Menu
×

Category Archives: Wisata Magelang

Serunya Berada di Taman Bermain Badaan Kota Magelang

Selain Kyai Langgeng, Magelang mempunyai salah satu taman bermain khusus untuk anak-anak yaitu taman bermain Badaan. Di sana banyak sekali hal-hal menarik yang bisa Anda temukan bersama keluarga. Apabila Anda ingin berkunjung ke sini, cukup datang saja ke pusat kota Magelang tepatnya berada di Jalan Pahlawan dan Jalan Ade Irma Suryani. Jika Anda merasa bosan dengan taman bermain yang ada di mall mungkin tak ada salahnya jika mengunjungi tempat ini bersama keluarga tercinta.

Untuk bisa menuju ke sini aksesnya sangat mudah. Karena terletak di tengah kota, Anda bisa menemukan taman bermain Badaan melalui petunjuk-petunjuk jalan. Sebenarnya apa keistimewaan dari tempat tersebut sehingga harus dikunjungi? Keistimewaan yang dimiliki oleh taman bermain yang seluas 1000 meter persegi ini sangat banyak. Yang pertama adalah murah meriah, berbeda dengan taman bermain yang ada di mall atau tempat rekreasi lainnya, Anda tidak dipungut biaya sepeser pun saat berada di sini.

Taman Bermain Badaan di Peta Google:

Anda tidak akan dimintai harga tiket masuk karena memang gratis. Namun, Anda harus membayar biaya parkir kendaraan dan mungkin membayar makanan atau minuman yang Anda beli. Jika Anda ingin mengajak anak-anak atau keluarga jalan-jalan tanpa mengeluarkan biaya, di sinilah tempatnya. Selain murah meriah, taman ini juga mempunyai wahana permainan anak yang dibilang lengkap. Ada ayunan, perosotan, patung-patung hewan dan aneka permainan yang lainnya.

Sebenarnya taman bermain Badaan dimaksudkan untuk ruang terbuka hijau namun seiring berjalannya waktu, taman tersebut dimanfaatkan untuk mengumbar anak-anak. Anda juga tidak perlu khawatir jika anak Anda merasa haus dan lapar karena di sana banyak pedagang kaki lima yang menjual aneka makanan beserta minuman. Para pedagang pun juga ditata rapi tidak menempati tempat secara sembarangan. Bisa jadi taman tersebut mirip seperti Taman Bungkul yang ada di Surabaya.

Taman Badaan

Taman Bermain Badaan (sumber foto: Akun IG @zulla_musse)

Taman tersebut biasanya akan ramai pengunjung saat sore sampai malam. Waktu weekend terutama minggu pagi juga bisa dipenuhi oleh para pengunjung. Di malam hari, Anda bisa mengajak anak-anak bermain becak mini, kereta mini atau pun komedi putar. Di sana pun juga bisa menjadi sarana edukasi anak untuk bisa mengenal hewan-hewan karena banyak patung hewan yang dibangun oleh pemerintah setempat.

Anda juga bisa berfoto-foto bersama keluarga dengan menaiki patung hewan tersebut. Taman tersebut tidak hanya cocok untuk anak kecil saja tetapi di sini juga banyak pasangan muda-mudi yang duduk-duduk manis. Anda bisa duduk di tempat duduk kayu dan Anda juga bisa melihat tanaman hias di sekitar taman. Jalan-jalan bersama keluarga tidak harus mengeluarkan banyak biaya karena mengunjungi taman bermain Badaan yang ada di Magelang ini bisa dijadikan alternatif untuk mengumbar anak selain di mall.

 

Baca juga : Wisata Magelang Lainnya

Wisata Menarik di Pemandian Kali Bening Magelang

Menjalani aktivitas sehari-hari bisa membuat Anda bosan dan lelah. Terkadang rutinitas pekerjaan membuat Anda tidak memiliki banyak waktu untuk menyenangkan diri sendiri. Tetapi, jika Anda punya cukup waktu untuk berlibur mengapa tidak dimanfaatkan? Namun, Anda belum memutuskan kemana akan berlibur? Buat Anda yang mau berlibur minggu ini, Anda bisa mengunjungi kota Magelang. Kenapa Magelang? Di kota pariwisata ini, ada sebuah objek wisata yang dikenal dengan nama pemandian Kali Bening.  Objek wisata yang satu ini pasti mampu mengembalikan kebahagiaan Anda dan mengusir penat selama ini.

pemandian Kali Bening adalah salah satu dari banyaknya objek wisata di kota Magelang. Objek wisata menarik ini berada di Desa Payaman, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Nama Kali Bening sendiri berasal dari Bahasa jawa yaitu “kali” yang artinya sungai, dan “bening”yang artinya jernih. Jadi, secara harafiah, Kali Bening berarti sungai yang jernih. Tidak hanya namanya yang bagus, air dalam kolam pemandian ini memang berasal dari mata air yang berbentuk kali dengan air yang sangat jernih.

