Menu
×

Category Archives: Tempat Wisata

9 months ago Wisata Budaya

Berwisata Ziarah Di Makam Raja Imogiri: Makam-Makam Para Raja Mataram

Mendengar kata Imogiri, mungkin anda akan teringat dengan wisata Hutan Pinus Imogiri, salah satu wisata yang cukup hits di Imogiri, Jogja. Namun sebenarnya wisata di Imogiri tak hanya melulu soal hutan pinus. Ada banyak tempat wisata menarik lainnya yang layak dikunjungi. Bagi anda pecinta sejarah, mungkin Makam Imogiri menjadi tempat yang tak boleh terlewatkan saat berada di Imogiri, Jogja.

Makam Imogiri Jogja merupakan makam-makam milik Raja-Raja Mataram yang berada di Perbukitan Imogiri Bantul. Makam ini memang diperuntukkan bagi makam raja serta kerabat dari Kerajaan Mataram Islam beserta para keturunannya.

Harga Tiket Masuk

Wisata Makam Imogiri ini buka dari pukul 8 pagi hingga 4 sore. Untuk harga tiket masuknya sendiri, pengunjung tidak dibebankan biaya khusus. Hanya sukarela saja. Sehingga pengunjung bebas memberikan biaya tiket masuk ke dalam makam Imogiri.

IG @anthoniusrahardja

Lokasi Wisata

Wisata Makam Imogiri ini berada di Dsn Pajimatan, Girirejo, Imogiri, Bantul. Jaraknya sekitar 17,3 km dari kota Jogja. Untuk menempuh lokasi wisata, kurang lebih bisa memakan waktu hingga 45 menit dengan menggunakan kendaraan pribadi. Namun bagi anda yang tidak membawa kendaraan, anda dapat menggunakan minibus dari Kota Jogja.

Rute yang dapat ditempuh, anda bisa mengambil titik lokasi dari perempatan nol km kemudian belok kiri menuju perempatan Gondomanan. Setelah itu belok kanan ke jalan Brigjen Katamso. Dari perempatan jalan Parangtritis, anda bisa belok ke arah kiri menuju Jalan Kol. Sugiyono. Sesampainya di pertigaan belok ke Jalan Sisingamangaraja dan kemudian lurus terus ke Jalan Imogiri Barat. Setelah itu anda tinggal mengikuti papan penunjuk arah menuju Makam Imogiri.

Bagi Anda yang ingin bepergian ke Makam Raja Imogiri, Anda bisa menyewa di rental mobil Jogja yang banyak tersebar di wilayah Yogyakarta. Jogja Empat Roda salah satunya.

Baca Juga : Taman Sungai Mudal, Wisata Alam Baru di Kulonprogo

Wisata Ziarah

Tak hanya belajar banyak tentang sejarah, pengunjung yang datang dapat melakukan ziarah ke makam-makam Raja Imogiri ini. Pada bulan Suro, ada acara khusus yaitu upacara pembersihan “nguras”. Saat  memasuki area makam, ada 4 buah gentong dengan ukuran yang cukup besar dan dikenal sebagai Kong Enceh. Gentong ini berisikan air yang digunakan untuk membersihkan kaki para pengunjung yang datang.

Saat proses upacara pembersihan berlangsung, biasanya banyak para pengunjung yang datang dengan membawa botol maupun drijen dengan maksud mengambil air di dalam gentong. Banyak masyarakat yang menggunakan air tersebut untuk mencuci kaki, tangan hingga wajah dengan maksud mendapat berkah dan kesehatan.

TG @kinansiddik

Peraturan Khusus Bagi Pengunjung Yang Datang

Hingga kini, untuk bisa memasuki Makam Imogiri memang tidak bisa sembarang orang karena makam ini termasuk dikeramatkan. Ada persyaratan khusus yang harus dilakukan bagi pengunjung yang datang dan berziarah ke makam Imogiri.

  • Para pengunjung dilarang untuk menggunakan alas kaki
  • Dilarang membawa kamera
  • Dilarang membawa perhiasan, terutama yang berbahan emas
  • Mengenaka pakaian khas jawa. Untuk laki-laki menggunakan blangkon, kain, beskap, sabuk, Samir, dan timang. Sedangkan untuk wanita mengenakan kain panjang dan kemben
  • Pengunjung harus berbuat sopan, tidak boleh berburu, mencabut tanaman, dan mengambil kayu

Related Post : Fakta Menarik Gereja Ayam, Wisata Tersembunyi di Balik Hutan

9 months ago Tempat Wisata

Fakta Menarik Gereja Ayam, Wisata Tersembunyi di Balik Hutan

Siapa yang tidak mengenal film AADC2? Film yang laris manis ini sudah ditonton oleh 1 juta penonton bahkan hanya dalam waktu 5 hari saja. Bagi anda yang sudah menonton AADC2, tentunya anda masih ingat beberapa tempat-tempat unik yang dijadikan sebagai lokasi syuting. Salah satunya yaitu Gereja Ayam yang dikunjungi oleh Cinta (Dian Sastro) dan Rangga (Nicholas Saputra). Dinamakan Gereja Ayam karena bentuknya yang memang menyerupai ayam. Dibalik keindahan serta lokasinya yang tersembunyi. Ada fakta-fakta menarik yang bisa anda ketahui dari sini.

