gua Pindul

sumber gambar: Instagaram @arifsasono

Untuk mengunjungi Gua Pindul, Anda tidak perlu melakukan banyak persiapan atau membawa banyak perlengkapan, terutama perlengkapan keamanan. Anda dapat menyewa jaket pelampung, ban atau tube, sepatu karet, dan helm pengaman dengan harga yang terjangkau yang tersedia di lokasi. Anda juga tidak perlu membawa bekal makanan dan minuman sendiri karena telah banyak tersedia penjual makanan dan minuman di sekitar wilayah gua.

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman yang berbeda dalam menyusuri gua, Gua Pindul merupakan objek wisata yang patut Anda kunjungi. Pasalnya, Anda akan diajak untuk mengarungi sungai yang dipenuhi stalaktit dan stalagmit dengan diterangi cahaya matahari yang menembus permukaan gua.

Artikel Sebelumnya:

Dibalik Ketinggian Puncak Bukit Widosari, Kulonprogo, Yogyakarta
Wisata Pantai Greweng, Jepitu, Girisubo Menikmati Keindahan Pasir Putih dan Karang

2 months ago Wisata Alam

Dibalik Ketinggian Puncak Bukit Widosari, Kulonprogo, Yogyakarta

Kulonprogo merupakan daerah yang kaya akan wisata alam di dalamnya. Beberapa tempat menjadi andalan para wisatawan untuk menjelajah di daerah dingin ini. Puncak Bukit Widosari, Kulonprogo, Yogyakarta ialah salah satunya dengan pemandangan yang sangat cantik. Terletak di salah satu puncak dari gugusan pegunungan Menoreh di Padukuhan Tritis, Desa Ngargosari, Kecamatan Samigaluh, Kulonprogo. Bukit ini bersebelahan dengan lokasi kebun teh Nglinggo, karena sebelum sampai di pintu masuk bukit Anda akan melewati kebun teh ini.

Setelah sampai di pintu masuk puncak bukit Widosari, Kulonprogo, Yogyakarta dengan gapura kecil di depannya, Anda akan dikenakan tarif masuk sebesar 2 ribu rupiah. Akses jalan menuju bukit sangatlah mudah walau jalanannya sempit dan tidak membutuhkan waktu lama. Pemandangan alam yang begitu asri tergambar di setiap sisi jalan bukit Widosari ini. Jangan lupa untuk selalu setia memotret nuansa alam yang begitu mempesona ini. Udara sejuk menyelimuti di tiap area menuju ke bukit Widosari. Sawah-sawah hijau dengan perkebunan tanaman yang menyegarkan mata. Area perkebunan sayur dan buah pun juga ada.

Sesampainya di puncak bukit Widosari, Kulonprogo, Yogyakarta Anda akan disambut dengan panorama alam yang sangat menakjubkan. Hamparan bukit hijau yang menghiasi dan membentuk terasering, sungguh pemandangan alam yang tak bisa diungkapkan dengan rangkaian kata. Sepanjang mata memandang terdapat keindahan bukit yang menawan. Suasana sejuk dan sedikit berkabut menyelimuti sekeliling bukit. Sedikit tips jika Anda mengunjungi tempat ini untuk datang pada pagi hari karena pemandangan bukit akan terlihat jelas dari puncak meski dengan kabut yang tak begitu banyak. Nuansa pepohonan hijau senantiasa menemani perjalanan Anda dari pemberangkatan sampai ke puncak bukit.

Bukit Widosari

sumber foto: Akun IG@hendra_gbleack

Ada sesuatu yang unik ketika sudah berada di puncak bukit yaitu sebuah batu besar yang berdiri kokoh. Tentunya tempat ini sangatlah ekstrim karena sisi-sisinya terdapat jurang yang sangat dalam. Dibalik resiko itu, spot yang paling menarik ada di sini. Dengan latar belakang bongkahan batu yang besar menjadikan angleyang cantik. Namun Anda perlu berhati-hati saat melakukan pose karena batu ini terdapat di ujung bukit. Inilah titik area yang sangat ditunggu untuk dipotret oleh para wisatawan yang berkunjung ke bukit ini.

