Menu
×

Category Archives: Artikel

2 years ago Artikel , Wisata Alam

Bertandang ke Desa Wisata Ledok Sambi, Menikmati Ke-Ndesoan Yogyakarta

Suasana alam yang masih terjaga keindahannya ternyata bisa kita dapatkan di tengah padatnya wisata kota Jogjakarta. Kota yang memiliki beragam budaya ini ternyata mampu menghadirkan wisata alami pedesaan yang beragam. Desa Wisata Ledok Sambi, desa yang terkenal dengan aroma outbondnya yang berada di wilayah Kaliurang, Kota Yogyakarta.

Keelokan Kaliurang memang sudah tidak diragukan lagi. Tempat yang terkenal dengan hawa ademnya ini memang menjadi pusat Desa Wisata yang menarik dengan berbagai potensi yang selalu saja tersimpan. Desa Wisata Ledok Sambi salah satunya. Desa ini berlokasi di Jalan Kaliurang, kilometer 19,2 Kecamatan Pakerm, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Desa ini terletak sangat dekat dengan Gunung Merapi. Karena itulah, desa ini merupakan desa wisata yang menyimpan keindahan alam yang masih alami.

Desa Wisata Ledok Sambi

Sumber gambar: Akun Instagram @rizqikakhusna

Ada beberapa obyek wisata yang bisa Anda singgahi jika berkunjung ke Ledok Sambi. Beberapa diantaranya yaitu :

  1. Pertanian

Tanah yang memang diciptakan untuk aktivitas bertani ini terbentang sangat luas. Anda bisa belajar bercocoktanam, memanen, membajak sawah dengan menggunakan kerbau, dan belajar  menaman jamur.

  1. Peternakan

Selain dengan dunia pertanian yang melekat kuat, tempat ini juga kaya akan hewan ternak. Salah satunya yaitu peternakan sapi penghasil susu. Anda bisa belajar untuk memerah susu secara langsung.

  1. Kebudayaan

Terdapat beragam kebudayaan dan tradisi yang mengakar di desa ini seperti sadranan, ruwah, pesta kebun, suro, dan kenduri.

  1. Panorama Desa

Keadaan alam yang masih dijaga kelestariannya bisa Anda rasakan di  desa ini. Anda bisa berkeliling menyusuri desa dan sawah bersama warga setempat. Biasanya para wisatawan yang datang mengajak salah satu warganya untuk melakukan treking ke tempat-tempat yang agak menantang.

  1. Outbond

Merupakan fasilitas yang disediakan di Desa Wisata Ledok Sambi untuk acara-acara outbond dari organisasi maupun keluarga. Biasanya acara ini di lengkapi dengan pendirian tenda untuk bermalam. Lokasinya yang berada di sekitar Sungai Kuning memberikan kesan yang berbeda. Selain itu, desa ini juga dilengkapi dengan wahana flying fox sepanjang kurang lebih 200 meter.

  1. Rumah Joglo

Rumah ini merupakan homestay yang disediakan bagi wisatawan yang ingin bermalam di Ledok Sambi. Walaupun bangunnya sudah terkesan tua, tetapi suasana rumahnya terbilang menyenangkan.

  1. Kesenian

Khas desanya yang masih melekat ditunjukkan dengan banyaknya kesenian yang masih bertahan di desa ini seperti Karawitan, Seni Wayang Kulit, dan Kesenian Rakyat. Anda juga bisa bergabung menjadi Kelompok Pemain Kesenian.

Selain tempat-tempat diatas, desa wisata satu ini juga menyediakan sebuah resort khas ala-ala pedesaan yang sangat jarang sekali ditemukan pada desa wisata yang lain. Jika Anda dalam waktu dekat ini memiliki rencana berlibur, tidak ada salahnya untuk mendatangi Desa Wisata Ledok Sambi.

Baca Sebelumnya : Empat Tempat Menarik Desa Wisata Kebon Agung

2 years ago Artikel

Monumen Pers, Wisata Pendidikan dengan Koleksi-Koleksi Bersejarah

Jurnalisme dan pers tidak pernah lepas dari keberadaan suatu bangsa. Sejak era masa kolonial hingga sekarang, pers berperan aktif untuk menyebarkan gagasan, berita, dan meneguhkan semangan nasional. Jika ingin mengenal lebih jauh dengan bidang ini, Anda dapat berkunjung ke wisata pendidikan monumen pers. Pemerintah kota Surakarta melihat potensi yang dimiliki museum dan monumen inti untuk lebih dari tujuan wisata. Sebuah konsep wisata baru bertema pendidikan diluncurkan dengan harapan menjadi pusat destinasi bagi mereka yang tertarik di dunia pers dan jurnalisme.