Harga Tiket Masuk

Bagi pengunjung yang ingin melihat langsung Gereja Ayam ini dapat membayar biaya tiket masuk sebesar Rp 10.000. Bisa dikatakan harga ini sangat terjangkau dan anda bisa bebas berfoto sesuai dengan keinginan.

IG @sigarwengi

Lokasi Wisata

Uniknya, lokasi wisata gereja ayam memang cukup tersembunyi di dalam hutan. Gereja ayam ini berlokasi di Bukit Rhema, daerah Setumbu. Magelang. Bagi anda yang ingin berkunjung, anda dapat mengambil titik keberangkatan dari Kota Magelang dan kemudian ambil jalur kearah Punthuk Setumbu. Ada banyak petunjuk yang mengarah menuju Gereja Ayam sehingga anda tak perlu khawatir jika harus tersesat. Nantinya jika anda sampai di lokasi parkir, anda harus melakukan pendakian hingga setinggi 150 m terlebih dahulu. Kondisi tanjakan memang cukup curam, sehingga pastikan kondisi sedang fit saat berkunjung ke tempat ini. Jika ingin informasi lebih lengkap Anda bisa memakai jasa rental mobil Jogja di website ini.

Sempat Terbengkalai Namun Laris Manis

Gereja ayam ini sebenarnya sudah terbengkalai dari tahun 1990an. Bangunan ini sebelumnya dijadikan tempat tinggal dan kemudian menjadi bangunan gereja. Desain bangunan ini dihiasi oleh ornament cantik dan vintage. Ada tangga yang berbentuk aneh yang dapat digunakan untuk naik ke lantai atas. Meskipun lama terbengkalai, bahkan ditumbuhi banyak tumbuhan. Akan tetapi bangunan ini masih kokoh dan megah. Banyak pengunjung yang datang ke tempat ini untuk melihat keindahan serta keunikan dari Gereja Ayam. Tak jarang gereja ayam juga dijadikan sebagai lokasi hunting foto.

Baca Juga : Mangut Lele Bu Is, Istimewa Lelenya Istimewa Orangnya

Bukan Ayam, Namun Burung Merpati

Banyak orang yang mengira jika bangunan gereja ini mirip dengan ayam yang seakan duduk diatas tanah. Namun sebenarnya, bangunan ini bukan berbentuk seperti ayam namun burung merpati. Pendiri gereja ayam ini pun bercerita jika mendapatkan pesan Tuhan untuk membangun rumah ibadah yang berbentuk seperti burung merpati.

IG @budi.manik

Suasana Misterius yang Meliputi Kawasan Gereja

Dibalik keindahannya, siapa sangka jika gereja ayam memiliki suasana angker dan misterius yang membuat banyak prang penasaran. Hal ini dikarenakan ruangannya yang begitu gelap terutama saat di malam hari. Sehingga bagi pengunjung yang datang harus membawa senter untuk bantuan.

Jangan sampai melewatkan untuk menaiki puncak dari gereja ayam. Dari sini anda bisa melihat indahnya pemandangan sawah, bukit, bahkan Candi Borobudur dari kejauhan.

Related Post : Taman Sungai Mudal, Wisata Alam Baru di Kulonprogo

Taman Sungai Mudal, Wisata Alam Baru di Kulonprogo

Jika selama ini sungai selalu diidentikkan dengan kotor, namun hal ini berbeda jika anda mengunjungi Taman Sungai Mudal. Sungai yang berada di Kabupaten Kulonprogo ini benar-benar jernih dengan pesona alam tropis yang begitu indah. Tempat ini sebenarnya merupakan kolam pemandian dengan air yang jernih berwarna toska.

Ekowisata ini dinamakan Taman Sungai Mudal dikarenakan air yang ada di tempat ini berasal sumber mata air Mudal. Tampilan alam yang ada di sekitar lokasi memang dibuat seperti layaknya taman. Sehingga banyak orang yang berkunjung, bermain air sambil menikmati keindahan pesona alam.

Taman Sungai Mudal

@saiffuul

Tempat rekreasi ini dibuka pada tahun 2011 oleh inisiatif dari warga yang berada di sekitar lokasi Taman Sungai Mndal. Tak hanya wisata air terjun dan kolam pemandian saja, ada banyak spot menarik lainnya yang dapat dicoba.

Harga Tiket Masuk

Untuk bisa masuk ke dalam lokasi wisata, pengunjung dibebankan biaya sekitar Rp 4.000 saja. Wisata Taman Sungai Mudal ini buka setiap harinya dari pukul 8 pagi hingga 5 sore. Bagi pengunjung yang tidak bisa berenang, di sini juga disediakan sewa pelampung dengan harga Rp 5.000 saja. Jangan lupa pula untuk biaya parkir Rp 2.000 untuk motor dan Rp 5.000 untuk mobil.

