Menu
×

Cerita di Balik Makam Bukit Tidar Magelang

Di kota Magelang, terdapat sebuah bukit yang menyimpan legenda. Cerita ini telah diturunkan secara turun temurun. Bukit Tidar, namanya. Bukit ini memiliki makam yang terletak di atasnya. Bahkan cerita tentang Makam Bukit Tidar sudah tersebar luas hingga ke luar pulau Jawa. Untuk mencapai puncak Bukit Tidar, Anda harus berjalan sekitar 30 menit. Tinggi bukit ini sekitar 503 meter dari permukaan air laut dan terletak di tengah-tengah 5 gunung api yang masih aktif. Pemandangan menuju puncak sangat indah dan masih alami. Keberadaan pohon salak dan pinus membuat suasana bukit sangatlah sejuk dan rindang.

Nama Bukit Tidar sendiri memiliki arti Mati dan Modar. Bagi Anda yang berani datang ke bukit ini maka hanya ada 2 pilihan yaitu mati atau modar. Ini dikarenakan bukit ini ada penunggunya. Ada beberapa makam yang terletak di bukit ini. Salah satu makam bukit Tidar yang terkenal yaitu Makam Syekh Subakir. Bentuk makam ini lingkaran dan dikelilingi oleh benteng yang terbuat dari batu bata.

Makam Bukit Tidar

Sumber foto: Akun Instagram @dinawulandono

Menurut legenda masyarakat sekitar, Syekh Subakir adalah wali Allah yang berasal dari Turki. Beliau diutus untuk menyebarkan agama Islam di Indonesia. Saat itu, kepercayaan pada makhluk gaib masih sangat kental. Konon katanya, Bukit Tidar dihuni oleh para makhluk halus yang sangat sakti mandarguna. Namun, kedatangan Syekh Subakir telah mengubah segalanya. Beliau mampu menaklukan para jin dan makhluk halus. Ia dipercayai membawa batu hitam yang diletakannya di Bukit Tidar. Batu hitam ini konon memiliki fungsi menentramkan Tanah Jawa.

Google Map Makam Syekh Subakir :

Selain makam Bukit Tidar, di dekat makam itu ada pula Makam Kyai Sepanjang. Sepintas, mungkin terdengar seperti nama seorang kyai. Namun, siapa sangka jika Kyai Sepanjang adalah nama tombak yang digunakan Syekh Subakir untuk menaklukan para penunggu Bukit Tidar. Panjang tombak ini sekitar 7 meter.

Tepat di bagian puncaknya terdapat sebuah tugu. Tugu ini berdiri kokoh di lapangan yang luas dan memiliki simbol huruf jawa yang berlambangkan So di ketiga sisinya. So mengandung makna Sopo Salah Saleh yang memiliki arti barang siapa yang memiliki salah, maka seharusnya mengakuinya. Tugu ini bukan tugu biasa karena masyarakat sekitar percaya jika tugu ini adalah Pakunya Tanah Jawa yang berfungsi untuk menjaga kedamaian Tanah Jawa.

Ada beberapa versi cerita tentang Syekh Subakir. Cerita pertama mengatakan bahwa Syekh Subakir hidup hingga meninggal di Bukit Tidar. Namun versi lainnya, Syekh Subakir meninggalkan Bukit Tidar setelah menaklukan para penunggunya untuk menyebarkan Islam ke daerah lainnya dan makam yang ada di bukit Tidar hanyalah petilasannya. Entah mana yang benar, namun kedua cerita ini sudah tersebar luas sejak dahulu kala. Cerita di balik Makam Bukit Tidar Magelang memang sudah sangat terkenal. Apakah Anda tertarik untuk datang langsung?

 

Baca juga : Wisata Religi lainnya

Back To Home

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^