Menu
×

Category Archives: Wisata Kuliner

Bakmi Jawa Mbah Gito yang Sangat “Jawa”

Selain gudeg, Yogyakarta adalah kota yang terkenal akan bakmi jawanya. Salah satu gerai bakmi jawa yang terkenal adalah Bakmi Jawa Mbah Gito. Letaknya di jalan Nyi Ageng Nis No. 9, Rejowinangun, Kotagede, Yogyakarta, membuat pengunjung harus rela “blusukan” demi dapat menikmati bakmi di sini. Meskipun demikian, pengunjung dijamin tidak akan kecewa ketika sampai di lokasi ini. Warung makan ini sangat “jawa”. Tidak hanya dari menu yang disajikan, namun juga dari desain interior dan eksteriornya yang sangat kental akan nuansa jawa. Struktur utama bangunan warung makan ini adalah kayu, yang menurut sang pemilik diambil dari bekas kandang sapi dan juga batang kelapa. Selain itu, para pelayan di sini juga mengenakan pakaian adat Jawa yakni kebaya lurik bagi pelayan perempuan, dan surjan lengkap beserta blangkon untuk pelayan laki-laki. Pada malam Minggu, pertunjukan karawitan juga kerap digelar di sini sehingga nuansa jawanya semakin kental.

Kesuksesan Bakmi Jawa Mbah Gito tentu tidak terjadi begitu saja. Pada mulanya, warung yang pertama kali dibuka pada tahun 2008 ini tidak memiliki banyak pengunjung seperti sekarang. Bahkan pada tahun 2011 sang pemilik hampir saja menutup warung makan ini karena tidak mampu menjual banyak porsi bakmi. Namun karena kegigihan dan semangat pantang menyerah, mbah Gito akhirnya berusaha memperbaiki cita rasa bakminya. Selain itu, beliau juga mulai gencar mempromosikan usahanya dengan mengirimkan bakmi buatannya kepada pejabat daerah untuk membantu mengenalkan usaha bakmi ini dari mulut ke mulut. Alhasil, bakmi jawa ini kini ramai diserbu pengunjung, terutama pada saat musim liburan.

Bakmi Jawa Mbah Gito

Sumber Gambar : Akun Instagram @lensamaceyi

Mie yang digunakan untuk membuat bakmi adalah asli buatan sang pemilik. Sedangkan untuk ayam kampung yang digunakan sebagai suwiran dan bumbu kaldu, mbah Gito memilih untuk mendatangkannya langsung dari daerah Wonosari, Gunungkidul dengan alasan ayam kampung di sana memiliki rasa yang khas dan berbeda dengan ayam jawa yang lain pada umumnya. Untuk menambah cita rasa agar gurih, telur bebek pun turut dicampurkan ke dalam olahan bakmi.

Selain bakmi, Bakmi Jawa Mbah Gito juga menyediakan beberapa menu lain seperti nasi goreng, Magelangan (campuran antara nasi dan bakmi), capcay, ayam rica-rica, fuyunghay, gado-gado, soto, lotek, hingga kupat tahu. Pada saat artikel ini diunggah, harga bakmi godong (rebus) dan goreng di sini adalah Rp 12.000,- sedangkan bakmi spesial dijual seharga Rp 17.000,-.

Lokasi Bakmi Jawa Mbah Gito di Google Map:

Suasana warung makan yang sangat jawa serta rasa bakmi yang lezat menjadikan Bakmi Jawa Mbah Gito sebagai tujuan wisata kuliner di Yogyakarta, baik oleh wisatawan lokal maupun mancanegara. Tak jarang pengunjung yang pernah makan di sini akan kembali lagi datang beserta rombongan besar keluarga ataupun teman-teman dekat.

Kuliner Lainnya di Yogyakarta:

Mencicipi Kenikmatan Ala House of Raminten
Mangut Lele Mbah Marto, Cita Rasa Dalam Kesederhanaan

Mangut Lele Mbah Marto, Cita Rasa Dalam Kesederhanaan

Biasanya, kegiatan traveling erat kaitannya dengan makanan. Mengapa? Tentu karena makanan merupakan sumber energi kita saat bepergian. Termasuk ketika wisatawan berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta, pasti kuliner adalah salah satu yang paling dicari. Tidak hanya hidangan gudeg yang menjadi ciri khasnya, Yogyakarta ternyata juga memiliki kuliner Mangut Lele Mbah Marto. Kuliner yang termasuk dalam salah satu kuliner legendaris di Yogyakarta ini menggunakan lele sebagai bahan dasarnya.