Puncak Bukit Widosari, Kulonprogo, Yogyakarta bisa menjadi rekomendasi tempat wisata unik ketika Anda berada di Jogja. Menikmati panorama keindahan dan ketenangan kota Jogja di atas bukit hijau ini. Spot menarik untuk berfoto dan mendokumentasikan tempat yang tersembunyi ini. Area wisata yang juga sangat cocok bagi Anda yang ingin menenangkan pikiran dengan berteriak sekeras mungkin dari atas bukit. Maka pastikan Anda untuk melakukan itu agar jalan-jalan Anda menyegarkan pikiran dan membawa kebahagiaan bersama.

Baca Juga:

Asyiknya Berkunjung ke Air Terjun Tlogomuncar
Hangout di Gondola Pantai Timang Purwodadi Tepus

2 months ago Wisata Alam

Asyiknya Berkunjung ke Air Terjun Tlogomuncar

Keindahan derasnya air terpancar di salah satu objek wisata alam di Yogyakarta yaitu air terjun Tlogomuncar. Pesona air yang mengalir dengan debit yang lumayan besar membuat suara gemuruh di sekeliling air terjun. Terletak di Desa Harjobinangun Kecamatan Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta dengan ketinggian mencapai sekitar 40 meter dan 878 mdpl. Air terjun ini biasa dikenal oleh orang-orang sekitar dengan sebutan air terjun Kaliurang karena berada di area taman wisata Kaliurang.

Untuk menuju ke air terjun Tlogomuncar ini akses jalannya sangatlah mudah. Anda bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Rute jalan yang begitu mulus tanpa ada jalan yang curam. Untuk tarif tiket masuk sekitar 10 ribu dengan kesegaran air terjun yang bisa Anda nikmati sepuasnya. Sumber air di sini berasal dari lereng bukit Plawangan yang letaknya berdekatan dengan air terjun. Berpusat pada sumber mata air yang ada di gunung Merapi. Semenjak gunung Merapi meletus beberapa tahun lalu sangat berdampak pada aliran air terjun ini yang tak begitu deras.

Panorama yang menyejukkan mata terlihat di sekeliling air terjun Tlogomuncar ini. Pepohonon dengan lebatnya tumbuh di sisi kanan dan sisi kiri air terjun. Suasana sejuk dan hijau ketika berada di dekat air terjun. Satu kegiatan yang wajib Anda lakukan yaitu merendamkan kaki dan bermain air di tepi air terjun. Ini merupakan kegiatan yang sangat mengasyikkan dan bisa menyegarkan pikiran Anda dari kepenatan rutinitas sehari-hari yang Anda lakukan. Debit air ketika musim penghujan sangatlah deras dan ketika musim  kemarau mengalami sedikit kekeringan.

Air Terjun Tlogomuncar

sumber gambar: Akun Instagram @nety19

Beberapa fasilitas yang ditawarkan di air terjun ini antara lain gazebo (tempat berteduh), tempat beribadah, tempat parkir, toilet, dan tempat makan. Tak hanya itu bagi Anda yang ingin menikmati suasana di sini lebih lama lagi terdapat beberapa penginapan dekat dengan lokasi air terjun. Untuk tarif per malamnya cukup terjangkau mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu. Tak ada salahnya jika Anda bersama keluarga besar menginap untuk menikmati api unggun dan bakar jagung bersama di dekat air terjun ini.

Beberapa spot menarik yang disuguhkan oleh air terjun Tlogomuncar sangat cocok sekali bagi Anda pecinta dunia fotografi. Dari bawah air terjun sambil bermain air, duduk di bebatuan melihat derasnya air terjun di gazebo pun cukup cantik dijadikan angle fotografi Anda. Setelah puas dengan berpose ria, tak lengkap jika mengunjungi taman wisata tanpa membawa oleh-oleh untuk sanak keluarga di rumah. Ada beberapa buah tangan khas Jogja di air terjun ini. Pastikan Anda membawa salah satunya. Selamat menikmati dinginnya air terjun dan jangan lupa untuk berbelanja.