Gambar : IG @@dimas.hy

Selain bermain air, pengunjung yang datang juga dapat melakukan berbagai kegiatan outdoor. Seperti berkemah, river tubing, flying fox. Untuk wahana flying fox, pengunjung bisa mencobanya dengan membayar biaya Rp 15.000/orang. Menariknya lagi, wisata ini di fasilitasi dengan WiFi sehingga memudahkan pengunjung yang ingin mengunggah foto-foto selama berada di Taman Sungai Mudal.

Lokasi Wisata

Taman Sungai Mudal berada di Ds Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo. Untuk rute menuju wisata, anda bisa mengambil titik keberangkatan dari perempatan Tugu Jogja. Setelah itu menuju ke barat hingga sampai di perempatan Demak Ijo yang ada di Ring Road Barat. Dari jalan Goden lurus terus mengikuti penunjuk arah hingga melewati Jembatan Sungan Progo. Kemudian ambil jalan yang menuju Goa Kiskenda dan sampai di pertigaan Goa Kiskenda dan lurus terus. Dari pertigaan hutan pinus, anda bisa mengambil arah ke kiri menuju Kokap dan kemudian ikuti papan jalan menuju Taman Sungai Mudal.

Anda bisa mengunjungi tempat ini dengan cara menyewa mobil. Sewa Mobil Jogja terpercaya ada di website ini. Jogja Empat Roda menyewakan mobil secara lepas kunci ataupun dengan sopir.

Wisata Lainnya Yang Dapat Dikunjungi

Tak hanya kolam pemandian saja, anda juga dapat mengunjungi wisata lainnya. Misalnya seperti Air terjun Mudal yang jaraknya hanya 95 m dari mata air. Ada spot menarik yang bisa dijadikan tempat foto seperti lubuk dan jeram-jeram. Jika anda kurang begitu menyukai wisata air, maka anda bisa mencoba untuk melakukan tracking di Watu Wayang.

Baca Juga : Mencicipi nikmatnya Jogja di Gudeg Sagan

Tempat ini sebenarnya merupakan tebing batu kapur yang bentuknya mirip dengan kelir wayang. Sehingga masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama Watu Wayang. Di sini anda bisa menemukan banyak sekali jenis kera ekor panjang dan berkeliling menyusuri taman Sungai Mudal yang dipenuhi dengan pepohonan rindang serta aneka bunga yang cantik.

2 years ago Wisata Alam

Keindahan Bukit Mojo Gumelem Dlingo Bantul

Bukit Mojo Gumelem telah dikembangkan sejak tahun 2016 di awal tahun. Hal ini berjalan bersama dengan meningkatnya kepopuleran dari bukit, yakni Panguk Kediwung. Namun, waktu itu bentuk gardu pandang masih dibuat hanya ala kadarnya, tanpa ada sentuhan nilai artistik. Namun, setelah adanya Jurang Tembelan yang terkenal karena adanya gardu pandang dengan bentuk kapal raksasa yang berada di tepi jurang, lokasi dari bukit ini lalu kembali diberikan penataan ulang serta diberikan gimmick yang menarik. Terdapat dua spot yang selalu jadi idola bagi pengunjung yang memang datang ke lokasi ini. Pertama, spot dengan sarang burung yang berada di atas bukit. Kedua, spot dengan artistik bunga matahari. Kedua spot ini memang sangat terkenal di jejaring sosial.

Lokasi dari Bukit Mojo Gumelem berlokasi tidak jauh dari Kebun Buah, yakni Mangunan. Tempat wisata yang masih terbilang baru ini berlokasi di jalur untuk menuju ke ‘Bukit Panguk Kediwung’. Tepatnya, ada di RT 4 yang masuk ke Pedukuhan Kediwung. Tempat ini termasuk ke daerah Mangunan, Dlingo, kabupaten Bantul. Sedangkan akses untuk menuju kesini juga cukup mudah karena kondisi jalan sudah cukup bagus, sehingga bisa ditempuh menggunakan mobil atau sepeda motor. Namun, tetap harus berhati-hati karena kondisi jalannya yang cukup menanjak. Jangan ragu akan pesona keindahan yang ditawarkan. Karena kawasan wisata ini dilengkapi dengan berbagai jalan setapak yang ditambah dengan penataan batu alam dan juga gazebo berpadu dengan banguk yang ada di sisi kiri dan kanan menambah kecantikan sekitar.

Bukit Mojo Gumelem

Sumber Gambar : Akun Instagram @ihsanudn

Untuk menuju ke Bukit Mojo Gumelem bisa ditempuh bergantung dari arah datangnya. Bila dari Jogja, maka rute yang bisa ditempuh adalah sebagai berikut.