Hidangan Mangut Lele Mbah Marto sebenarnya adalah olahan ikan lele yang dipadukan dengan bumbu mangut. Mangut sendiri merupakan sebuah racikan dari berbagai macam bumbu rempah khas Jawa seperti bawang merah, bawang putih, kunyit, cabai, jahe, dan lengkuas yang dihaluskan. Sedangkan untuk ikan lelenya diolah dengan cara diasap setelah ditusuk dengan batang pelepah. Setelah matang, daging ikan lele tetap utuh meski teksturnya lembut. Selain itu, bumbu yang meresap ke dalam daging ikan lele ditambah kuah dengan rasa manis dan gurih semakin melengkapi kelezatan dari hidangan ini.

Mangut Lele Mbah Marto

Sumber Gambar : Akun Instagram @festywp

Warung Mangut Lele Mbah Marto sangatlah sederhana. Letaknya pun di perkampungan yang cukup jauh dari kota. Dalam mengelola warungnya, Mbah Marto dibantu oleh anak-anak dan saudaranya. Perempuan berusia 92 tahun bernama lengkap Marto Dirjo tersebut telah berjualan sejak tahun 1960-an. Waktu itu, dia menjajakan jualannya dengan cara berjalan kaki. Makanan-makanan seperti nasi gudeg, opor ayam, sambel krecek, dan mangut lele dimasukkan ke dalam tempat semacam bakul yang digendongnya dari rumah hingga Pasar Beringharjo. Namun sejak tahun 1989, Mbah Marto tidak lagi berjalan kaki melainkan berjualan di rumahnya hingga sekarang.

Saat memasuki bagian dalam dapurnya kita akan melihat masakan-masakan yang telah siap dihidangkan di atas semacam kursi panjang dari bambu. Pengunjung dipersilahkan untuk mengambil menu pilihannya sendiri sesuai selera. Baskom-baskom berisi lauk pauk berupa opor ayam, garang asem, telur, tempe bacem, sambel krecek, gudeg, mangut lele dan oseng-oseng daun pepaya menggugah selera pengunjung dengan aroma dan tampilannya yang memikat.

Mangut Lele Mbah Marto dalam Google Map:

Keramah tamahan merupakan salah satu nilai plus dari warung ini. Seringkali antara Mbah Marto dan pengunjung terlibat dalam percakapan yang bersifat kekeluargaan. Tak heran, mengunjungi tempat ini terasa seperti mengunjungi saudara yang berada di kampung. Tak hanya itu, dengan kondisi warung yang sangat sederhana tersebut terkadang terlihat pengunjung asing yang berasal dari luar negeri yang tertarik untuk mencoba kuliner khas Yogyakarta ini, sebagai bukti dari kepopuleran tempat ini. Bagi para wisatawan yang ingin mencoba kenikmatan dari Mangut Lele Mbah Marto, dapat berkunjung ke Dusun Nggeneng, Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Bantul, Yogyakarta. Warung makan yang buka dari jam 10 pagi hingga 5 sore ini selalu terbuka bagi siapapun yang siap untuk merasakan kenikmatan masakan tradisional khas Yogyakarta.

Baca Juga:

Nasi Belut Sederhana Sego Welut Mbak Surani
Mencicipi Kenikmatan Ala House of Raminten

Mencicipi Kenikmatan Ala House of Raminten

Sebuah rumah makan atau restoran identik dengan menu yang berbeda dengan yang dijual di warung. Seringkali, orang ingin menikmati masakan warung namun menjadi tidak berminat dengan adanya tampilan warung yang cenderung gelap, sempit, ataupun kotor. Namun, ada yang sedikit berbeda di Yogyakarta. House of Raminten hadir dengan sajian menu tradisional namun dengan rasa dan tampilan semewah restoran. Rumah makan tiga lantai ini beroperasi selama 24 jam dan mampu menampung pengunjung dalam jumlah besar sekalipun.

House of Raminten telah didirikan sejak 26 Desember 2008, oleh pendirinya yang bernama Hamzah Sulaeman. Hamzah yang merupakan penerus dari Grup Mirota (salah satu grup lawak legendaris) ini memutuskan untuk tidak menamai rumah makan ini dengan embel-embel Mirota, namun justru mengambil nama dari perannya di acara berjudul “Pengkolan” di Jogja TV dengan nama tokoh Raminten. Akhirnya, nama tersebut digunakan untuk nama rumah makan yang masih berdiri hingga sekarang dan bahkan telah membuka beberapa anak cabang di sekitar Yogyakarta.