Baca Sebelumnya:

Wisata Air Terjun Kembang Soka, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Jogjakarta
Berwisata Ke Pantai Somandeng Sidoharjo Tepus

2 months ago Wisata Alam

Wisata Air Terjun Kembang Soka, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Jogjakarta

Jogjakarta memang tersohor sebagai tempat wisata dan tidak henti-hentinya menawarkan sejuta keindahan yang nyata. Daerah-daerah di Jogjakarta selalu menjadi pusat perhatian dan sasaran para wisatawan. Selalu ada keistimewaan tersendiri, di setiap sudut kota Jogjakarta. Salah satu tempat wisata di Jogjakarta yang juga menjadi pusat perhatian adalah Air Terjun Kembang Soka, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Jogjakarta.

Air Terjun Kembang Soka, Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Jogjakartamerupakan salah satu wisata air dari beberapa wisata air yang ada di Jogjakarta. Air terjun ini merupakan air terjun yang mata airnya berasal dari Sungai Mudal, tepatnya di sekitar perbukitan Menoreh. Dari beberapa wisata air yang ada di Kabupaten Kulon Progo, Air Terjun Kembang Soka merupakan wisata air yang tidak kalah populer dengan wisata air lainnya seperti KedungPedut. Tempatnya yang strategis dan satu rute dengan Air Terjun KedungPedut, membuat tempat ini juga ikut dilirik wisatawan.

Awalnya, Air Terjun Kembang Soka adalah air terjun biasa. Tetapi, warga masyarakat bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk menjadikan kawasan ini sebagai kawasan wisata Air Terjun. Kemudian dilakukan pembenahan dan pembenaran di sekitar air terjun, sehingga menarik untuk dijadikan tempat wisata. Awalnya hanya 3 sampai 4 wisatawan yang datang untuk berkunjung setiap harinya. Tetapi lama kelamaan, jumlah wisatawan yang datang semakin meningkat. Akhirnya, berbagai fasilitas pun mulai dibangun seiring dengan perkembangan tempat wisata satu ini.

Air Terjun Kembang Soka

sumber foto: Akun Instagram @arummarino

Pengelolaan wisata Air Terjun Kembang Soka Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Jogjakarta  memang sudah sangat baik. Hal ini terlihat dari akses jalan yang mudah, papan penunjuk jalan yang memadai hingga konsep pembangunan serta aliran air terjun yang sangat bagus. Kelestarian alam di sekitar tempat ini juga sangat terjaga, sehingga benar-benar terasa nuansa alam nya. Beberapa kursi dari bambu dibuat menarik dan terletak pada titik yang tepat, sehingga memudahkan wisatawan untuk beristirahat jika lelah.  Sebuah jembatan panjang dari bambu juga dibuat sebagai jalan menuju air terjun agar para wisatawan bisa melihat air terjun dari jarak dekat.

Dari jembatan, terlihat sebuah kolam yang tidak begitu luas dan besar yang letaknya persis di bawah air terjun dihiasi dengan papan dari kayu. Kolam ini cocok digunakan untuk berenang.  Agaknya papan tersebut sengaja dipersiapkan untuk siapa saja yang ingin melompat lalu berenang. Tidak jauh dari kolam, berdiri sebuah pos pemantauan yang juga sebagai tempat persewaan pelampung dan ban untuk berenang. Bagi Anda yang belum pandai atau tidak bisa berenang, sangat dianjurkan untuk memakai pelampung karena keadaan kolam yang sangat dalam.