Objek wisata Kali Bening sendiri sudah berdiri sejak tahun 1970 dan menjadi kolam renang berbasis modern pertama di Magelang. Pemandian ini terdiri dari 2 tipe, yaitu kolam renang biasa dan kolam renang VIP. Kolam renang pertama terdiri dari kolam khusus anak dan kolam khusus untuk latihan atlet dan tentara. Selain kolam pemandian, objek wisata ini juga menyediakan taman bermain untuk anak-anak.

Seiring berkembangnya zaman, pemandian Kali Bening pun diubah menjadi sebuah wahana “waterboom.” Bukan hanya berubah jadi waterboom saja, pemandian ini berubah nama menjadi taman Air Sabda Alam Kali Bening. Objek wisata ini pun menjadi lebih bagus dari sebelumnya. Dengan dirombaknya Kali Bening, wahana yang ada di dalamnya pun semakin diperbanyak dan beraneka ragam seperti taman air, wahana permainan anak, kolam renang,wahana papan seluncur, bumi perkemahan, panggung terbuka, lapangan tenis, dan kedai-kedai makanan.

Buat Anda yang suka bermain di wahana air, Taman Air Sabda Alam ini bisa menjadi pilihan. Selain banyaknya wahana yang ada di dalamnya, air yang digunakan dalam objek wisata ini berasal dari mata air sungai Kali Bening langsung. Meski pemandian ini telah berubah menjadi wahana air, Anda masih bisa melihat pemandangan alam yang sangat indah, karena pemandian Kali Bening sendiri berada di kaki gunung Sumbing. Gunung tertinggi kedua di Jawa Tengah. Bagaimana, Anda bisa membayangkan rasanya mandi disini, bukan? Jadi, tunggu apa lagi? Kembalikan keceriaan Anda setelah menjalani beragam aktivitas yang melelahkan. Manfaatkan waktu luang berekreasi bersama orang-orang yang Anda sayang dengan berkunjung ke objek wisata keluarga, Kali Bening.

Baca Sebelumnya :  Wisata Ala Selandia Baru di Green Village Gedangsari

Kunjungi website rental mobil jogjaempatroda.com dengan membuka tautan ini

Menaklukkan Tantangan Rafting Kali Elo

Bosan dengan jalan-jalan? Saatnya mencari sesuatu yang lebih menantang dan memacu adrenaline Anda. Rafting kali Elo adalah wahana pemacu adrenaline di Magelang, Jawa Tengah. Arus dan bebatuan Elo siap menantang nyali petualangan Anda.

Kali Elo terletak di daerah Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa tengah. Sungai berarus sedang hingga deras ini bersumber di Gunung Merbabu dan bermuara di sungai Progo Yogyakarta. Arus sungai yang cukup kuat dilengkapi dengan bebatuan menjadikan Elo sebagai tempat yang tepat untuk manantang nyali Anda. Karakteristik arus dan kedalaman sungai yang bervariasi akan membawa pengalaman rafting yang berbeda.

Rafting kali Elo dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu fun, intermediate, dan hard. Beberapa titik berarus pelan di kali Elo akan menawarkan “jalan-jalan air” pada Anda. Di sini Anda akan mendapatkan kesempatan untuk menikmati pemandangan yang ada di kiri dan kanan sungai. Beberapa titik lainnya memiliki arus cukup deras dengan bebatuan yang ada di aliran sungai. Meskipun berarus sedang, namun Anda pasti akan dikejutkan dengan beberapa cerukan arus. Anda juga akan sedikit diberi “hiburan” oleh pemandu yang dengan sengaja akan memutar dan menggoyang perahu Anda. Pada level ini Anda akan merasa sangat senang dan terhibur.

Setelah bersenang-senang dengan arus tenang dan sedang, selanjutnya Anda masuk ke bagian sungai yang berarus deras yang merupakan “pertunjukan utama” rafting kali Elo. Di sinilah Anda akan mendapatkan tantangan yang sebenarnya. Derasnya arus, cerukan cerukan tajam, pusaran air, dan batuan-batuan besar siap menantang nyali Anda. Bersiaplah untuk terlempar keluar perahu dan terbawa arus kali Elo.