House of Raminte

Sumber Gambar : Akun Instagram @niaa.nioo

Rumah makan ini memiliki tampilan yang elegan dengan menonjolkan sisi tradisionalnya yang mampu membuat pengunjung merasa betah, ditambah lagi dengan adanya aroma dupa yang mengisi setiap ruangan. Pada bagian teras terdapat resepsionis beserta perabotan seperti televisi, kereta kencana, dan sepeda kuno yang disediakan untuk kebutuhan berfoto bagi para pengunjung. Di tengah-tengah area rumah makan terdapat pendopo yang kini berfungsi untuk tempat makan tambahan. Pada bagian belakang, terdapat kamar mandi yang lengkap dengan bathtub serta fasilitas toilet yang dekat dengan kandang kuda pada bagian paling belakang. Dengan kapasitas ruang makan tiga lantai, rumah makan ini dapat menjamu pengunjung dalam jumlah besar sekalipun.

Menu yang disajikan dalam House of Raminten cukup unik. Yang pertama adalah “Nasi Kucing PakteDouble” yang sebenarnya merupakan nasi kucing biasa seperti yang dijual di angkringan namun dengan dengan tampilan yang lebih bersih dan rapi, di tambah seporsi nasi lagi, “pakte” (pakai telur) tentunya. Selain “pakte”, juga terdapat pilihan “tante” yang berarti tanpa telur. Menu berikutnya adalah “Nasi Liwet”, yang cukup langka untuk didapatkan karena sering diburu oleh para pengunjung. Menu lainnya yang cukup unik adalah “Ayam Koteka”, yaitu olahan ayam yang dicampur dengan telur lalu disajikan dalam sebilah bambu, mirip dengan pakaian adat Koteka. Selain makanan, rumah makan ini juga menyediakan minuman tradisional, aneka macam susu hingga jamu.

Lokasi House of Raminten Kotabaru:

Dengan seluruh daya tariknya, rumah makan ini memang menjadi magnet tersendiri bagi para pengunjung maupun wisatawan. House of Raminten berada di Jalan FM Notono 7, Kotabaru, Gondokusuman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagi para penikmat kuliner nusantara tentu tidak boleh melewatkan sajian khas dari rumah makan ini ketika berkunjung ke Yogyakarta.

Wisata Kuliner di Jogja :

Gudeg Manggar yang Langka dan Legendaris Dari Yogyakarta
Nasi Belut Sederhana Sego Welut Mbak Surani

Nasi Belut Sederhana Sego Welut Mbak Surani

Apabila Anda berkunjung ke Yogyakarta dan ingin menghabiskan liburan Anda dengan wisata kuliner, Anda harus mencoba Sego Welut Mbak Surani. Seperti yang tertulis dalam namanya, rumah makan ini menyajikan makanan yang menjadi ciri khas daerah Godean, yaitu nasi dengan belut sebagai lauknya. Walaupun menu makanannya terlihat sangat sederhana, yang juga didukung oleh kecilnya bangunan dari rumah makan ini sendiri, nasi belut ini sudah dikenal oleh banyak masyarakat Yogyakarta dan wisatawan yang sering berkunjung ke Yogyakarta, bahkan nasi belut buatan Mbak Surani ini dianggap sudah menjadi bagian dari Yogyakarta sejak zaman dahulu. Jadi, Anda harus menyempatkan untuk berkunjung ke rumah makan Mbak Surani untuk mencicipi nasi belut.

Mungkin Anda sudah bisa menebak bahwa rumah makan Sego Welut Mbak Surani terletak di daerah Godean mengingat rumah makan ini menyajikan makanan khas daerah Godean, yaitu nasi belut. Benar, makanan ini terlihat sangat sederhana, bahkan mungkin Anda bertanya-tanya apa yang spesial dari menu tersebut. Walaupun makanan ini terlihat sangat sederhana, makanan ini sangat digandrungi oleh masyarakat Yogyakarta dan wisatawan yang bertandang. Banyak dari mereka yang mengatakan bahwa sambal yang digunakan sebagai pelengkap dalam makanan memiliki cita rasa yang sedikit pedas yang sangat cocok untuk membangkitkan selera makan. Selain itu, belut yang digunakan juga sangat renyah. Saat tulisan ini dibuat, untuk mencicipi masakan ini, Anda hanya harus membayar 6 ribu Rupiah.

Sego Welut Mbak Surani

Sumber Gambar : bp.blogspot.com

Selain menyajikan nasi belut, Sego Welut Mbak Surani juga menyediakan sejumlah menu lain, seperti mangut lele. Apabila Anda sebelumnya pernah mencicipi nasi belut Mbak Surani, sambal yang digunakan dalam makanan tersebut pada dasarnya adalah kuah mangut yang sama yang digunakan dalam makanan ini. Walaupun bukan menu utama rumah makanan ini, mangut lele ini juga merupakan makanan yang sangat digemari oleh pengunjung yang pernah bertandang ke rumah makan ini. Apabila nasi belut sudah habis dipesan, pengunjung yang datang akan memilih makanan ini sebagai hidangan utama mereka. Dengan daging lembut dan bumbu yang meresap ke dalam ikan lele, tidak heran makanan ini menjadi unggulan dari rumah makan ini.