Selain sebagai tempat wisata, Air Terjun Kembang Soka Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Jogjakarta juga sering digunakan untuk acara outbond. Walaupun masih tergolong sepi wisatawan, jika dibandingkan dengan tempat wisata sebelahnya yaitu KedungPedut, tempat ini sangat cocok dan puas jika digunakan untuk bersantai sambil berenang.

Baca Sebelumnya :

Pesona Menakjubkan di Curug Indah Tegalrejo Gunungkidul
Mengagumi Keasrian Pantai Klumpit, Purwodadi, Tepus

2 months ago Wisata Alam

Pesona Menakjubkan di Curug Indah Tegalrejo Gunungkidul

Keindahan alami yang ditawarkan oleh salah satu tempat wisata alam di ketinggian Yogyakarta yaitu Curug Indah Tegalrejo Gunungkidul yang masih asri. Terletak di sudut timur Gunungkidul tepat di Dusun Tegalrejo, Desa Gedangsari Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta. Tempat wisata yang sangat sejuk dan tentunya bersahabat dengan alam. Yang pasti air terjun ini masih belum ramai dikunjungi para wisatawan dengan lokasi yang mudah untuk dijangkau dengan dua rute yang berbeda yaitu dari rute jalan Wonosari dan Klaten. Udara sejuk dan segar membuat Anda betah untuk berlama-lama singgah di sini. Panorama alam yang begitu unik dengan ukiran bebatuan yang melengkapi di setiap sudut air terjun. Tempat yang sangat cocok bagi Anda yang meluangkan waktu liburan dengan keluarga atau teman sekawan dengan piknik untuk menghilangkan penat setelah melakukan aktivitas yang begitu padat.

Curug Indah Tegalrejo Gunungkidul memiliki tingkat curug yang berbeda-beda. Ada 3 tingkatan di air terjun ini, tingkatan ketiga merupakan tingkatan untuk spot paling indah dan menarik. Di setiap curug memiliki kolam dibawah air terjunnya. Cocok sekali bagi Anda yang suka bermain air dan berenang di alam terbuka sambil menikmati birunya langit. Cekungan air inilah yang digunakan untuk berendam oleh para wisatawan. Disini anda harus tetap berhati-hati dengan kedalaman kolam yang cukup dalam. Anda akan menikmati sensasi murni air terjun dengan bebatuan di sekelilingnya.

Menjelajah sekeliling Curug Indah Tegalrejo Gunungkidul merupakan pengalaman berwisata alam yang sangat mengasyikkan. Sebelum sampai di air terjunnya, Anda akan melewati susur sungai dengan waktu 10 sampai 20 menit. Bisa merasakan dinginnya berendam di bawah air terjun dan bisa bermain-main dengan air pegunungan asli. Derasnya air terjun menambah sensasi yang menenangkan jiwa. Ketika berada di tepi air terjun, Anda harus tetap berhati-hati karena bebatuan di sekitarnya licin dan berpori. Untuk informasi tambahan ketika Anda berkunjung ke sini ada baiknya saat peralihan musim hujan ke musim kemarau karena airnya kering. Pada saat inilah air curug bersih dan bebatuannya terlihat jelas dan mempesona.

Batuan yang unik juga menghiasi Curug Indah Tegalrejo Gunungkidul dengan ukiran seni alami yang diciptakan. Seperti tekstur batuan kapur dengan lubang-lubang kecil sebagai tempat air  terjun. Sungguh dekorasi unik yang akan menyejukkan pandangan Anda jika bisa berkunjung ke sini. Tempat yang sangat cocok bagi Anda yang ingin menjaga dan melestarikan alam. Kebersihan juga tetap harus diperhatikan untuk menjaga keasrian air terjun Tegalrejo ini. Sebuah kontribusi yang sangat berharga jika Anda berkunjung ke sini dengan tidak mengotori area sekeliling air terjun. Tetap selalu menjaga alam dimanapun Anda berada dan senantiasa melestarikannya sebagai warisan lokal budaya Indonesia.