  1. Titik pertama dari Terminal Giwangan. Lurus ke arah selatan melewati Jl. Imogiri Timur.
  2. Setelah tiba di pasar Imogir yang terletak di pertigaan, ambil arah ke kiri hingga sampai di sebuah pertigaan untuk menuju Makam Raja Imogiri.
  3. Ambil arah ke kanan untuk menuju Mangunan.
  4. Sesudah itu, lurus saja dengan mengikuti jalan hingga menemukan Tugu Mangunan.
  5. Kemudian, belok ke arah kanan menuju arah Kebun Mangunan.
  6. Sampai di pertigaan, ambil arah kiri menuju ke SD Kanigoro. Bila ambil kanan menuju ke Kebun Buah Mangunan.
  7. Lalu belok ke kanan dan ke kiri, bertemu dengan pertigaan untuk menuju Panguk dan Mojo.
  8. Ambil arah ke kanan dan ikuti jalan.
  9. Nanti bertemu dengan petunjuk arah untuk menuju ke Bukit Mojo.
Bukit Mojo Gumelem

Sumber Gambar : Akun Instagram @jogjaku

Harga tiket masuk Bukit Mojo Gumelem hanya dikenakan tarif parkir kendaraan sebesar Rp 2.000 untuk sepeda motor, dan Rp 5.000 untuk mobil. Namun, bila ingin mengabadikan momen dengan berfoto cukup membayar Rp 3.000 per spot. Sangat cocok sebagai tempat untuk melepas penat setelah lelah beraktivitas bekerja dan dapat kembali untuk menyegarkan pikiran.

Wisata Populer di Jogja :
Indahnya Matahari Terbenam di Puncak Bukit Paralayang Parangtritis, Yogyakarta
Goa Ngeleng, Wisata Horisontal dengan Nuansa Vertikal

2 years ago Wisata Alam

Goa Ngeleng, Wisata Horisontal dengan Nuansa Vertikal

Berjalan-jalan mengeksplorasi gunung tentu sudah biasa. Menemukan sebuah goa lalu menelusurinya juga sudah tidak aneh lagi. Lalu bagaimana dengan menelusuri sebuah goa di pegunungan? Masih kegiatan yang umum. Namun Gunung Kidul memiliki Goa Ngeleng, sebuah goa yang terletak di daerah pegunungan namun memiliki nuansa vertikal.  Rupanya nuansa vertikal ini disebabkan karena atap atau langit-langit goa yang runtuh sehingga “membuka” sebagian sisi goa. Jika dilihat dari kejauhan, nuansa vertikal tersebut bisa terlihat dengan jelas, dimana tampilannya tampak seperti spot para pemanjat tebing menyalurkan hobinya. Namun sesungguhnya, goa ini sama seperti goa pada umumnya, hanya saja lebih “terbuka” pada satu sisinya.

Ketika memasuki area goa, pengunjung akan disambut dengan bau guano. Guano sendiri merupakan istilah untuk kotoran kelelawar. Ya, goa ini juga merupakan habitat kelelawar Chaerephonplicata, sejenis spesies kelelawar berukuran besar yang mendiami dinding dan mulut goa. Guano yang dihasilkan dari kelelawar ini kaya akan fosfor yang menjadi makanan bagi hewan lainnya yang mendiami bagian dalam goa ini seperti jangkrik, udang, laba-laba, dan beberapa jenis arthropoda lainnya. Bau guano cukup menyengat terutama pada musim kemarau, sehingga pengunjung disarankan menggunakan masker. Guano yang terdapat pada goa ini terbilang cukup melimpah, yaitu dengan ketebalan kurang lebih semata kaki atau bahkan hingga 40 cm pada musim kemarau.

Goa Ngeleng

Sumber Gambar : explorewisata[dot]com

Untuk mengakses bagian dalam Goa Ngeleng wisatawan dapat menempuh dua jalur masuk yakni jalur horizontal dan vertikal. Salah satu dari mulut goa horizontal merupakan tempat tinggal dari kelelawar berukuran besar seperti yang telah dijelaskan di atas. Jika ingin menggunakan mulut goa vertikal, wisatawan dapat langsung mengakses lewat doline (cekungan yang tercipta akibat runtuhnya atap bagian tengah goa), sedangkan untuk menggunakan mulut goa horizontal wisatawan harus menempuh jalan setapak sepanjang kurang lebih 1 km.

Goa Ngeleng

Sumber Gambar : explorewisata[dot]com

Bagian dasar dari Goa Ngeleng merupakanaliran sungai yang jika ditelusuri akan menuju bagian goa horizontal kedua. Untuk mencapai dasar goa dengan berjalan kaki menggunakan jalan setapak, maka wisatawan harus menyusuri sungai tersebut. Sungai ini biasanya akan kering pada musim kemarau, sedangkan pada musim penghujan bisa terjadi banjir di bagian dalam goa sehingga wisatawan diharapkan untuk berhati-hati. Terlebih lagi, biasanya pada saat musim penghujan bebatuan yang digunakan sebagai pijakan akan menjadi lebih licin.