Secara resmi, museum ini didirikan pada tahun 1978, namun keberadaannya sudah ada sejak era Belanda. Sebuah pusat kegiatan pers dibangun atas perintah Mangkunegara VII pada tahun 1918 yang menjadi tempat terselenggaranya pertemuan wartawan Indonesia untuk pertama kali. Bangunan ini dahulu disebut Societeit Sasana Soeka. Sebagai tambahan informasi, museum pers dahulu masih menjadi bagian dari dari pura Mangkunegara, tetapi kini dikelola secara terpisah. Museum dan monumen pers tidak hanya penting dalam sejarah pers Indonesia, tetapi juga kemunculan radio nasional yang dioperasikan oleh bangsa pribumi. Sebagaimana yang telah diketahui, Belanda menganggap pers sebagai bahaya laten yang memunculkan gejolak. Hal ini terbukti ketika banyak koran-koran dan surat kabar menjadi sumber informasi penting untuk menyebar berita proklamasi kemerdekaan Indonesia. Museum dan monumen pers secara resmi dibuka oleh presiden kedua republik Indonesia Soeharto.

Pengelola wisata pendidikan monumen pers adalah swadaya antara kementerian komunikasi dan informasi serta pemerintah kota Surakarta. Koleksi yang berjumlah jutaan macam dengan beragam bentuk menjadi daya tarik utama. Untuk mengunjungi, Anda harus datang ke alamat jalan Gajah Mada 59 Surakarta.

Apa yang ada di wisata pendidikan monumen pers? Jika ingin melihat koran-koran yang terbit di masa lalu, Anda harus berkunjung ke tempat ini. Era digital mengubah cara masyarakat mengonsumsi pers. Anda kini tidak perlu bersusah payah mengantri untuk membeli surat kabar karena telah tersedia di genggaman tangan secara gratis. Berbeda pada masa lampau, dimana pers dan jurnalistik adalah barang langka yang kini memiliki nilai sejarah. Hal-hal yang dapat diketahui dari koleksi museum ini adalah liputan terkait teknologi, kemerdekaan, dan penerbangan. Selain itu, Anda juga dapat melihat peralatan komunikasi seperti pemancar radio, telepon, kentongan, dan mesin ketik. Selain itu, Ada ruangan multimedia yang disediakan khusus untuk kebutuhan pengunjung.

Tokoh-tokoh jurnalistik juga mendapat perhatian khusus. Anda dapat melihat pahatan kepala beberapa tokoh penting seperti Djamaluddin Adinegoro, Ernest Douwes Dekker, dan Sam Ratulangi. Anda mengenal Douwes Deker dengan indische Partij. Terdapat pula diorama yang menampilkan peristiwa penting terkait pers dan jurnalisme. Sebagai bagian dari wisata pendidikan monumen pers, beberapa wartawan menyumbangkan artefak dan koleksi penting untuk ditampilkan bagi khalayak umum.

Baca juga : Wisata Budaya

2 years ago Artikel , Wisata Budaya

Wisata Sejarah Taman Sriwedari Solo

Wisata sejarah akan memberikan pembelajaran untuk menghargai segala sesuatu karena banyak yang harus dikorbankan untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Taman Sriwedari merupakan salah satu tempat wisata yang menyimpan banyak sejarah. Taman ini memiliki nama lain Kebon Rojo yang berdiri pada masa pemerintahan Sultan Paku Buwono X pada tahun 1877. Lokasinya berada di tengah kota Solo tepatnya di Jalan Brigjen Slamet Riyadi 275, Penumping, Laweyan, Solo, Jawa Tengah.

Pembuatan taman tersebut menghabiskan ribuan gulden karena terdapat binatang-binatang hasil buruan yang beraneka ragam serta tanaman yang berwarna-warni. Bentuk tanahnya persegi panjang yang membujur dari barat ke timur. Bagian barat tempo dulu berbentuk taman akan tetapi saat ini berubah menjadi Stadion R. Maladi.  Sedangkan disebelah timur  terdapat Museum Radyapustaka. Taman Sriwedari memiliki bangunan-bangunan yang hampir mirip dengan boulevard di luar negeri. Solo merupakan salah satu kota di Jawa Tengah oleh karena itu bangunannya juga kental dengan joglo. Didepan joglo terdapat patung sepasang penari, untuk saat ini patung tersebut kondisinya memprihatinkan karena tidak terpelihara.

Taman Sriwedari

sumber gambar: IG @nonwids

Taman ini difungsikan sebagai tempat untuk diselenggarakannya tradisi masyarakat setempat seperti hiburan Malam Selikuran. Malam Selikuran adalah malam ke- 21 pada bulan Ramadhan karena pada malam itu dipercaya bahwa ada malam Lailatul Qadr sehingga masyarakat mengadakan tradisi Kirab Seribu Tumpeng. Tradisi tersebut masih berjalan hingga sekarang, pada mulanya malam selikuran diyakini sudah muncul ketika zaman para wali, kemudian berlanjut pada masa Kesultanan Demak, Mataram, Kartasura hingga Kasunanan Surakarta. Taman ini sempat berfungsi sebagai tempat bilyard yang sangat bertolak belakang dengan fungsi yang semestinya dan banyak bangunan yang rusak, akan tetapi saat ini sudah diperbaiki dan mengalami pemugaran.

