Menu
×

Category Archives: Wisata Pantai

3 years ago Artikel , Wisata Pantai

Mistisnya Pantai Parangkusumo Yang Harus Anda Singgahi

Pantai Parangkusumo Selain Pantai Goa Cemara, di Kawasan Bantul juga terdapat Pantai yang memiliki cerita mistis, dan hingga kini masih masih dipercayai sebagai mitos. Pantai yang memiliki keindahan ini, juga disebut sebagai Pantai Cinta. Pantai tersebut adalah Pantai Parangkusumo.

Pantai Parangkusumo merupakan pantai yang masih dalam kawasan pantai Bantul, masih segaris dengan Pantai Parangtritis. Berbeda dengan pantai yang ada di Kabupaten Bantul, pantai ini terkenal dengan kemistikannya. Pantai ini berajarak sekitar 30 km dari pusat Kota Yogyakarta. Pantai Parangkusumo berdampingan dengan Pantai Parangtritis dan Pantai Depok. Pantai ini memiliki ombak yang besar, karena letaknya yang berdekatan dengan Samudra Hindia.

Kenapa Pantai Parangkusumo dikenal sebagai Pantai Mistis ? Suasana sakra; dan mistis semakin terasa ketika anda melihat taburan bunga setaman dan serangkaian sesajen di Batu Cinta yang tereltak di dalam Puri Cepuri. Tempat dimana Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul bertemu untuk melakukan perjanjian. Kala itu Senopati duduk di batu besar di sebelah utara, sementara Ratu Kidul menghampiri dan duduk yang lebih kecil di batu sebelah selatan.

Lantas apa yang mereka lakukan ? Perjanjian apa yang dimaksud ? Pertemuan Panembahan Senopati dan Kanjeng Ratu Kidul bukan tanpa alasan. Semula Panembahan Senopati melakukan tapa ngeli untuk menyempurnakan kesaktiannya. Sampai disaat tertentu pertapaan, tiba-tiba pantai mengalami badai, pohon-pohon tercabut dari akarnya, air laut mendidih, dan ikan-ikan terlempar ke daratan.

Kejadian itu membuat Ratu Kidul menampakkan diri ke daratan, beliau menemui Senopati. Senopati mengungkapkan keinginannya untuk memerintah mataram kala itu, dan memohon pertolongan kepada Ratu Kidul. Karena sejak awal pertemuan, Ratu Kidul sudah jatuh cinta dengan Senopati. Akhirnya permintaan tersebut dipenuhi, dengan syarat Senopati beserta seluruh keturunannya harus menjadi suami dari Ratu Kidul. Senopati pun menyetujui, dengan syarat perkawinan itu, tetapi tidak menghasilkan anak.

Karena cerita legeda tersebut, hingga sekarang Pantai Parangkusumo memiliki mitos. Karena keberhasilan Panembahan Senopati dalam bersemedi di Pantai Parangkusumo, menginspirasi masyarakat umum. Mereka percaya bahwa kalau mau tirakat di pantai ini, maka semua keinginan akan terwujud. Oleh karena itu pada saat-saat tertentu di Batu Cinta (tempat Senopati bertapa dulu), banyak orang yang berdatangan untuk memanjatkan doa memohon permintaan dengan berbagai macam cara.

Untuk bisa sampai ke Pantai Parangkusumo, anda bisa menggunakan kendaraan roda empat dari Yogyakarta atau Bantul. Atau anda bisa berjalan kaki dari Terminal Parangtritis, karena pantai ini berada tidak jauh dari Pantai Parangtritis.

Tiket masuk yang berlaku di Pantai Parangkusumo merupakan retribusi di gerbang depan. Tiket ini sudah termasuk tiket masuk Pantai Parangtritis, karena memang pantai ini masih dalam satu kawasan. Untuk anda pengendara roda empat sebesar Rp 10.000 beserta tiket parkirnya, untuk roda dua sebesar Rp 3.000 beserta tiket parkir juga. Untuk tiket masuk perorangan, anda dikenai tarif sebesar Rp 3.000 per orang.