Dengan melimpahnya populasi kelelawar, penduduk setempat memiliki opsi tambahan untuk mata pencaharian yaitu dengan berburu kelelawar. Cara menangkapnya pun unik, yakni dengan membentangkan jaring pada mulut goa yang akan menghalangi jalan keluar dari kelelawar. Kelelawar tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh penduduk setempat menjadi bahan obat maupun makanan. Untuk merasakan sensasi petualangan seperti yang telah dibahas di atas, wisatawan dapat berkunjung ke Desa Giring, Kecamatan Paliyan, Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta tempat Goa Ngeleng berada.

Rekomendasi Wisata Alam Sebelumnya :
Menikmati Matahari Terbit dari Puncak Gunung Ireng di Yogyakarta
Indahnya Matahari Terbenam di Puncak Bukit Paralayang Parangtritis, Yogyakarta

Indahnya Matahari Terbenam di Puncak Bukit Paralayang Parangtritis, Yogyakarta

Bukit Paralayang Parangtritis adalah sebuah wisata alam yang berada di desa Parangtritis, kecamatan Kretek, kabupaten Bantul, Yogyakarta. Lokasi ini sangat mudah untuk dicapai. Dari pusat kota Yogyakarta, Anda dapat langsung mengikuti arah jalan yang menuju ke jalan Parangtritis. Jika ingin menggunakan kendaraan umum, lokasi ini dapat ditempuh dengan bis jurusan Jogja-Bantul dari terminal Giwangan, Yogyakarta.

Sesuai namanya, bukit ini kerap dijadikan sebagai lokasi untuk melakukan olahraga paralayang. Karena satu kawasan dengan pantai Parangtritis, maka lokasi ini dipenuhi dengan pemandangan laut pantai selatan. Di sekitar kawasan ini juga terdapat beberapa peninggalan sejarah seperti Pasanggrahan Gembirowati, Candi Gembirowati, Goa Lengse, dan juga Sendang Beji. Jadi, tidak ada salahnya pula untuk mengunjungi lokasi-lokasi ini jika Anda sedang berada di Parangtritis.

Bukit Paralayang Parangtritis

Sumber Gambar : Akun Instagram @bocahmlaku

Selain sebagai lokasi kegiatan paralayang, bukit Paralayang Parangtritis merupakan spot terbaik untuk menikmati matahari terbenam. Dengan dikelilingi pemandangan laut dari pantai selatan serta beberapa pepohonan hijau di sekitarnya, maka tidak salah jika banyak pengunjung yang rela menghabiskan waktu berjam-jam di lokasi ini. Dari pantai Parangtritis, bukit ini dapat ditempuh dengan jalan kaki sejauh kurang lebih 3 km dengan mengikuti jalan yang mengarah ke perbukitan. Jika kebingungan, Anda dapat bertanya kepada orang di sekitar lokasi ini. Biaya masuk ke lokasi ini sudah jadi satu dengan biaya masuk ke pantai Parangtritis. Jadi tidak heran jika kebanyakan pengunjung memilih menghabiskan waktu dengan berenang di pantai Parangtritis pada pagi atau siang hari. Sedangkan pada sore hari, mereka akan berjalan menuju bukit untuk menikmati keindahan matahari terbenam.

Bukit Paralayang Parangtritis

Sumber Gambar : Akun Instagram @m._fahrurrozi

Siapkan uang sekitar Rp 200.000 hingga Rp 300.000 jika ingin merasakan paralayang dari lokasi bukit Paralayang Parangtritis. Dengan harga tersebut, Anda sudah dapat melakukan kegiatan yang memacu adrenalin ini dengan dipandu oleh orang-orang berpengalaman dari komunitas paralayang. Meskipun demikian, kegiatan paralayang ini tidak dapat dilakukan setiap hari karena sangat bergantung pada arah dan kecepatan angin. Waktu terbaik untuk menikmati olahraga paralayang di sini adalah pada bulan Desember hingga Maret, karena pada bulan-bulan tersebut angin biasanya akan berhembus ke arah barat. Sehingga hampir dapat dipastikan paralayang akan mampu terbang dan mendarat dengan baik. Namun jika ingin berhemat, menikmati pemandangan matahari terbenam yang sangat indah dari puncak bukit ini sudah lebih dari cukup.

Peta Lokasi Bukit Paralayang Parangtritis

Karena biaya masuk yang sudah jadi satu dengan tiket masuk ke pantai Parangtritis, maka selanjutnya pengunjung hanya akan dikenai biaya parkir sebesar Rp 3.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 hingga Rp 10.000 untuk mobil atau bis. Jangan khawatir akan kehabisan tempat parkir karena bukit Paralayang Parangtritis memiliki area parkir yang sangat luas.