Anda tentu sudah membayangkan dan penasaran tentang kehebatan arus Elo. Namun, Anda tidak perlu khawatir akan keselamatan Anda. Para pemandu yang menyertai Anda adalah rafter berpengalaman yang tahu persis seluk belok kali Elo. Selain pemandu yang ikut serta dalam perahu, ada banyak life guard yang selalu siap di tepi sungai. Para life guard ini akan segera memberikan pertolongan kepada Anda jika terjadi sesuatu. Anda juga diwajibkan untuk mengenakan perlengkapan keselamatan dan terlebih dahulu diberikan briefing serta pelatihan singkat tentang rafting. Para penyedia jasa rafting juga memiliki syarat ketat mengenai siapa yang boleh dan tidak untuk mengikuti aktivitas ekstrim ini.

Untuk melakukan rafting di kali Elo, Anda bisa datang langsung ke Mungkid (Magelang). Ada banyak kelompok rafting professional yang siap mengantar Anda menaklukkan keganasan arus Elo dengan biaya sebesar (rata-rata) 150.000 rupiah. Biaya itu sudah termasuk perlengkapan keselamatan dan asuransi.

Rafting kali Elo akan memberikan tantangan dan kesenangan luar biasa. Keindahan panorama alam dan deru air akan memberikan sebuah pengalaman baru bagi para pecandu tantangan.

 

Klik di sini untuk : Wisata di Magelang lainnya

Wisata Bersejarah dan Alam di Candi Canggal

Kebanyakan para wisatawan yang datang ke Magelang hanyalah akan mengunjungi Candi Borobudur dan Candi Mendut. Hal ini dikarenakan kedua candi tersebutlah yang paling populer di kalangan para wisatawan. Padahal, Magelang masih memiliki banyak candi keren lain yang sangat sayang jika terlewatkan. Salah satunya adalah candi canggal. Selain dikenal dengan nama Canggal, candi ini juga populer dengan sebutan Candi Gunungwukir. Hal ini dikarenakan candi tersebut terletak di puncak bukit Gunungwukir. Secara administratif, candi denga corak Hindu ini berada di Dusun Canggal, Kecamatan Salam, Kadiluwih. Berdasarkan penelitian, banyak arkeolog yang mengungkapkan bahwa Candi Gunungwukir ini adalah candi paling tua yang dibangun pada zaman Kerajaan Mataram Kuno, pada masa pemerintahan Raja Sanjaya di tahun 732 M.

Letaknya yang berada di atas bukit membuat candi ini memiliki pemandangan alam yang memukau. Apalagi rerimbunan vegetasi alami yang mengelilingi candi ini juga menciptakan suasana asri yang sejuk dipandang. Untuk bisa mencapai candi canggal Anda harus lebih ekstra bersabar. Karena jalan yang dilalui berupa jalan setapak yang masih tanah. Candi yang juga dikenal dengan nama Shiwalingga ini adalah candi Hindu. Hal ini ditandai dengan terdapatnya arca Nandi dan Yoni. Sekedar informasi, Arca Yoni dan sebuah lingga merupakan lambang yang hanya dimiliki oleh dewa Siwa. Tak heran jika candi ini diidentifikasi sebagai candi peninggalan masyarakat Hindu. Sayangnya, lingga tersebut sudah tidak ada lagi di candi ini. Sementara arca Nandi adalah lembu yang menjadi  kendaraannya.

Dari data Balai Pelestarian Cagar Budaya atau yang disingkat BPCB, kompleks candi canggal memiliki bangunan utama dengan 4 candi. Kompleks ini memiliki ukuran seluas 50 × 50 m. Sayangnya, dari semua candi mulai dari candi induk hingga ketiga candi perwara tidak ada yang dalam kondisi utus satu candi pun. Kini, prasasti Canggal disimpan di dalam Museum Nasional Jakarta. Bahan dasar komplek candi ini adalah batu andesit.

Letak Candi Gunung Wukir / Candi Canggal pada Google Map

Prasasti canggal pertama kali ditemukan pada tahun 1879. Prasasti yang ditemukan pertama kali tertera angka berupa tahun 654 M dan 732 M. Dimana prasasti tersebut ditemukan di kompleks candi. Prasasti tersebut bertuliskan Sansekerta dengan bahasa Pallawa yang menceritakan asal muasal pembangunan candi. Tak hanya itu, tertuliskan pula cerita keberanian dan kegagahan Raja Sanjaya yang berhasil menaklukkan para musuhnya.