Baca Juga:

Indahnya Air Terjun Curug Luweng Sampang, Gedhangsari, Gunung Kidul
Pantai Weru, Purwodadi, Tepus Gunung Kidul yang Memukau Hati

2 months ago Wisata Alam

Indahnya Air Terjun Curug Luweng Sampang, Gedhangsari, Gunung Kidul

Masih berkutat dengan dunia wisata di Gunung Kidul yang sambung menyambung tidak pernah putus. Selain keindahan pantainya yang terkenal indah, ternyata Gunung Kidul juga memiliki objek wisata lain berupa Air Terjun Curug Luweng Sampang, Gedhangsari, Gunung Kidul yang tak kalah indah dan menarik dengan wisata lainnya. Berikut informasi seputar wisata air terjun tersebut :

  • Curug Luweng, Sekilas Mirip Grand Canyon?

Jika Anda seorang traveler pecinta air, Anda harus mencoba wisata air yang satu ini. Kali ini bukan seputar pantai, melainkan sebuah air terjun yang indah yaitu Air Terjun Curug Luweng Sampang, Gedhangsari, Gunung Kidul. Air terjun dengan tinggi sekitar  5 meter ini mampu menghipnotis setiap wisatawan yang berkunjung. Banyak orang berpendapat bahwa tipe batuan yang ada di tempat ini sekilas mirip dengan batuan yang ada di Grand Canyon Amerika.  Sebuah batuan yang sudah terkena erosi air dan memiliki lapisan batuan yang bergaris-garis. Penasarankan?

  • Cerita Curug Luweng

Dibalik keindahan yang ada di air terjun, ternyata tempat ini mempunyai cerita yang menarik. Menurut warga setempat, konon air terjun ini dulunya digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk bertapa dan mencari pencerahan. Meskipun begitu, tempat ini tidak mempunyai suasana yang mistik. Air terjun ini selalu di datangi wisatawan setiap hari. Bahkan jumlah wisatawan semakin hari semakin bertambah. Selain itu, air terjun ini tergolong aman untuk anak-anak berenang karena tidak begitu dalam. Air yang mengalir langsung dari bebatuan nampak jernih dan bersih. Untuk masuk ke tempat ini, Anda hanya perlu membayar tiket masuk secara sukarela  saja,karena belum ada peresmian dari dinas pariwisata terkait harga tiket untuk masuk.

  • Jalur untuk Mblusuk

Untuk sampai ke Air Terjun Curug Luweng Sampang, Gedhangsari, Gunung Kidul Anda bisa melewati dua jalur yang berbeda. Pertama, Anda bisa lewat jalan Piyungan-Wonosari. Yang ke dua, Anda bisa melewati Prambanan dengan menyusuri jalan ke arah Solo. Tetapi untuk lebih cepatnya, Anda bisa menggunakan jalur yang arah menuju Solo. Setelah sampai di persimpangan Prambanan, Anda bisa mencari petunjuk untuk menuju ke tempat wisata air terjun. Jika Anda tidak menemukan papan arah menuju kesana, Anda bisa bertanya ke penduduk sekitar mengenai lokasi Air Terjun CurugLuweng.

Air Terjun Luweng Sampang

Sumber gambar: IG @sesil_sl

Bagi Anda yang berencana untuk mengunjungi Air Terjun Curug Luweng Sampang, Gedhangsari, Gunung Kidul, sebaiknya datang pada musim penghujan. Karena pada musim penghujan, debit air terjun besar,jadi Anda bisa menikmati tetesan air terjun berwarna hijau jernih yang turun ke bawah  dan mengalir. Selain itu Anda juga bisa merasakan kejernihan air terjun yang dingin dengan berenang. Tetapi jika Anda datang pada musim kemarau, debit air terjun sangat kecil dan Anda tidak bisa melihat keindahan air yang mengalir deras melewati lika liku bebatuan yang berjajar.

Artikel sebelumnya :

Pesona Puncak Suroloyo Kulon Progo Yogyakarta
Air Bening di Pantai Ngandong

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^