Tempat Menarik Lainnya :
Karst Tubing, Olahraga Air yang Tak Kalah Menantang
Menikmati Matahari Terbit dari Puncak Gunung Ireng di Yogyakarta

2 years ago Wisata Alam

Menikmati Matahari Terbit dari Puncak Gunung Ireng di Yogyakarta

Gunung Ireng adalah salah satu tempat terbaik untuk menikmati matahari terbit di kota Yogyakarta. Gunung ini terletak di desa Pengkok, kecamatan Patuk, kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Lokasi ini dapat ditempuh selama kurang lebih satu jam dari pusat kota Yogyakarta. Untuk menuju ke lokasi wisata ini, Anda harus terlebih dahulu menuju RingroadKetandan, kemudian menuju jalan Wonosari dan melewati perempatan Sampaan. Setelah itu, silahkan menuju bukit Bintang dan dilanjutkan ke jalan Patuk menuju Pengkok. Setibanya di Pengkok, lanjutkan perjalanan dengan mengikuti penunjuk jalan menuju ke lokasi gunung ini berada. Jika mengalami kebingungan dalam menemukan lokasi ini, Anda dapat menanyakannya langsung kepada penduduk sekitar.

Gunung Ireng

Sumber Gambar : Akun Instagram @ayodolan

Nama gunung ini terinspirasi dari bebatuan berwarna hitam yang mengelilingi tempat ini dari barat hingga ke timur. Namun menurut penduduk sekitar, gunung ini dinamakan demikian sebab dahulu kala Raden Bratasena (atau yang lebih dikenal dengan Bima) marah besar ketika melihat banyak monyet nakal yang bermain di puncak gunung Merapi. Alhasil, Bima pun menendang monyet-monyet tersebut. Karena tendangannya meleset, akhirnya beberapa batuan yang ada di gunung Merapi pun melesat hingga ke Gunungkidul. Batuan inilah yang kemudian dikenal sebagai gunung Ireng.

Gunung Ireng

Sumber Gambar : Akun Instagram @gunung_ireng_hits

Meskipun bernama gunung, namun tempat ini sebenarnya adalah sebuah bukit berbatu kecil dengan puncak yang gundul. Puncak ini merupakan puncak tertinggi di dusun Srumbung, Patuk. Beberapa sumber mengatakan bahwa gunung ini pernah aktif jutaan tahun silam. Oleh karena itu, banyak yang mempercayai bahwa gunung ini adalah bagian dari gunung api purba pada masa Miocene yang ada sekitar 5 hingga 23 juta tahun yang lalu. Setelah gunung ini meletus, sisa-sisa letusan apinya membentuk deretan vulkanis yang nampak pada lokasi ini.

Karena gunung ini terkenal dengan pemandangan matahari terbit yang indah, maka waktu terbaik untuk datang ke sini adalah di pagi hari atau subuh. Berada di puncak gunung ini, Anda dapat menyaksikan matahari terbit dengan latar belakang kabut dan sawah serta ladang hijau di sekitarnya. Beberapa gazebo pun disediakan di sini untuk pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam gunung Ireng sedikit lebih lama. Namun, lokasi wisata ini tidak menyediakan tempat khusus yang menjual makanan ataupun minuman. Jadi, usahakan Anda membawa makanan dan minuman sendiri. Serta, usahakan untuk tidak membuang bekas makanan atau minuman guna menjaga kebersihan dan keasrian tempat ini.

Lokasi Gunung Ireng / Black Hill di Google Map

Saat ini tulisan ini diunggah, untuk biaya masuk Anda hanya akan dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 saja. Sedangkan untuk biaya parkir, tarif yang dikenakan biasanya berubah-ubah tergantung hari. Tarif parkir di hari libur biasanya sedikit lebih mahal dari hari biasa. Bagi yang menyukai suasana outdoor, gunung Ireng juga dapat dimanfaatkan sebagai lokasi perkemahan.

Artikel yang berkaitan :
Serunya Berwisata Keluarga di Tlogo Putri Kaliurang
Karst Tubing, Olahraga Air yang Tak Kalah Menantang

2 years ago Wisata Alam

Karst Tubing, Olahraga Air yang Tak Kalah Menantang

Pernahkah Anda mendengar nama Karst Tubing? Untuk sebagian orang, nama tersebut pasti terdengar asing. Mungkin ada yang berpikir itu adalah nama sebuah makanan atau bahkan nama seseorang? Ternyata tidak keduanya. Nama tersebut merupakan nama sebuah lokasi olahraga air yang terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dua kata tersebut memiliki arti masing-masing, dimana “karst” merujuk pada nama batuan yang menghiasi jalur sepanjang sungai, sedangkan “tubing” merupakan alat yang digunakan untuk berolahraga air pada lokasi tersebut.

Istilah tubing sendiri dekat kaitannya dengan istilah rafting, atau yang sering kita tahu adalah berupa olahraga air yang menggunakan perahu karet dan dinaiki oleh beberapa orang sekaligus. Mirip dengan rafting, tubing juga menggunakan sungai sebagai sarana untuk berolahraga, namun bedanya jika rafting menggunakan perahu karet, olahraga tubing menggunakan ban dalam kendaraan besar yang hanya cukup untuk ditempati oleh satu orang saja. Sama seperti pada lokasi Karst Tubing di Bantul, pengunjung yang ingin mencoba olahraga air ini masing-masing akan menempati satu buah ban berukuran besar serta dilengkapi dengan peralatan keselamatan yang harus dikenakan oleh masing-masing peserta seperti rompi pelampung, helm, serta sepatu karet.