Untuk bisa mencapai situs bersejarah ini, Anda bisa naik angkutan umum ke Kecamatan Ngluwar kemudian turun di Kadiluwih. Selanjutnya Anda bisa berjalan kaki melewati jembatan dan perkebunan lalu mendaki bukit wukir kurang lebih 500 m. Selama perjalanan menuju candi canggal, Anda akan disuguhkan pemandangan alam yang luar biasa asri dan menyejukkan.

Cerita di Balik Makam Bukit Tidar Magelang

Di kota Magelang, terdapat sebuah bukit yang menyimpan legenda. Cerita ini telah diturunkan secara turun temurun. Bukit Tidar, namanya. Bukit ini memiliki makam yang terletak di atasnya. Bahkan cerita tentang Makam Bukit Tidar sudah tersebar luas hingga ke luar pulau Jawa. Untuk mencapai puncak Bukit Tidar, Anda harus berjalan sekitar 30 menit. Tinggi bukit ini sekitar 503 meter dari permukaan air laut dan terletak di tengah-tengah 5 gunung api yang masih aktif. Pemandangan menuju puncak sangat indah dan masih alami. Keberadaan pohon salak dan pinus membuat suasana bukit sangatlah sejuk dan rindang.

Nama Bukit Tidar sendiri memiliki arti Mati dan Modar. Bagi Anda yang berani datang ke bukit ini maka hanya ada 2 pilihan yaitu mati atau modar. Ini dikarenakan bukit ini ada penunggunya. Ada beberapa makam yang terletak di bukit ini. Salah satu makam bukit Tidar yang terkenal yaitu Makam Syekh Subakir. Bentuk makam ini lingkaran dan dikelilingi oleh benteng yang terbuat dari batu bata.

Makam Bukit Tidar

Sumber foto: Akun Instagram @dinawulandono

Menurut legenda masyarakat sekitar, Syekh Subakir adalah wali Allah yang berasal dari Turki. Beliau diutus untuk menyebarkan agama Islam di Indonesia. Saat itu, kepercayaan pada makhluk gaib masih sangat kental. Konon katanya, Bukit Tidar dihuni oleh para makhluk halus yang sangat sakti mandarguna. Namun, kedatangan Syekh Subakir telah mengubah segalanya. Beliau mampu menaklukan para jin dan makhluk halus. Ia dipercayai membawa batu hitam yang diletakannya di Bukit Tidar. Batu hitam ini konon memiliki fungsi menentramkan Tanah Jawa.

Google Map Makam Syekh Subakir :

Selain makam Bukit Tidar, di dekat makam itu ada pula Makam Kyai Sepanjang. Sepintas, mungkin terdengar seperti nama seorang kyai. Namun, siapa sangka jika Kyai Sepanjang adalah nama tombak yang digunakan Syekh Subakir untuk menaklukan para penunggu Bukit Tidar. Panjang tombak ini sekitar 7 meter.

Tepat di bagian puncaknya terdapat sebuah tugu. Tugu ini berdiri kokoh di lapangan yang luas dan memiliki simbol huruf jawa yang berlambangkan So di ketiga sisinya. So mengandung makna Sopo Salah Saleh yang memiliki arti barang siapa yang memiliki salah, maka seharusnya mengakuinya. Tugu ini bukan tugu biasa karena masyarakat sekitar percaya jika tugu ini adalah Pakunya Tanah Jawa yang berfungsi untuk menjaga kedamaian Tanah Jawa.

Ada beberapa versi cerita tentang Syekh Subakir. Cerita pertama mengatakan bahwa Syekh Subakir hidup hingga meninggal di Bukit Tidar. Namun versi lainnya, Syekh Subakir meninggalkan Bukit Tidar setelah menaklukan para penunggunya untuk menyebarkan Islam ke daerah lainnya dan makam yang ada di bukit Tidar hanyalah petilasannya. Entah mana yang benar, namun kedua cerita ini sudah tersebar luas sejak dahulu kala. Cerita di balik Makam Bukit Tidar Magelang memang sudah sangat terkenal. Apakah Anda tertarik untuk datang langsung?