Lokasi Taman Sriwedari di Peta Google

Saat memasuki dalam Taman Sriwedari Anda akan disuguhi dengan deretan-deretan rumah yang menawarkan souvenir-souvenir khas Solo maupun alat-alat menari hingga tokoh pewayangan. Belakang taman merupakan Gedung Wayang Orang (GWO) yang memiliki fungsi sebagai gedung untuk melakukan pertunjukan wayang orang. Biasanya pertunjukan tersebut menampilkan cerita Ramayana dan Mahabarata dan cerita pewayangan yang lain. Tiket masuknya sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp 3.000, 00 – Rp 5.000,00 buka setiap hari mulai pukul 10.00- 22.00 WIB.

Terdapat pula deretan toko buku yang menandakan buku-buku kuno dengan bahasa Jawa, Belanda, inggris. Dengan demikian Anda yang sedang mencari atau memang mengoleksi buku-buku kuno akan lebih mudah mencarinya di Solo. Semoga ulasan tentang Taman Sriwedari bermanfaat bagi Anda yang suka ataupun yang sedang belajar sejarah dengan cara berwisata yang menyenangkan dan tidak akan membuat Anda merasa jenuh. Selain itu, wisata tersebut akan memberikan nuansa yang berbeda karena Anda akan dekat dengan benda atau bangunan yang bernilai sejarah tinggi.

Baca Juga : Wisata Sejuk di Kulonprogo: Kedung Cumpleng

2 years ago Artikel , Tempat Wisata

Indahnya Panorama Sungai Oyo Dari Atas Jembatan Gantung Selopamioro

Jembatan Gantung Selopamioro – Jembatan tak dibuat hanya semata-mata sebagai hiasan saja, jembatan merupakan akses penting bagi masyarakat yang tinggal disekitarnya untuk beraktivitas seperti saat berangkat bekerja, bersekolah ataupun pada saat bepergian. Namun, berbeda halnya dengan keberadaan dari Jembatan Gantung Selopamioro ini. Jembatan ini tak hanya digunakan sebagai tempat penghubung antara desa ke sawah, ladang, sekolah atau tempat lainnya. Sebab, jembatan gantung yang satu ini mempunyai daya pikat tersendiri para wisatawan dalam maupun luar daerah.
Diantara jembatan terdapat bukit terjang, kemudian di jembatan gantung tersebut terlihat Sungai Oyo yang begitu jernih dan bening. Tak hanya itu saja, di sekitarnya juga nampak pemandangan yang terdiri dari hamparan sawah yang hijau jika itu sedang musim hujan. Di musim kemarau, pemandangannya juga tak kalah bagusnya karena pemandangannya akan berubah menjadi begitu kontras dengan pepohonan yang terlihat meranggas.

Jembatan Gantung Selopamioro

Sumber foto: akun instagram @ jembatan_gantung_selopa

Jembatan gantung berwarna kuning ini banyak didatangi di sore hari, karena di sore hari pantulan cahaya sinar matahari akan terlihat begitu menarik, ditambah lagi dengan adanya pemandangan tebing batu yang megah yang terdapat di bagian utara dan bagian selatan jembatan. Dengan adanya semua itu, maka tak heran jika jembatan ini kerap dijadikan sebagai lokasi pengambilan gambar baik fotografi maupun tempat untuk shooting.

Potensi yang ada di Jembatan Gantung Selopamioro

Selain dapat menikmati pemandangan yang ada di sekitar Jembatan Gantung Selopamioro, para wisatawan yang datang ke tempat wisata ini dapat menikmati wisata rafting atau tubing dengan menggunakan ban yang sudah disediakan. Ada paket-paket tertentu yang juga ditawarkan di sini untuk menikmati sensasi berwisata tubbing. Selain itu di sini, masyarakatnya juga menjual aneka makanan khas tradisional yang dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tak hanya itu saja, di sini para wisatawan juga menyiapkan rumah tinggal yang dapat disewa untuk bermalam.

Lokasi / Letak Jembatan Gantung Selopamioro

Lokasi jembatan yang menyuguhkan banyak keindahan ini berada di wilayah Dusun Wunut, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Rute Jalan Menuju Jembatan Gantung Selopamioro

Agar bisa sampai ke tempat wisata Jembatan Gantung Selopamioro ini, para wisatawan bisa melewati perempatan Giwangan dengan masuk ke arah luruh bagian ke selatan menuju dengan Jln. Imogiri kilometer 15. Sampai di percabangan jalan, di dekat Pasar Imogiri masuklah ke arah kanan jalan menuju Jalan Panggang, ambil jalan ke kanan dan mengikuti terus jalan tersebut. Setelah melihat keberadaan SMP Negeri 2 Imogiri yang berada di kiri jalan, perjalanan selanjutnya dilanjutkan dengan mengambil ke arah kiri dan lurus ke arah timur sekitar 1 km. Setelah itu, akan terlihat keberadaan jembatan gantung berwarna kuning yang menjadi lokasi tujuan.