Terletak di seberang Pasar Godean yang terletak di Jalan Raya Godean, Anda akan heran melihat bahwa rumah makan ini sebenarnya sangat kecil apabila dibandingkan dengan rumah makan lainnya. Sego Welut Mbak Surani menempati bangunan di sebelah lapangan parkir motor Pasar Godean. Ketika Anda memasuki rumah makan ini, Anda akan langsung memasuki ruangan berlapis tikar yang menjadi tempat duduk pengunjung yang datang di mana Anda langsung bisa melihat Mbak Surani memasak makanan. Jangan kecewa dulu, karena makanan yang tersedia akan memanjakan lidah Anda.

Kuliner Lainnya:

Entog Slenget Turi, Kuliner Pas Bagi Pecinta Pedas
Gudeg Manggar yang Langka dan Legendaris Dari Yogyakarta

Gudeg Manggar yang Langka dan Legendaris Dari Yogyakarta

Setiap orang yang berkunjung ke Daerah Istimewa Yogyakarta tentu akan mencoba untuk menikmati kulinernya. Bagi sebagian besar wisatawan, gudeg merupakan salah satu kuliner yang paling dicari. Umumnya, ketika berkunjung ke Yogyakarta mereka tidak akan melewati kesempatan untuk mencicipi gudeg.  Salah satu varian gudeg yang terdapat di Yogyakarta adalah Gudeg Manggar. Gudeg ini tidak seperti gudeg pada umumnya yang menggunakan olahan nangka sebagai bahan dasar. Gudeg ini menggunakan bunga kelapa untuk digunakan sebagai bahan utamanya.

Sejarah dari Gudeg Manggar ini ternyata telah tercipta sejak 500 tahun lalu dan awalnya diracik oleh Puteri Pembayun yang merupakan istri dari Ki Ageng Mangir, seorang pemimpin Perdikan Mangir. Puteri Pembayun sendiri merupakan putri Panembahan Senopati, pendiri sekaligus sultan Mataram Islam pertama. Puteri Pembayun dinikahkan ayahnya sebagai strategi untuk menaklukkan Perdikan Mangir yang saat itu selalu berseberangan dengan Kesultanan Mataram Islam yang baru berdiri. Karena menyaksikan di daerah Mangir terdapat banyak pohon kelapa yang tumbuh dan sebagai lahan penghidupan utama dari penduduk, Puteri Pembayun akhirnya berinisiatif untuk membuat varian gudeg jenis baru dari bahan dasar bunga kelapa. Kini, gudeg ini tidak hanya terdapat di daerah Mangir saja, melainkan sudah menyebar hingga daerah Srandakan yang masih merupakan wilayah Bantul.

Gudeg Manggar

Sumber Gambar : Akun Instagram @gudegmanggar_bu_tjondro

Meski tidak sepopuler gudeg berbahan dasar nangka, penjual gudeg jenis ini tidak hanya seorang. Penjual gudeg jenis ini dapat kita temukan di sekitar Daerah Istimewa Yogyakarta. Beberapa memilih untuk berjualan di rumahnya sendiri karena umumnya mereka lebih melayani pesanan dalam jumlah besar untuk acara maupun pesta daripada melayani tamu perseorangan yang datang. Bagi sebagian penjual, berjualan gudeg dari bunga kelapa ini adalah sebagai bentuk usaha mereka dalam mempertahankan eksistensi dan sejarah dari Gudeg Manggar.

Dalam sehari, warung gudeg bisa menghabiskan hingga 20 kg manggar atau bunga kelapa pilihan. Pada masa lebaran, persediaannya bisa mencapai dua kali lipatnya. Untuk memilih bunga kelapanya pun diperlukan pengetahuan khusus. Kelangkaan dari bunga kelapa itu sendiri juga menjadi tantangan para penjual gudeg jenis ini. Di warung-warung, gudeg ini disajikan dengan nasi putih hangat dilengkapi dengan manggar dan krecek untuk yang standar. Bagi yang ingin tambahan lauk, dapat mencoba ayam kampung dan telur yang telah dibumbui sedemikian rupa untuk menambah cita rasanya.

Gudeg Manggar

Sumber Gambar : Akun Instagram @gudegmanggar_bu_tjondro

Meski jumlahnya tidak sebanyak warung gudeg yang berbahan dasar nangka, warung gudeg yang menjual gudeg berbahan bunga kelapa ini kerap melayani tamu dari keraton Yogyakarta yang memang menyukai gudeg jenis ini. Gudeg yang sudah diakui kenikmatannya oleh pakar kuliner Bondan Winarno dan pakar kecantikan Mooryati Soedibyo ini telah mampu membuktikan eksistensinya di jaman modern. Bagi para wisatawan yang ingin menikmati Gudeg Manggar dapat mengunjungi daerah Bantul sambil menikmati liburan di kota Yogyakarta.