 

Baca juga : Wisata Religi lainnya

Taman Bermain Kyai Langgeng : Sisi Menarik dan Rangkaian Kegiatan Positif

Waktu liburan sangat menyenangkan jika diisi dengan perjalanan wisata bersama keluarga tercinta. Tempat wisata keluarga sangat dianjurkan untuk dikunjungi. Taman bermain Kyai Langgeng merupakan salah satu destinasi wisata yang cocok sebagai tempat liburan bersama keluarga. Tempat wisata tersebut terletak di Magelang, Jawa Tengah. taman tersebut sangat cocok bagi setiap keluarga yang ingin mengisi waktu libur. Banyak fasilitas yang tersedia dan kegiatan yang dapat dilakukan oleh semua kalangan dari berbagai usia. Berkunjung ke taman bermain ini dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan kebersamaan antar anggota keluarga.

Berwisata bersama merupakan salah satu cara untuk menghilangkan kejenuhan dan meningkatkan rasa kebersamaan. Setiap keluarga dapat menerapkan wisata bersama ke dalam salah satu agendanya. saat ini, beragam tempat istimewa sudah hadir untuk memfasilitasi kebutuhan wisata keluarga yang sesuai dan tidak membosankan. Berikut adalah beberapa tempat istimewa yang terdapat di taman bermain Kyai Langgeng yang dapat Anda rasakan.

taman bermain kyai langgeng

Sumber foto: akun instagaram @tamankyailanggeng

  1. Taman Satwa

Taman bermain di wilayah Magelang ini tidak hanya menawarkan ragam wahana permainan. Akan tetapi, taman ini memfasilitasi pengunjung untuk meningkatkan pengetahuan mereka terkait satwa. Setiap pengunjung dapat melihat aneka satwa dengan berkunjung ke kompleks taman satwa. Taman satwa tersebut memiliki beragam jenis satwa, mulai satwa biasa hingga yang langka.

  1. Tanaman Langka

Pengetahuan mengenai fauna sudah Anda dapatkan dengan mengunjungi taman satwa. Tidak lengkap rasanya, jika pengetahuan fauna meningkat, namun tidak seimbang dengan pengetahuan mengenai flora. Terdapat kawasan tempat flora dibudidayakan di taman ini. Akan tetapi, hanya flora langka yang sengaja dilestarikan, seperti Cempaka Ganda, Matoa, Apel Beludru, Ruser, Dewa Aru, dan berbagai spesies langka lainnya. Dengan mengetahui jenis tanaman langka di Indonesia, diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta pengunjung terhadap tanaman dan turut menjaga agar tidak punah dan melestarikannya kembali.

  1. Rumah Akuarium

Tempat selanjutnya yang tak layak Anda lewatkan saat berkunjung ke taman bermain Kyai Langgeng adalah rumah akuarium. Tempat ini menjadi salah satu tempat favorit bagi anak-anak. Di sini, terdapat beragam jenis satwa air yang dapat disaksikan dengan jelas. Anda dapat melihat spesies air tersebut menari dengan lincah secara langsung.

  1. Roller Coaster

Setelah berburu pengetahuan di beberapa tempat, keseruan wahana permainan dapat menghibur dan meningkatkan suasana hati. Roller coaster adalah permainan yang dapat menguji adrenalin Anda. meskipun jalur roller coaster tidak begitu panjang, namun ketinggiannya cukup menantang. Akan tetapi, bagi anak-anak yang belum cukup usia, diharapkan jangan menaiki wahana ini, karena dikhawatirkan akan berbahaya bagi mentalnya.

  1. Kolam Renang

Kesejukan kolam renang sangat cocok untuk dinikmati setelah berburu pengetahuan, mencoba aneka wahana permainan, atau sekadar berjalan-jalan menikmati suasana taman yang lengkap dengan tanaman bunganya yang indah. Kolam renang taman bermain Kyai Langgeng mempunyai kedalaman 1-2 meter dan menyediakan menara peluncur bergelombang.

Baca Juga : Wisata Magelang lainnya.

Serunya Jalan-jalan ke Candi Gunung Sari Magelang

Magelang memang dikenal sebagai kota yang kaya akan nilai artistiknya. Hal ini terlihat dari banyaknya candi yang bisa ditemukan pada kota ini. Tidak hanya borobudur dan Mendut, Magelang memiliki candi bersejarah lain yang wajib untuk Anda kunjungi yaitu candi gunung sari. Situs candi bersejarah ini adalah salah satu peninggalan masyarakat hindu zaman dulu yang berlokasi di Dusun Gulon, Kecamatan Salam, Magelang. Secara administratif candi tersebut memang terletak di puncak gunungsari.