Karst Tubing

Sumber Gambar : Akun Instagram azizahnurr_

Pada Karst Tubing, olahraga tubing merupakan nilai jual yang utama pada lokasi wisata tersebut. Pengunjung dapat memilih dua pilihan trek yang disediakan oleh penyelenggara; trek pendek dengan panjang lintasan 0,9 km dan trek panjang dengan panjang lintasan 1,4 km. Jika sudah bosan dengan olahraga air, pengunjung juga dapat bersepeda, berkemah, outbound, maupun menyewa rumah singgah untuk bermalam di sana dengan harga yang terjangkau tentunya. Jika tertarik, para pengunjung juga dapat mencoba kursus tari kuda lumping langsung dengan para seniman lokal dan sekaligus melakukan pentas bersama.

Karst Tubing

Sumber Gambar : Akun Instagram fransiscabellap

Meski terbilang cukup ekstrim, olahraga tubing ini mendapatkan perhatian penuh dari penyelenggara. Selain perlengkapan keselamatan, setiap pengunjung mendapatkan jaminan keselamatan berupa asuransi. Untuk menambah keyakinan para pengunjung pemula, penyelenggara juga telah mempersiapkan jasa pemanduan dan penjemputan dari titik akhir tubing. Tak lupa, penyelenggara juga akan memanjakan peserta tubing dengan suguhan minuman hangat dan makanan tradisional, serta fasilitas mandi maupun bilas bagi peserta yang membutuhkan.

Pada saat artikel ini dibuat, dengan harga Rp 40.000/ orang untuk trek pendek dan Rp 50.000/orang untuk trek panjang, peserta sudah dapat menikmati olahraga tubing. Untuk menjangkau lokasi wisata ini, wisatawan dapat menggunakan alamat lengkap: Jalan Raya Wates (km 9,5) Dusun Surobayan, Kelurahan Argomulyo, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Jika pada masa liburan Anda masih mencari-cari tempat wisata baru yang menarik sekaligus menantang, Karst Tubing bisa menjadi salah satu pilihan paling baik untuk mendapatkan momen liburan keluarga yang tak terlupakan.

Baca Tulisan Menarik Lainnya :
Serunya Berwisata Keluarga di Tlogo Putri Kaliurang
Nongkrong Ndeso namun Mewah di Wedangan Kampoeng

2 years ago Wisata Alam

Serunya Berwisata Keluarga di Tlogo Putri Kaliurang

Tlogo Putri Kaliurang adalah sebuah tempat wisata keluarga yang terletak di jalan Tlogo Putri, Hargobinangun, Pakem, kabupaten Sleman, Yogyakarta. Untuk sampai di kawasan wisata ini, hanya diperlukan waktu kurang lebih 1 jam dari pusat kota Yogyakarta. Meskipun bernama “tlogo”, namun jangan harap Anda akan menemukan sebuah telaga di tempat ini. Namun, Anda akan menjumpai sebuah bendungan kecil yang dimanfaatkan sebagai area bermain kano dan bebek air. Meskipun demikian, Anda tidak akan kecewa jika berkunjung ke lokasi wisata ini. Terletak satu komplek dengan kawasan wisata Kaliurang, pengunjung yang datang ke lokasi dapat menikmati wisata alam dan edukasi sekaligus.

Terdapat museum gunung Merapi dan Ullen Sentalu yang dapat dikunjungi untuk menambah wawasan Anda. Selain itu, jika Anda ingin berada sedikit lama di kota Yogyakarta, pengelola telah menyediakan beberapa wisma penginapan di kawasan wisata ini. Di Tlogo Putri Kaliurang sendiri, pengunjung dapat menikmati wisata air dengan menyewa kano untuk berkeliling di sekitar bendungan. Selain itu, tempat ini juga menyediakan taman bermain untuk anak yang dilengkapi dengan beberapa permainan seperti perosotan, jungkat-jungkit, ayunan, bianglala, dan lainnya. Flying fox juga tersedia di sini. Anda juga akan menjumpai beberapa ekor monyet liat di sekitaran tempat wisata. Kehadiran monyet-monyet liar ini tidak membahayakan pengunjung karena mereka telah terbiasa dengan keberadaan manusia di sekitarnya. Jika cukup beruntung, Anda juga akan menjumpai seekor elang jawa yang hampir punah dan dilindungi pemerintah di kawasan ini.

Tlogo Putri Kaliurang

Sumber Gambar : Akun Instagram @alif.poetra92

Keuntungan lain yang didapat ketika mengunjungi Tlogo Putri Kaliurang adalah Anda dapat menikmati panggung hiburan yang berupa orkes dangdut, melayu, campur sari atau pentas seni tradisional lainnya setiap hari Minggu secara gratis. Jika Anda menyukai kegiatan outdoor, maka Anda dapat melakukan trekking dengan menyusuri jalan setapak memasuki hutan untuk menuju wisata Kaliadem, Kalikuning, air terjun Tlogo Muncar dan Watu Kemloso. Keuntungan lainnya adalah kawasan ini juga dijadikan sebagai basecamp bagi wisatawan yang ingin mengunjungi gunung Merapi.