Baca Juga Kuliner Jogja Lainnya:

Menikmati Kuliner Legendaris Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo di Yogyakarta
Entog Slenget Turi, Kuliner Pas Bagi Pecinta Pedas

Entog Slenget Turi, Kuliner Pas Bagi Pecinta Pedas

Sebagian besar orang Indonesia merupakan pecintakuliner pedas. Beberapa diantaranya bahkan fanatik dengan masakan pedas. Daerah Istimewa Yogyakarta yang populer dengan gudegnya yang cenderung tidak pedas, rupanya memiliki sajian lokal bernama Entog Slenget Turi. Penamaan masakan dengan imbuhan kata “turi” sebenarnya bukan merujuk pada kembang turi (pelengkap pada hidangan nasi pecel), namun merupakan nama lokasi tempat kuliner tersebut berada. Dengan adanya kuliner ini, wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta yang ingin mendapatkan masakan dengan cita rasa pedas dapat mencobanya.

Dilihat dari asal katanya, “entog” merupakan sejenis unggas yang mirip itik yang berasal dari daratan Amerika. Jenis unggas ini memiliki nama latin Cairinamoschata. Sedangkan “slenget” merujuk pada jenis masakan yang mirip dengan semur. Penyajiannya juga cukup sederhana, yaitu berupa potongan-potongan kecil daging ayam di dalam kuah berwarna kecoklatan, dan tentunya bercitarasa pedas. Perlu diketahui, jenis unggas entog ini memiliki tekstur yang kenyal sehingga untuk mengolahnya pun harus dengan perlakuan khusus.

Seperti pada salah satu warung makan di Yogyakarta yang menyajikan hidangan Entog Slenget Turi, dengan keahlian penjualnya tekstur kenyal dari daging entog disulap menjadi hidangan yang terbukti disukai oleh banyak orang. Warung makan yang menjual hidangan berbahan dasar daging entog ini umumnya juga menjual balungan (tulang yang masih ada dagingnya yang menempel) dan ati ampela, tentunya dengan cita rasa pedas, asin dan manis.

Entog Slenget Turi

Sumber Gambar: Akun Instagram @jogjafoodhunter

Untuk dapat menikmati hidangan Entog Slenget Turi di warung makan pada umumnya, pengunjung diharapkan bersabar karena proses memasaknya yang masih tradisional sehingga membuat penyajiannya menjadi sedikit lebih lama. Namun jangan khawatir, setelah disajikan aroma dari rasa pedas dan rempahnya yang menggoda akan membuat kita lupa seberapa lama pun kita menunggu. Jangan kaget, lewat suapan pertama saja pengunjung sudah dapat merasakan pedasnya hidangan ini. Untuk yang kurang tahan dengan rasa pedas, bisa menikmatinya dengan nasi putih hangat untuk mengurangi rasa pedasnya.

Bagi pecinta kuliner pedas, masakan entog ini bisa menjadi salah satu tantangan. Hidangan entog ini tersedia dalam beberapa level pedas. Level super pedas merupakan yang terfavorit dari para pecintakuliner pada umumnya. Bagi yang ingin mencari, hidangan entog ini dapat ditemukan di sekitar Pasar AgropolitanPules Turi, yang buka biasanya pada sore hari. Sebaiknya bagi para pemburu kuliner yang ingin mencicipi Entog Slenget Turi ini segera bergegas sebelum tulisan tanda habis terpasang. Karena dalam sehari warung makan yang menjual masakan entog ini dapat menghabiskan 12 hingga 15 ekor entog. Jangan salah, entog sebanyak itu tidak akan habis dalam waktu seharian melainkan cukup beberapa jam saja sejak warung buka.

Baca juga Kuliner Lainnya:

Sate Klatak Pak Pong yang Unik dan Menarik
Menikmati Kuliner Legendaris Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo di Yogyakarta

Menikmati Kuliner Legendaris Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo di Yogyakarta

Penggemar bakmi harus mencoba Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo jika sedang berada di kota Yogyakarta. Rasa kuahnya yang segar membuat bakmi ini selalu ramai pengunjung. Sebenarnya, Bakmi Dua Djaman dan Bakmi Mbah Mo adalah dua outlet bakmi yang berbeda. Namun, mereka berasal dari satu induk yang sama. Adalah Atmo Wiyono, atau yang dikenal dengan Mbah Mo pertama kali merintis usaha ini di Bantul, Yogyakarta. Beberapa tahun kemudian, menantunya, Murlidi, memutuskan untuk membuka usaha yang sama setelah pensiun dari pekerjaan lamanya sebagai seorang supir di BKKBN. Dari sinilah nama “Dua Djaman” berasal, yang berarti bisnis dari generasi ke dua, meskipun tidak langsung. Setelah Mbah Mo meninggal dunia, sang menantu, Murlidi dikenal luas sebagai “Mbah Mo”.

Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo terletak di dua lokasi yang berbeda. Bakmi Dua Djaman memiliki lokasi yang lebih strategis dan mudah ditemukan, yaitu di Jalan Parangtritis, Mergangsan yang dekat dengan keramaian. Sedangkan Bakmi Mbah Mo terletak di desa Code, Bantul. Jika ingin menikmati Bakmi Mbah Mo untuk pertama kali, tanyalah kepada penduduk di sekitar Bantul. Karena rasanya yang telah melegenda, hampir semua orang di Yogyakarta mengetahui lokasi bakmi ini. Penikmat kedua bakmi ini beragam, mulai dari pakar kuliner seperti Bondan Winarno, pejabat negara seperti Gus Dur, hingga orang biasa dari penjuru nusantara.

Bakmi Mbah Mo

Sumber Gambar: Akun Instagram @vivirahayu

Keistimewaan kedua bakmi ini terletak pada kuahnya yang segar dan khas. Kuah untuk bakmi ini dibuat dari campuran telur ayam dan telur bebek. Dalam sehari, Mbah Mo menghabiskan setidaknya 200-250 butir telur dan 20 kg mie telur. Untuk menjaga kualitas rasa, bumbu bakmi baru diracik ketika dipesan. Tidak heran jika pengunjung harus rela menunggu lama demi satu porsi Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo. Maka dari itu, muncul ungkapan bahwa Bakmi Dua Djaman memiliki arti bakmi yang membutuhkan waktu 2 jam-an untuk disajikan. Meskipun demikian, pengunjung tetap rela untuk antri di kedua lokasi bakmi ini lantaran rasanya yang tidak ada duanya.

Umumnya, pengunjung yang datang ke lokasi Bakmi Dua Djaman adalah pengunjung yang kehabisan bakmi di Bakmi Mbah Mo. Meskipun banyak juga yang memang sengaja untuk memilih makan bakmi di tempat ini. Salah satu yang membedakan kedua bakmi ini adalah suasananya. Pengunjung yang menyukai suasana pedesaan akan memilih Bakmi Mbah Mo. Sedangkan yang menyukai suasana kota akan memilih Bakmi Dua Djaman.

TKP Bakmi Mbah Mo di Google

Di manapun tempatnya, baik Bakmi Dua Djaman/ Bakmi Mbah Mo sama-sama telah menjadi ikon kuliner yang legendaris di Yogyakarta. Banyak orang yang sengaja singgah ke kota Yogyakarta hanya sekedar untuk menikmati bakmi di kedua tempat ini.

Tempat Kuliner Menarik Lainnya:

Sop Kaki Kambing Bang Udin untuk Makan Malam Lebih Spesial
Sate Klatak Pak Pong yang Unik dan Menarik

Sate Klatak Pak Pong yang Unik dan Menarik

Satu lagi tempat makan di Yogyakarta yang perlu Anda coba Sate Klatak Pak Pong. Bagi Anda para pecinta kuliner sate klatak ini dapat Anda jadikan pilihan yang tepat. Anda dapat menikmati olahan kambing yang disate namun berbeda dengan sate kambing pada umumnya. Keunikannya inilah yang membuat para pengunjung yang awalnya penasaran menjadi ketagihan. Jika Anda adalah salah satunya maka Anda dapat mengunjungi warung sate ini langsung yang berlokasi di jalan Imogiri Timur km 7, Wonokromo, Bantul, Yogyakarta.

Sate Klatak Pak Pong terkenal unik karena tampilannya yang berbeda. Sate klatak adalah sate yang terbuat dari daging kambing muda yang dibakar dengan tusukan kambing yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya sate kambing memakai tusukan bambu sedangkan sate klatak di sini menggunakan jeruji sepeda. Tusukan ini memiliki maksud dan tujuan tersendiri, karena sate klatak memiliki ukuran daging yang lebih besar dari biasanya maka tusukan ini bertujuan untuk membuat sate matang hingga ke dalam. Jadi Anda tidak perlu khawatir jika dagingnya tidak matang.

Sate Klathak Pak Pong

Sumber Gambar : Akun Instagram @estideje

Selain itu untuk bumbu, Sate Klatak Pak Pong ini dibakar hanya dengan menggunakan garam dan merica saja. Lalu selanjutnya akan disajikan dengan kuah gulai bukan bumbu kacang dan kecap seperti sate kambing biasa. Dengan begitu daging kambing terasa lebih gurih hingga bagian dalam. Pada warung makan ini kuah gulainya yang dapat meningkatkan cita rasa menjadi lebih nikmat. Kuahnya yang nikmat membuat bumbu sate klatak yang sederhana memiliki rasa yang menarik hati pelanggan untuk makan sate klatak ini.