Dari situs ini, Anda bisa bisa menyaksikan keindahan panorama kota magelang yang menakjubkan. Candi yang berada di bukit Gunung sari ini memang masih jarang dikunjungi oleh para wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Hal ini dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat terkait dengan keberadaan candi ini. Pepohonan hijau yang mengelilingi candi akan membuat Anda menyadari betapa indahnya alam di Kota Magelang.

Candi Gunung Sari

Sumber gambar : Google Plus @MUTIAH FAIZAH

Candi Gunung Sari adalah peninggalan pada abad ke 6 sampai dengan ke 8. Sehingga bisa diartikan bahwa peninggalan zaman Hindu ini lebih tua dibandingkan dengan Candi Prambanan maupun Candi Borobudur. Banyak arkeolog yang mengungkapkan bahwa candi yang ada di Gunungsari ini diduga sebagai situs candi paling tua di tanah Jawa. Jadi bagi Anda yang senang berwisata sejarah, sangat disayangkan apabila tidak mampir mengunjungi situs ini. Candi tertua di Jawa ini ditemukan secara tidak sengaja pada tahun 1996. Sejak tahun 1980-an candi ini sudah menjadi salah satu situs bersejarah yang dikenal oleh warga setempat. Asal muasal candi ini belum diketahui secara pasti oleh para arkeolog. Hanya saja terlihat sebagai peninggalan candi Hindu karena terdapat relief “Yoni” yang masih utuh.

Situs peninggalan bersejarah di Kota Magelang ini adalah bukti kemegahan peradaban di zaman dulu yang patut untuk dilindungi. Sayangnya candi ini kalah populer di Candi Prambanan dan Candi Borobudur yang banyak mendapatkan perhatian dari pemerintah dan masyarakat. Penemuan candi ini tidak disengaja. Ketika ada stasiun televisi yang tengah mencari lokasi pemancar untuk area Gunung sari. Pada awal penggalian yang ditemukan pertama kali adalah batuan andesit.  Dari sanalah pihak stasiun televisi tersebut menghentikan penggalian dan melaporkannya pada BP3 Jawa Tengah melakukan penelitian lebih lanjut. Dari titik penemuan itulah ditemukan Candi Gunung Sari.

Untuk bisa sampai ke candi bersejarah di Gunungsari ini, Anda harus menaiki bukit dengan berjalan kaki sekitar 20 menit.  Dikelilingi dengan sawah pedesaan yang terhampar luas menciptakan panorama alam yang menawan. Meskipun yang tertinggal dari Candi Gunung Sari hanya bongkahan sisa peninggalan, situs ini tetap direkomendasikan untuk Anda yang ingin berwisata alam sambil mendalami peninggalan bersejarah. Apalagi, panorama sekitarnya juga sangat bagus untuk dijadikan sebagai tempat hunting foto.

Lokasi Candi Gunung Sari di Google Map :

Candi Asu Sengi: Milik Magelang yang Lama Terdiam

Mendengar nama kota Magelang, yang terlintas di pikiran kita pertama kali adalah Candi Borobudur yang ketenarannya sudah mendunia, kue wajik, atau mungkin cuacanya yang dingin. Kota Magelang memang sudah tidak asing lagi di telinga kita, tetapi sama kasusnya seperti daerah-daerah lainnya di Indonesia, Magelang juga masih menyimpan banyak sekali tempat-tempat indah dan menawan yang harus anda ketahui. Tidak hanya keindahan alam saja yang ditawarkan Magelang, kota Sejuta Bunga ini juga memiliki banyak sekali bangunan kuno yang tidak kalah indahnya. Salah satu diantaranya adalah Candi Asu Sengi.

Terletak di Dusun Candi Pos, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Candi Asu Sengi masih terbilang asing di telinga kita. Candi Asu memang belum terlalu terkenal dan belum banyak dijamah tangan-tangan nakal manusia. Letaknya yang terbilang jauh dari kawasan padat penduduk memang menjadi salah satu faktor candi ini belum terlalu dikenal. Berjarak sekitar 25 KM sebelah Timur Laut Candi Borobudur, Candi Asu terletak di lereng Gunung Merapi yang masih terlihat hijau dan menyegarkan mata.

Merupakan peninggalan Wangsa Sanjaya, Candi Asu merupakan candi dari Mataram Kuno dengan corak Mataram Hindu. Dari prasasti-prasasti yang ditemukan, Candi Asu Sengi diperkirakan dibangun sekitar tahun 869 Masehi. Tertulis pula bahwa candi ini dibangun sebagai tempat suci untuk memuja arwah leluhur atau dewa-dewa. Di dalam candi ini, terdapat sebuah patung sapi atau yang biasa disebut nandhi. Candi ini memang sudah tidak lengkap lagi konstruksinya. Atap candi masih rusak dan tidak lagi lengkap. Diperkirakan, dari hasil temuan bagian atap candi, bahwa atap candi ini berbentuk kubah.