 

2 years ago Artikel , Museum

Mau Tahu Koleksi Yang Ada di Museum Gunung Merapi?

Museum gunung Merapi adalah sebuah tempat yang mempunyai fungsi untuk sarana pembelajaran mengenai gunung yang paling aktif di dunia. Di sarana pembelajaran museum gunung api Merapi ini Anda bisa belajar mengenai gunung merapi dari aspek mitos dan juga aspek legendaris, sejarah meletusnya gunung, kearifan lokal, dan juga melihat langsung sisa erupsi yang membuat dada Anda sesak.

Sebagai daerah ring of fire atau cincin api, Indonesia mempunyai ratusan gunung yang terbentang dari pulau sumatera sampai ke papua, baik itu gunung yang masih aktif dan juga gunung yang statusnya sudah tidak aktif. Gunung Merapi merupakan salah satu gunung yang masih dalam keadaan aktif di Indonesia dan dunia. Gunung ini berada di daerah perbatasan antara Jogjakarta dan juga Jawa Tengah, sehingga membuat daerah ini masuk ke daerah yang rawan akan bencana.

Museum gunung api Merapi dibangun untuk langkah mengantisipasi dan memberikan beberapa pemahaman mengenai perlunya upaya untuk mitigasi sebuah bencana. Selain untuk memberikan pemahaman, museum gunung api Merapi dijadikan sebagai sarana edukasi untuk kalangan pelajar dan juga kalangan masyarakat umum, museum gunung api Merapi ini juga mempunyai tujuan sebagai sarana pengembangan ilmu bencana gunung berapi, gempa, dan juga bencana-bencana yang lain. museum gunung api Merapi berada di lereng Merapi yang sangat sejuk, bangunannya berbentuk cukup unik, seperti segitiga yang bentuknya serupa dengan gunung. Apabila cuaca cerah, Anda bisa melihat secara langsung gunung Merapi dari pelataran Museum gunung Merapi.

Semboyan dari museum ini adalah Merapi Jendela Bumi, museum gunung api Merapi dibagi menjadi dua lantai dalam satu gedung. Pada saat Anda berada di lantai 1, Anda akan langsung melihat maket dari gunung api Merapi dengan ukuran yang besar, maket tersebut mengeluarkan suara gemuruh dan juga asap. Pada suatu sisi maket ini terdapat tombol untuk tahun pada saat gunung ini mengalami erupsi, apabila Anda menekan salah satu tombol, maka Anda akan melihat langsung bagaimana erupsi diperagakan dalam bentuk simulasi lava pijar yang meleleh dan juga narasi yang dilatar belakangi dengan alunan musik Jawa.

Di ruang yang utama ini, Anda dapat lanjut ke perjalanan Anda di gedung museum gunung api Merapi menuju dunia gunung berapi. Pada zona ini ada dokumentasi dan juga alat-alat peragaan tentang fenomena gunung api yang terjadi di seluruh dunia. Di masing-masing alat peragaan, ada papan yang memberikan informasi dengan dua bahasa yang berbeda agar wisatawan asing yang datang berkunjung merasa mudah untuk membacanya meskipun tidak menggunakan jasa tour guide.

Kemudian di museum gunung Merapi terdapat sebuah zona dari gunung Merapi yang dikhususkan memberikan informasi mengenai latar belakang Merapi. Pada zona ini, Anda dapat melihat bagaimana fenomena kubah gunung api Merapi bertumbuh, mitos tentang gunung api Merapi, pos untuk mengamati kegiatan gunung api Merapi dari zaman Belanda sampai zaman sekarang ini, dan yang lain-lainnya.

Ketika Anda sudah puas berkeliling di lantai satu gedung museum gunung api Merapi, Anda dapat langsung naik ke lantai dua untuk melihat alat peragaan bagaimana tsunami bisa terjadi dan juga foto-foto ketika erupsi. Anda bisa melihat dokumentasi gunung api Merapi erupsi sejak tahun 1930 sampai tahun 2010. Tidak sekedar itu saja, pada zona ini Anda juga akan diajarkan bagaimana caranya Anda menyelamatkan diri Anda ketika mendapatkan sebuah ancaman gunung api akan meletus. Maka, dari itu Museum Gunung Merapi sangat wajar di dirikan dan dijadikan sebagai sarana edukasi dengan tujuan mengurangi korban jiwa akibat bencana gunung meletus.

Pada lantai yang kedua ini, Anda juga akan menemukan mini teater yang mampu menampung 100 orang untuk menonton film dokumenter Di Bawah Langit Merapi dengan durasi sekitar 20 menit. Museum gunung api Merapi letaknya kira-kira 5 km dari tempat wisata Kaliurang. Wisata edukasi Museum Gunung Merapi ini buka dari hari Selasa sampai Minggu pada pukul 09.00 sampai pukul 15.30. Untuk tiket masuk Anda akan dikenakan hargaRp. 3.000 per orangnya, bagi Anda yang ingin menonton di mini teater Anda harus membayar lagi Rp. 5.000 per orangnya.