Tlogo Putri, Kaliurang

Sumber Gambar : Akun Instagram @ezry507

Karena terletak di lereng selatan gunung Merapi, kawasan wisata ini memiliki udara sejuk khas pegunungan. Sehingga Anda sebaiknya mengenakan pakaian tebal atau jaket jika tidak ingin kedinginan. Tempat rekreasi untuk keluarga ini biasanya selalu ramai dikunjungi, terutama di hari Minggu atau hari libur nasional. Untuk itu, Anda disarankan untuk datang di hari biasa bila ingin menghindari keramaian.

Lokasi Tlogo Putri Kaliurang di Google Map :

Untuk memenuhi kebutuhan perut setelah berjalan-jalan, Anda dapat mencoba makanan khas Kaliurang seperti jadah tempe, sate kelinci, dan tongseng kopyok kelinci di warung-warung kuliner sekitar tempat wisata. Pada saat artikel ini dimuat, tiket masuk Tlogo Putri Kaliurang juga cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 5.000 saja per orang.

Artikel Menarik Lainnya :
Desa Wisata Dome / Teletubies: Destinasi Wisata Unik untuk Traveller Sejati
Mencicipi Cita Rasa Gurih dan Pedas dari Tongseng Ayam Moro Seneng

Desa Wisata Dome / Teletubies: Destinasi Wisata Unik untuk Traveller Sejati

Siapa sangka ternyata rumah unik yang sering kita lihat di serial anak Teletubies benar-benar ada. Ternyata, ada sebuah kampung yang rumah-rumah penduduknya berbentuk dome/ kubah, seperti rumah Teletubies. Kampung tersebut terletak di Prambanan, Sleman. Karena sangat unik dan kerap dikunjungi wisatawan, kampung  ini diberi nama Desa Wisata Dome / Teletubies.  Rumah-rumah dome di desa wisata ini memang terlihat kecil, namun memiliki beberapa ruang dan bahkan terdiri dari dua lantai. Lalu, siapakah sosok di balik pembangunan rumah dome di desa wisata ini? Dia adalah Ali Alabar, donatur tunggal dari proyek pembangunan rumah dome. Beliau merupakan pemilik Emaar Property Dubai.

Banyak wisatawan yang merasa penasaran dengan isi dan konstruksi bangunan rumah dome. Pembangunan rumah-rumah yang terlihat tidak biasa ini tentunya bukan tanpa alasan. Awalnya, rumah dome dibangun untuk tempat tinggal warga Desa Ngelepen yang menjadi korban gempa pada tahun 2006. Lokasi ini dinilai lebih aman untuk warga. Domes for The World Foundation dan LSM kemudian memberikan bantuan berupa rumah-rumah dome ini. Arsitektur yang unik sengaja dirancang sedemikian rupa agar tahan api dan gempa. Uniknya, udara di dalam rumah akan menyesuaikan udara di luar. Jika udara di luar rumah panas den terik, di dalam rumah akan terasa dingin dan sebaliknya.

Desa Wisata Domes

Sumber Gambar : Akun Instagram @achelluneta

Tidak hanya rumah-rumah penduduk yang berbentuk dome. Sarana umum seperti aula pertemuan, mushola, dan poliklinik di kampung ini juga berbentuk dome, hanya saja ukurannya lebih besar. Wisatawan yang datang ke desa wisata dome/teletubies ini bisa menikmati suasana yang unik dan menyenangkan sambil menaiki kereta kelinci untuk berkeliling perkampungan. Jika mereka datang di hari minggu dan hari libur, badut teletubies siap meramaikan suasana, sehingga kampung ini akan benar-benar terlihat seperti tempat tinggal teletubies. Para wisatawan juga bisa ber-selfie ria bersama mereka. Sangat menyenangkan, bukan?

Desa Wisata Domes

Sumber Gambar : Akun Instagram @irapisundra

Salah satu hal unik di desa wisata dome /teletubies ini adalah nilai kearifan lokal yang masih sangat kental. Walaupun rumah penduduk bergaya modern minimalis, namun masyarakatnya masih banyak yang bertani dan berkebun. Mereka menanam pohon jambu, jagung, dan pisang di pekarangan rumah dan sekitarnya. Selain itu, warga menjemur gabah di area pekarangan dan di pinggir jalan. Aktivitas-aktivitas ini benar-benar menggambarkan nilai kearifan lokal masyarakat desa yang “dekat” dengan alam.

Nah, jika Anda mengaku traveller sejati, tentunya Anda tertarik untuk mengunjungi desa wisata dome/teletubies ini, bukan? Kampung unik dan indah ini terletak di Dusun Ngelepen, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Sleman. Cukup dekat dari Istana Ratu Boko. Tertarik untuk mengunjungi desa wisata ini? Jangan lupa naik kereta kelinci dan berfoto bersama Teletubies dengan latar rumah dome.

Panen Salak di Desa Wisata Pulesari
Raja Jengkol, Citarasa Khas Kuliner Andalan

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^