Candi Asu Sengi

Sumber Gambar : Instagram @septiofera

Nama candi ini sendiri sebenarnya masih terbilang baru. Asal-muasal penamaan candi ini berawal dari penemuan candi ini sendiri oleh warga. Pada saat itu, warga menemukan patung sapi di dalam candi yang keadaannya sudah tidak lagi sempurna, bahkan sudah tidak lagi menyerupai seekor sapi melainkan menyerupai seekor anjing. Kemudian, warga mulai menyebut candi ini dengan sebutan candi Asu (bahasa Jawa anjing). Oleh karena candi ini terletak di Desa Sengi, maka candi ini dinamai Candi Asu Sengi. Nama asli dari Candi Asu sendiri sampai saat ini belum ditemukan.

Candi ini memang masih belum terawat seperti Candi Prambanan atau Candi Borobudur, tetapi keindahan alam sekitar Candi Asu tidak kalah memukau. Dengan udara yang segar yang tidak lagi kita dapatkan di kota-kota tempat kita tinggal, keindahan lereng Gunung Merapi ikut meramaikan estetika atmosfir candi ini. Sejauh mata memandang, hijaunya alam yang masih sedikit terjamah tangan-tangan nakal kita ini akan dapat membuat anda sejenak melupakan masalah-masalah anda. Candi Asu Sengi, yang ditawarkan kota Magelang, bisa menjadi tujuan anda berikutnya untuk menghilang sejenak dari hiruk pikuk kota yang melelahkan.

Lokasi Candi Asu Sengi menurut Google Map :

 

Telaga Bleder, Danau Alami Ala Grabag Magelang

Telaga Bleder merupakan salah satu destinasi wisata alam yang ada di Jawa Tengah, tepatnya ada di Desa Ngasinan, Kecamatan Grabag, Magelang. Telaga atau danau alami ini bisa terbentuk akibat adanya cekungan tanah yang terisi air yang bersumber dari mata air di sekitar tempat tersebut. Untuk saat ini, lokasi ini masih dalam tahap perkembangan, sehingga berbagai perbaikan masih dilakukan demi meningkatkan daya tarik wisata di daerah Magelang.

Untuk menuju kawasan wisata ini, Anda tak perlu merasa kerepotan. Hal tersebut dikarenakan akses yang harus Anda lalui cukup mudah. Jalan sudah diaspal, walau ada sedikit kerusakan. Papan penunjuk jalan juga sudah jelas terpampang, sehingga Anda tak perlu khawatir akan tersesat saat akan menuju ke Telaga Bleder tersebut. Setibanya di kawasan telaga ini, Anda akan menemui dinding pembatas yang dibangun untuk tujuan pengamanan. Pengamanan yang dimaksud adalah untuk menghindari dibangunnya rumah liar di lahan tepi telaga agar pendangkalan telaga tak sampai terjadi.

Telaga Bleder

Sumber foto: akun instagram @ nindiabeby_ks

Telaga Bleder ini memiliki beberapa fasilitas, misalnya area parkir, toilet, gazebo serta persewaan wahana permainan air yang bisa Anda manfaatkan. Untuk saat ini, kemungkinan petugas hanya menjaganya saat hari libur saja. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung saat hari biasa, jangan kaget jika pintu loket tak ada penjaga yang standbay. Saat Anda mulai memasuki kawasan Telaga ini, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan apik berupa telaga yang luas dengan tembok beton sebagai pagarnya. Di salah satu sisi, Anda akan dihadiahi dengan pemandangan berlatar belakang Gunung Andong yang cukup terkenal.

Beberapa bangunan gazebo tersedia untuk memanjakan pengunjung yang ingin bersantai. Bangunan ini sepertinya juga masih baru, sebab belum terdeteksi adanya kerusakan di setiap bagian-bagiannya. Selain itu, Anda yang senang berbasah-basahan juga tak perlu khawatir dengan fasilitas toilet, sebab di telaga ini sudah dibangun toilet yang cukup memadai. Anda yang ingin berkeliling telaga tak perlu merasa cemas akan kelelahan, sebab daratan yang ada di keliling telaga tak seberapa luas. Sehingga Anda hanya butuh sekitar 5 hingga 10 menit untuk bisa mengelilinginya.