2 years ago Artikel , Wisata Pantai

Pantai Ngluen, Pantai Tersembunyi dan Sepi di Wonosari

Sepertinya tak pernah habis dieksplorasi keberadaan pantai-pantai di Gunung Kidul, Yogyakarta. Dari hasil penelusuran, terdapat satu pantai baru yang cukup menawan. Namanya Pantai Ngluen. Pantai ini terletak di Kecamatan Saptosari, tepatnya di Desa Krambilsawit, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta.

Pantai Ngluen berada di sebelah timur Pantai Mbirit atau Pantai Butuh. Akses jalan menuju kesana pun tidak mudah, memerlukan ketahanan fisik dan perjuangan ekstra. Selain itu belum ada akses untuk kendaraan roda empat, jadi untuk menuju ke lokasi pantai, Anda harus memakai sepeda motor sampai jalur terakhir yang bisa dilewati, kemudian berjalan kaki.

Berjalan kakinya pun lumayan jauh, Anda harus menaiki dan menuruni bukit untuk sampai tujuan. Tidak ada penanda arah ataupun warga yang bisa dimintai keterangan.

Pesona Pantai Ngluen

Pantai Ngluen adalah pantai yang benar-benar tersembunyi dan sepi pengunjung. Tidak banyak orang mengetahui pantai indah ini. Untuk panorama tentu saja tidak usah diragukan lagi. Pantai ini memiliki bibir pantai yang tidak terlalu besar, berpasir putih, dan ombaknya pun tidak terlalu besar. Selebihnya batuan karang dan tebing di sebelah kanan dan kiri pantai. Batuan karang dan tebing yang tinggi tersebut menambah pesona Pantai Ngluen lebih indah.

Saat pantai sedang surut, Anda bisa melihat biota laut yang terjebak diantara batu-batu karang Pantai Ngluen. Pantai ini bukan tipe pantai yang bisa dijadikan untuk tempat berenang atau snorkeling, karena di bibir pantainya banyak batu-batu karang. Selain itu, di pantai ini belum ada fasilitas apapun, baik itu toilet, tempat berteduh ataupun warung makan.

Tips Liburan

  • Gunakan alas kaki yang nyaman, sepatu lebih baik
  • Bawa P3K untuk jaga-jaga
  • Bawa minuman dan makanan secukupnya
  • Jangan buang sampah sembarangan

2 years ago Artikel , Wisata Pantai

Mistisnya Pantai Parangkusumo Yang Harus Anda Singgahi

Pantai Parangkusumo Selain Pantai Goa Cemara, di Kawasan Bantul juga terdapat Pantai yang memiliki cerita mistis, dan hingga kini masih masih dipercayai sebagai mitos. Pantai yang memiliki keindahan ini, juga disebut sebagai Pantai Cinta. Pantai tersebut adalah Pantai Parangkusumo.

Pantai Parangkusumo merupakan pantai yang masih dalam kawasan pantai Bantul, masih segaris dengan Pantai Parangtritis. Berbeda dengan pantai yang ada di Kabupaten Bantul, pantai ini terkenal dengan kemistikannya. Pantai ini berajarak sekitar 30 km dari pusat Kota Yogyakarta. Pantai Parangkusumo berdampingan dengan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Pantai ini memiliki ombak yang besar, karena letaknya yang berdekatan dengan Samudra Hindia.

Kenapa Pantai Parangkusumo dikenal sebagai Pantai Mistis ? Suasana sakra; dan mistis semakin terasa ketika anda melihat taburan bunga setaman dan serangkaian sesajen di Batu Cinta yang tereltak di dalam Puri Cepuri. Tempat dimana Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul bertemu untuk melakukan perjanjian. Kala itu Senopati duduk di batu besar di sebelah utara, sementara Ratu Kidul menghampiri dan duduk yang lebih kecil di batu sebelah selatan.

Lantas apa yang mereka lakukan ? Perjanjian apa yang dimaksud ? Pertemuan Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul bukan tanpa alasan. Semula Panembahan Senopati melakukan tapa ngeli untuk menyempurnakan kesaktiannya. Sampai disaat tertentu pertapaan, tiba-tiba pantai mengalami badai, pohon-pohon tercabut dari akarnya, air laut mendidih, dan ikan-ikan terlempar ke daratan.

Kejadian itu membuat Ratu Kidul menampakkan diri ke daratan, beliau menemui Senopati. Senopati mengungkapkan keinginannya untuk memerintah mataram kala itu, dan memohon pertolongan kepada Ratu Kidul. Karena sejak awal pertemuan, Ratu Kidul sudah jatuh cinta dengan Senopati. Akhirnya permintaan tersebut dipenuhi, dengan syarat Senopati beserta seluruh keturunannya harus menjadi suami dari Ratu Kidul. Senopati pun menyetujui, dengan syarat perkawinan itu, tetapi tidak menghasilkan anak.