Untuk satu porsi sate klatak ini Anda akan mendapatkan dua tusuk sate klatak di atas piring dengan kuah gulai sebagai bumbunya. Jangan bayangkan bahwa porsi ini kurang untuk satu porsi nasi putih. Seperti yang disebutkan diatas bahwa sate klatak memiliki ukuran daging yang lebih besar dari sate pada umumnya sehingga porsi ini dapat dikatakan sangat cukup untuk menghabiskan satu piring nasi. Kuah gulai yang kaya rempah-rempah dengan rasa sedikit pedas menambah cita rasa. Jika dirasa kurang pedas Anda dapat menambahkan cabe rawit segar yang tersedia diatas meja.

Lokasi Google Map Sate Klathak Pak Pong

Jumlah pengunjung yang begitu ramai membuat Anda akan merasakan antrian yang cukup lama. Hal ini akan terbayar dengan sate klatak yang baru dibakar dengan tampilan yang unik dan menarik dengan rasa yang istimewa ini. Soal harga yang ditawarkan juga sangat sesuai. Warung Sate Klatak Pak Pong ini buka setiap hari dari pukul 10.00 WIB sampai 24.00 WIB. Selain dari menyediakan sate klatak Anda juga dapat menikmati menu olahan kambing lainnya seperti sate kambing biasa, gulai, tongseng dan sebagainya.

Artikel Menarik Lainnya:

Wisata Unik Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta
Sop Kaki Kambing Bang Udin untuk Makan Malam Lebih Spesial

Sop Kaki Kambing Bang Udin untuk Makan Malam Lebih Spesial

Sop Kaki Kambing Bang Udin adalah salah satu wisata kuliner Yogyakarta yang perlu Anda coba. Lokasinya berada di jalan Cik Di Tiro dengan dua warung yang berdekatan atau lebih mudahnya lokasinya berada dekat dengan rumah sakit Panti Rapih. Dari lokasinya saja dapat diambil kesimpulan bahwa pengunjung yang sangat ramai membuat rumah makan ini memiliki dua tempat sekaligus. Bagi Anda para pecinta sop segera datang dan coba sendiri sop kambing yang lezat ini.

Anda dapat menikmati sop kambing ini hanya pada malam hari, yaitu pukul 18.00 sampai 22.00 WIB. Suasana yang malam hari yang sejuk menjadi waktu yang sangat tepat untuk menikmati hangatnya sop kambing ini. Sop Kaki Kambing Bang Udin ini tidak hanya menyediakan kaki atau kikil saja tapi Anda juga dapat memesan lidah, hati, jantung, jeroan, daging dan bagian kambing lainnya. Menu makanan sop kambing akan membuat makan malam Anda semakin spesial dengan pemandangan indah dari kota Yogyakarta pada malam hari.

Sop Kaki Kambing Bang Udin

Sumber Foto: Akun Instagram @ivayuliani

Soal rasa, Sop Kaki Kambing Bang Udin ini terletak pada kuah sopnya yang sangat nikmat. Anda tidak akan mencium bau khas kambing yang dapat mengganggu selera makan Anda justru aroma sop yang kental yang akan menyambut Anda. Untuk Anda yang takut memakan daging kambing karena masalah kesehatan, kuah sop yang nikmat dengan kaldu kambing asli ini saja sudah cukup memanjakan lidah. Terlebih lagi pada penyajiannya Anda diberikan emping di atasnya yang dapat membuat gurih rasa kuah sop tersebut. Rasa dari kuah sop kambing ini terasa sekali rempah-rempahnya yang dipadukan dengan rasa yang sedikit pedas membuat kenikmatan sop ini menjadi berkali lipat. Jika kurang pedas Anda dapat menambahkan sambal yang telah disediakan. Anda juga dapat menambahkan perasan jeruk secukupnya untuk membuat aroma dan cita rasa sop kambing semakin nikmat.

Untuk pemesanan pada rumah makan ini cukup unik. Anda diberikan kesempatan untuk memilih sendiri bagian kambing yang Anda inginkan. Setelah memilih isi sop kambing yang Anda inginkan maka pesanan Anda akan segera datang pada meja yang Anda tempati. Pengunjung untuk warung makan sop kambing ini sangat ramai sehingga Anda harus datang tepat waktu untuk mendapatkan jenis sop kambing yang Anda inginkan sebelum kehabisan. Jadi sangat disarankan sebelum memilih tempat duduk sebaiknya Anda memilih isi sop kambing Anda terlebih dahulu sebelum kehabisan.