Untuk menambah daya tarik pengunjung, Telaga Bleder juga sudah dilengkapi dengan tatanan taman yang  begitu apik, tersusun indah di bagian tepi telaga. Suasana rindang serta sejuk yang terbentuk sangat cocok untuk menjadikan tempat ini sebagai area atau tempat rekreasi keluarga. Berbagai fasilitas pendukung sepertinya akan terus ditambah agar wisatawan yang berkunjung merasa puas dan diharapkan akan bisa menambah jumlah kunjungan ke tempat ini. Sebab sampai sekarang, telaga ini masih terbilang sepi untuk ukuran wisata alam yang begitu menyejukkan. Jadi, Anda yang sedang berada di daerah Grabag, jangan lupa untuk berkunjung ke telaga indah ini.

Peta Lokasi Telaga Bleder di Google Map :

Berwisata Religi Ke Masjid Agung Magelang

Mencari tempat wisata religi di Magelang? cobalah untuk berkunjung ke Masjid Agung. Masjid yang berdiri pada tahun 1650 ini menjadi saksi bisu para sunan yang menyebarkan ajaran agama islam di tanah Jawa. Pada awalnya masjid tersebut masih berupa mushala yang digunakan untuk menyiarkan agama islam kepada masyarakat setempat. Namun, pada tahun 1779 bupati ke 3 Magelang mengubah bentuk mushala menjadi Masjid Agung Magelang. Pada tahun 1935,  bupati ke 5 Magelang merenovasi tampilan masjid tersebut agar lebih menarik namun masih ada tempat yang tidak diubah sama sekali yaitu tempat shalat bagi bupati pada jaman dahulu. Hingga kini tempat tersebut masih ada dan bila sedang ada bupati yang shalat di Masjid Agung tersebut maka akan ditutupi oleh kelambu.

Masjid Agung Magelang

Sumber Foto: Akun instagram @dedyrindu

Kini Masjid Agung Magelang tidak hanya digunakan untuk beribadah penduduk setempat saja namun juga dijadikan sebagai tempat wisata religi. Setiap harinya Masjid Agung tidak pernah sepi oleh para pengunjung dari berbagai penjuru tanah air. Entah hanya sekedar mengetahui sejarah dan bangunannya atau shalat di masjid tersebut. Bahkan selama 24 jam, masjid yang telah diresmikan pada tanggal 14 November 2006 oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini tidak pernah sepi jamaahnya. Setiap harinya banyak ratusan lansia yang tinggal di Masjid Agung hanya demi bisa shalat selama 40 hari.

Melihat banyaknya pengunjung maka masyarakat sekitar berinisiatif untuk membuatkan asrama berlantai 2 yang berada disamping halaman masjid. Adanya fasilitas tersebut bertujuan untuk menampung para jamaah masjid yang tidak tertampung di rumah warga setempat. Jadi para jamaah yang berencana menetap di Masjid Agung selama beberapa hari tidak perlu khawatir lagi soal penginapan karena sudah disiapkan oleh masyarakat setempat. Ibadah mereka pun bisa lebih khusyuk.

Selain fasilitas asrama, masih banyak fasilitas dan keistimewaan yang bisa Anda nikmati ketika berkunjung ke Masjid Agung Magelang diantaranya adalah pada bagian sayap kiri masjid terdapat ruang perkantoran dan perpustakaan, di bagian sayap kanan masjid terdapat ruang audtiorium dengan kapasitas hingga 2.000 orang yang biasa dimanfaatkan untuk acara pertemuan, pernikahan dan pameran. Menjelalah ke dalam masjid, Anda akan melihat sebuah Al-quran raksasa yang berukuran 145×95 cm. Ada juga beduk raksasa yang dibuat dari kulit lembu Australia dengan ukuran 310×220 cm.

Tidak hanya itu saja, di Masjid Agung Magelang anak-anak juga bisa menikmati beragam wahana permainan anak-anak dan juga Anda bisa menaiki kereta kelinci untuk berkeliling kawasan wisata Masjid Agung tersebut. Untuk masuk ke kawasan masjid tersebut tidak dipungut biaya namun jika Anda ingin menggunakan obyek wisata yang ada di kawasan masjid maka akan dikenakan tarif yang telah ditentukan.

Lokasi Google Map Masjid Agung Magelang :

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^
1
×
Halo, dengan RentalMobilJogja.ID. Ada yang mau ditanyakan?