Karena cerita legeda tersebut, hingga sekarang Pantai Parangkusumo memiliki mitos. Karena keberhasilan Panembahan Senopati dalam bersemedi di Pantai Parangkusumo, menginspirasi masyarakat umum. Mereka percaya bahwa kalau mau tirakat di pantai ini, maka semua keinginan akan terwujud. Oleh karena itu pada saat-saat tertentu di Batu Cinta (tempat Senopati bertapa dulu), banyak orang yang berdatangan untuk memanjatkan doa memohon permintaan dengan berbagai macam cara.

Untuk bisa sampai ke Pantai Parangkusumo, anda bisa menggunakan kendaraan roda empat dari Yogyakarta atau Bantul. Atau anda bisa berjalan kaki dari Terminal Parangtritis, karena pantai ini berada tidak jauh dari Pantai Parangtritis.

Tiket masuk yang berlaku di Pantai Parangkusumo merupakan retribusi di gerbang depan. Tiket ini sudah termasuk tiket masuk Pantai Parangtritis, karena memang pantai ini masih dalam satu kawasan. Untuk anda pengendara roda empat sebesar Rp 10.000 beserta tiket parkirnya, untuk roda dua sebesar Rp 3.000 beserta tiket parkir juga. Untuk tiket masuk perorangan, anda dikenai tarif sebesar Rp 3.000 per orang.

Hanya pada waktu-waktu tertentusaja, wisatawan bisa dapat melihat proses Upacara Labuhan. Selain itu anda bisa berkeliling pantai dengan mengendarai kereta kuda, dari barat ke timur. Anda juga melewati Batu Cinta dan dapat menikmati pemandangan alam berupa hempasan ombak yang besar dan desau angin yang semilir. Untuk ongkos sewa kereta kuda beserta kusirnya, anda akan dikenai tarif sebesar Rp 20.000 untuk sekali keliling.

Hingga kini banyak orang yang datang ke Pantai Parangkusumo untuk melakukan ziarah, bahkan tak jarang dari mereka sampai malam tiba. Peziarah datang untuk memanjatkan doa, karena dipercaya bisa terwujud. Nah buat anda yang ingin merasakan pengalaman sakral, berkunjung ke Pantai Parangkusumo merupakan pilihan yang cocok. Selamat berlibur menikmati Pantai Parangkusumo, semoga liburannta lancar dan mengesankan yang pasti.

2 years ago Artikel

Hutan Pinus Mangunan, Spot Berburu Foto ala Film Twilight

Hutan pinus Mangunan Imogiri adalah kawasan wisata yang termasuk dari bagian RPH (Resort Pengelola Hutan) Mangunan. Lokasi hutan yang tidak jauh dari Imogiri membuat obyek wisata ini dengan nama Hutan Pinus Imogiri. Di hutan pinus ini pengunjung dapat menyaksikan barisan pohon pinus yang tinggi menjulang. Sangat cantik sebagai spot berburu foto ala film Twilight. Sekilas pandang hutan pinus ini memang mirip seperti lokasi shooting film Twilight. Cahaya matahari yang merambat lurus menerobos deretan pohon pinus seketika mengingatkan salah satu adegan dalam film romansa Bella Swan dengan vampir ganteng Edward Cullen.

Dengan pengambilan sudut gambar yang pas, maka foto dengan latar hutan pinus rimbun pastinya memberi sensasi bak liburan di luar negeri. Tidak sedikit pula pasangan muda berfoto seperlu membuat foto prewedding di tempat ini. Selain itu, para pengunjung juga dapat menyibukkan diri dengan trekking menapaki jalur outbond Wartu Abang dan menuju ke sumber mata air Bengkung.

Kawasan wisata hutan pinus Imogiri tidak hanya menjadi spot menarik untuk berfoto. Namun, dapat pula menjadi tempat syahdu seperlu menenangkan jiwa. Ribuan pohon pinus tumbuh dalam barisan teratur. Bila angin bertiup, maka akan terdengar harmonisasi alam dari dersik dedaunan. Udara dan aroma yang tercium pun amat khas hutan pinus yang menenangkan. Pengunjung bisa bersantai menikmati suasana di atas ayunan hammock ataupun di bawah kanopi dedaunan pinus. Karenanya tidak heran bila banyak pengunjung dibuat jatuh hati dengan kawasan wisata hutan pinus Mangunan ini.

Lokasi dan Tiket Masuk Hutan Pinus Mangunan

Hutan pinus Mangunan berlokasi di desa Dlingo, Mangunan, Bantul. Bagi para pengunjung tidak dikenai tiket masuk. Adapun para pengunjung hanya diwajibkan membayar ongkos parkir sebesar Rp 10.000/ mobil atau Rp 3.000/ motor. Jadi bisa dibilang destinasi wisata ini termasuk paket liburan hemat yang sayang dilewatkan.