Sop Kaki Kambing Bang Udin

Sumber Foto: Akun Instagram @dianekhawati

Cara memesan tersebut sangat efektif sehingga Anda akan mendapatkan isi sop yang sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Selain cita rasa cara memesan ini yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung yang setia menunggu untuk mendapatkan satu mangkuk sop kambing ini. Jadi tunggu apalagi segera datang dan pesan makan malam spesial Anda di rumah makan Sop Kaki Kambing Bang Udin. Selamat mencoba!

Lokasi Google Map Sop Kaki Kambing Bang Udin

Baca Juga:

Keanekaragaman Laut dengan Terumbu Karang di Pantai Sepanjang
Wisata Unik Pantai Sadeng, Gunung Kidul, Yogyakarta

Galabo Solo, Tempat Kuliner All-In-One dengan Hiburan Maksimal dan Biaya Terjangkau

Gladag Langen Bogan Solo, atau yang sering disebut dengan Galabo Solo merupakan tempat yang wajib Anda kunjungi apabila Anda berwisata ke Kota Solo. Tempat ini menyajikan banyak sekali kuliner khas Solo yang enak-enak, cocok dikunjungi bersama rombongan teman-teman ataupun keluarga. Terletak di daerah bernama Gladak di Solo, Galabo terletak di tepatnya Jalan Mayor Sunaryo. Pada pagi hingga sore hari tempat ini merupakan pusat perdagangan, yang berpusat pada Pusat Grosir Solo dan Beteng Trade Center Solo. Mulai pukul 5 sore, akses kendaraan bermotor pada jalan ini ditutup, agar warung-warung kuliner dapat beroperasi. Tempat ini selalu ramai pada malam hari dan terdapat banyak acara-acara pendukung yang ikut meramaikan suasana, seperti acara live music, yang tentu akan membuat waktu kebersamaan Anda makin seru dan berkesan.

Setelah jam 5 sore, sepanjang jalan tempat Galabo Solo, di kanan-kiri jalan mulai buka warung-warung yang menyajikan makanan-makanan khas Solo. Suasananya berbeda 180 derajat dengan siang hari yang akan membuat Anda pangling. Warung-warung yang buka di sini kebanyakan merupakan perwakilan dari rumah-rumah makan yang sudah terkenal di Kota Solo, namun ada juga yang buka sendiri. Total berjumlah kurang lebih 75 hingga 100 warung. Hidangan-hidangan terkenal seperti Bakso Alex, Sate Kere Yu Rebi, Nasi Liwet Keprabon, dan terutama Bebek Pak Slamet yang terkenal enak itu, dapat Anda jumpai di sini. Apabila tujuan Anda datang ke Solo mencari pengalaman kuliner yang tak terlupakan, tempat ini merupakan solusi all-in-one untuk Anda. Datang ke sini, dijamin besok-besok akan datang kembali hingga tiba waktunya Anda pulang ke kota asal Anda!

Galabo Solo

Sumber foto: akun instagram @jelajahsolo

Datang ke Galabo Solo cukup mudah, karena letaknya sendiri terletak di tengah kota. Dengan ukuran Kota Solo sendiri yang cukup kecil, perjalanan Anda dari sudut-sudut kota menuju ke tempat kuliner ini maksimal hanya memakan waktu 30 menit. Apalagi di dekat Galabo terdapat banyak sekali hotel-hotel dengan harga terjangkau. Dari hotel-hotel sepanjang Jalan Slamet Riyadi, Anda cukup naik becak dan dapat sampai di sana dengan cukup cepat. Mencari makanan pun jadi sangat mudah, apalagi harga makanan-makanan di Galabo sangat terjangkau, mulai dari 8 ribu Rupiah Anda sudah bisa menikmati sego liwet atau Sop Matahari yang lezat itu.

Selain harga terjangkau murah maksimal dengan hiburan yang juga maksimal, area kuliner ini menunjukkan wajah sesungguhnya kehidupan di Solo yang tenang namun sekaligus tidak melupakan semaraknya. Diresmikan pada tahun 2008 oleh Presiden Joko Widodo semasa masih menjabat sebagai walikota Solo, tempat ini merupakan bagian dari rancangan peningkatan jumlah wisatawan untuk mendongkrak pendapatan warga Solo. Lihat saja suasananya yang tak pernah mati, bahkan kadang hingga pukul 5 pagi.

Apabila Anda berencana datang ke Solo, jangan lupa datang juga ke Galabo Solo! Dijamin puas dan pulang dengan perut kenyang, dan ketagihan makanan-makanan Solo.

Baca juga : Wisata Kuliner Lainnya

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^
1
×
Halo, dengan RentalMobilJogja.ID. Ada yang mau ditanyakan?