Rute Menuju Hutan Pinus Mangunan

Kawasan hutan pinus di Mangunan Bantul ini bisa dicapai dengan mengendarai kendaraan pribadi atau rental mobil di Jogja. Pasalnya sampai saat ini belum tersedia transportasi umum yang melayani rute menuju kawasan hutan pinus.

Adapun dari Yogya kota, pengunjung dapat mengambil rute terminal Yogya lalu menuju jalan Imogiri Timur. Lanjutkan perjalanan hingga menemukan pertigaan Imogiri dan ambil arah menuju makan raja-raja Imogiri. Terus pacu kendaraan hingga masuk daerah Mangunan dan disana banyak terdapat petunjuk jalan menuju kawasan hutan pinus Mangunan.

Lokasi Menarik Sekitar Hutan Pinus

Tidak hanya menjanjikan hutan pinus eksotis bak lokasi shooting filng Hollywood. Tetapi di sekitar hutan pinus Mangunan juga terdapat sejumlah lokasi menarik yang layak dikunjungi. Tidak jauh dari lokasi hutan pinus terpasang papan petunjuk jalan menuju beberapa lokasi menarik. Misalnya saja Gia Gajah, Kebun Buah Mangunan, Penangkaran Rusa Timur, Wisata Kedung Tolok, dan Religi Gunung Kendil.

Bila memang masih memiliki waktu luang tidak ada salahnya juga mampir ke Mangunan. Lokasinya cukup ditempuh 15 menit saja dari kawasan hutan pinus. Di Mangunan pengunjung juga bisa melihat panorama hutan pinus yang tidak kalah cantiknya. Di Mangunan pengunjung bisa memilih singgah di hamparan perkembunan buah atau mendaki puncak bukti Mangunan seperlu menyaksikan langsung panorama dari ketinggian. Dari atas ketara jelas aliran sungai yang membelah daratan Imogiri dan perbukitan.

Sepulang dari hutan pinus, ada pula tempat jajanan menarik wajib coba. Salah satu tempat yang direkomendasikan yaitu Ice Cream Pot. Sekilas pandang mungkin akan merasa jijik karena wujudnya seperti tanaman bunga yang ditanam dalam pot kecil dan penuh dikelilingi cacing. Namun, sekali santap dijamin membuat ketagihan. Cacing yang dimaksud adalah jeli, sedangkan tanah sebagai media tanam merupakan es krim yang siap santap.

Selain itu ada pula tempat jual makanan yang sudah melegenda. Tempat yag dimaksud yaitu Thiwul Ayu Mbok Sum. Pengunjung bisa membeli oleh-oleh makanan khas yang diolah dari tepung gaplek, gula, dan kepala. Dijamin rasanya membuat lidah bergoyang. Rasa gurih dan manis dari kelapanya pun membuat Thiwul ini menjadi jajanan wajib coba saat main atau berwisata ke hutan pinus Mangunan.

2 years ago Artikel , Tempat Wisata

Pantai Kesirat, Tempatnya Mancing dan Lihat Sunset

Yogyakarta tidak ada habisnya untuk dibicarakan, baik budayanya, seninya, kulinernya bahkan pesona alamnya. Untuk melihat pesona alam yang indah, Anda bisa mengunjungi salah satu pantai di Gunung Kidul, namanya pantai Kesirat. Ada juga yang menyebutnya pantai Gesirat.

Meski tidak sepopuler pantai-pantai lainnya di Wonosari Gunung Kidul, namun pantai ini memiliki keunikan tersendiri dan panorama sunset yang mempesona. Pantai Kesirat tidak tidak memiliki hamparan pasir seperti pantai pada umumnya. Karakter pantainya mirip seperti pantai Ngungap di Gunug Kidul. Pantai ini hanya berupa tebing yang berbatasan langsung dengan laut lepas. Anda bisa menikmati panorama laut selatan serta debur ombak yang eksotis dari atas tebing ini.

Pantai Kesirat memiliki ciri khas seperti pantai Pantai Pok Tunggal, yakni adanya sebuah pohon, nama pohon tersebut adalah pohon Gebangkoro. Waktu Sore adalah waktu yang tepat untuk mengujungi pantai ini karena kita bisa secara langsung melihat Sunset atau matahari tenggelam. Gradasi warna kuning matahari berpadu dengan birunya langit melatarbelakangikeindahan pohon sebagai latar depanmenciptakan suasana matahari terbenam yang sangat indah. Apabila Anda ingin lebih menikmati pantai ini, Anda bisa camping di atas tebing ini sambil menikmati sunset yang memukau.

Untuk menuju Pantai Kesirat, ada baiknya menggunakan kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Anda bisa menikmati berbagai pengalaman menyenangkan saat mengunjungi pantai tersebut. Bisa dikatakan, pantai tersebut masih alami. Artinya memang belum banyak dikunjungi.

Pantai ini sering digunakan oleh kelompok nelayan lokal untuk menangkap ikan dan juga lobster. Di sini sedikitnya ada 3 kelompok nelayan yang tiap hari mengais rejeki dari menangkap ikan di pantai ini. Banyak tali-tali tambang yang ada dan digunakan untuk memasang jaring. Biasanya mulai sore bakda ashar mereka mulai memasang jaring dan paginya mereka angkat hasil jaringannya. Ikan yang didapatnya pun tidak tentu kadang sedikit, kadang banyak juga, tetapi rata-rata bisa mendapatkan hasil tangkapan diatas 30 kilogram. Namun bagi pengunjung yang mau mancing, siap-siap membawa perbekalan pancing yang lengkap, karena kadang kail bisa mengenai batu karang.

Yang perlu diperhatikan lagi adalah Anda harus membawa payung/topi serta perbekalan konsumsi yang cukup, karena di sekitar pantai belum ada yang berjualan makanan maupun minuman. Di dekat pantai Kesirat terdapat pantai pasir putih yang sangat bagus, namanya pantai Wohkudu. Untuk informasi, lokasi dan rute menuju pantai Wohkudu akan saya tuliskan pada artikel berikutnya.

Lokasi Pantai

Pantai Kesirat terletak di Desa Girikarto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul. Tidak ada papan yang menunjukkan jalan ke pantai kesirat ini, jadi Anda harus lebih kreatif untuk menanyakan kepada warga setempat.

2 years ago Artikel , Wisata Pantai

Warna-Warni Ikan dan Tantangan Reef Break di Pantai Krakal Gunung Kidul

Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Selain wisata budayanya, Yogyakarta juga memiliki beberapa objek wisata alam yang menarik banyak wisatawan untuk berwisata kesana. Salah satu objek wisata alamnya adalah pantai Krakal yang merupakan pantai di Kabupaten Gunung Kidul.

Pantai ini memang sudah lama terkenal sebagai pantai di ujung di selatan Yogya yang memiliki keindahan yang menyedot banyak perhatian. Warna-warni ikan di Pantai Krakal Gunung Kidul Pantai Krakal Gunung Kidul memiliki garis pantai yang landai, memiliki pasir putih dan hempasan ombak yang jernih. Pantai ini dihiasi dengan batu karang yang berada di sebagian besar bibir pantainya. Bebatuan karang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan dengan warna-warni yang menarik.

Ikan-ikan yang berada di batu karang ini diantaranya ikan damselfish, ikan butterflyfish, ikan-ikan kecil, dan juga bintang laut. Ikan damselfish adalah ikan kuning yang memiliki akses biru di punggung. Sedangkan ikan butterflyfish atau dikenal juga dengan nama ikan kepe-kepe adalah ikan dengan garis-garis biru tua dan biru muda. Ikan-ikan kecil yang suka berenang di bebatuan pantai krakal adalah ikan kecil yang berwarna biru terang. Warna-warni ikan yang berenang di antara batu karang ini menjadi pemandangan yang menarik. Selain di pinggiran pantai, di lepas pantai juga terdapat batu karang yang menyembul ke permukaan. Sembulan batu karang seolah membentuk sebuah jalan setapak di lautan. Beberapa nelayan yang melintas di deretan panjang batu karang ini seringkali melepas joran untuk menangkan umbel, sejenis hewan laut. Umbal ini biasa diolah menjadi makanan berupa rempeyek yang gurih.

Pantai Krakal Gunung Kidul tak hanya memiliki pemandangan pantai yang eksotis namun juga mempunyai ombak yang cocok untuk bermain selancar. Untuk bermain dengan ombak pantai krakal, surfer atau peselancar, terlebih dahulu berjalan menuju deretan batu karang di lepas pantai untuk selanjutnya dapat menyongsong ombak pantai krakal. Ombak pantainya adalah ombak dengan tipe reef break.

Bermain ombak reef break merupakan kegiatan selancar yang cukup menantang. Surfer harus sangat berhati-hati karena dasar laut pantai krakal didominasi oleh batu karang. Waktu terbaik untuk bermain ombak di pantai ini adalah antara bulan maret dan September. Antara bulan ini adalah saat dry season dan merupakan waktu terbaik untuk menunggu barrel ombak.

Rute Menuju ke Pantai

Menuju ke pantai ini cenderung mudah menggunakan kendaraan pribadi atau dengan sewa mobil di Jogja atau sewa motor, karena belum ada akses kendaraan umum menuju ke destinasi wisata pantai Gunung Kidul tersebut. Kalau dari Yogyakarta, arahkan kendaraan Anda menuju Piyungan kemudian Patuk. Dari Patuk menuju ke Sambipitu sampai kota Wonosari, dari kota Wonosari Anda akan menemukan petunjuk arah menuju ke pantai-pantai Gunung Kidul seperti pantai Baron, pantai Krakal, Pantai Kukup, dll.

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^