Hanya pada waktu-waktu tertentusaja, wisatawan bisa dapat melihat proses Upacara Labuhan. Selain itu anda bisa berkeliling pantai dengan mengendarai kereta kuda, dari barat ke timur. Anda juga melewati Batu Cinta dan dapat menikmati pemandangan alam berupa hempasan ombak yang besar dan desau angin yang semilir. Untuk ongkos sewa kereta kuda beserta kusirnya, anda akan dikenai tarif sebesar Rp 20.000 untuk sekali keliling.

Hingga kini banyak orang yang datang ke Pantai Parangkusumo untuk melakukan ziarah, bahkan tak jarang dari mereka sampai malam tiba. Peziarah datang untuk memanjatkan doa, karena dipercaya bisa terwujud. Nah buat anda yang ingin merasakan pengalaman sakral, berkunjung ke Pantai Parangkusumo merupakan pilihan yang cocok. Selamat berlibur menikmati Pantai Parangkusumo, semoga liburannta lancar dan mengesankan yang pasti.

3 years ago Artikel , Wisata Pantai

Warna-Warni Ikan dan Tantangan Reef Break di Pantai Krakal Gunung Kidul

Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Selain wisata budayanya, Yogyakarta juga memiliki beberapa objek wisata alam yang menarik banyak wisatawan untuk berwisata kesana. Salah satu objek wisata alamnya adalah pantai Krakal yang merupakan pantai di Kabupaten Gunung Kidul.

Pantai ini memang sudah lama terkenal sebagai pantai di ujung di selatan Yogya yang memiliki keindahan yang menyedot banyak perhatian. Warna-warni ikan di Pantai Krakal Gunung Kidul Pantai Krakal Gunung Kidul memiliki garis pantai yang landai, memiliki pasir putih dan hempasan ombak yang jernih. Pantai ini dihiasi dengan batu karang yang berada di sebagian besar bibir pantainya. Bebatuan karang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan dengan warna-warni yang menarik.

Ikan-ikan yang berada di batu karang ini diantaranya ikan damselfish, ikan butterflyfish, ikan-ikan kecil, dan juga bintang laut. Ikan damselfish adalah ikan kuning yang memiliki akses biru di punggung. Sedangkan ikan butterflyfish atau dikenal juga dengan nama ikan kepe-kepe adalah ikan dengan garis-garis biru tua dan biru muda. Ikan-ikan kecil yang suka berenang di bebatuan pantai krakal adalah ikan kecil yang berwarna biru terang. Warna-warni ikan yang berenang di antara batu karang ini menjadi pemandangan yang menarik. Selain di pinggiran pantai, di lepas pantai juga terdapat batu karang yang menyembul ke permukaan. Sembulan batu karang seolah membentuk sebuah jalan setapak di lautan. Beberapa nelayan yang melintas di deretan panjang batu karang ini seringkali melepas joran untuk menangkan umbel, sejenis hewan laut. Umbal ini biasa diolah menjadi makanan berupa rempeyek yang gurih.

Pantai Krakal Gunung Kidul tak hanya memiliki pemandangan pantai yang eksotis namun juga mempunyai ombak yang cocok untuk bermain selancar. Untuk bermain dengan ombak pantai krakal, surfer atau peselancar, terlebih dahulu berjalan menuju deretan batu karang di lepas pantai untuk selanjutnya dapat menyongsong ombak pantai krakal. Ombak pantainya adalah ombak dengan tipe reef break.

Bermain ombak reef break merupakan kegiatan selancar yang cukup menantang. Surfer harus sangat berhati-hati karena dasar laut pantai krakal didominasi oleh batu karang. Waktu terbaik untuk bermain ombak di pantai ini adalah antara bulan maret dan September. Antara bulan ini adalah saat dry season dan merupakan waktu terbaik untuk menunggu barrel ombak.

Rute Menuju ke Pantai

Menuju ke pantai ini cenderung mudah menggunakan kendaraan pribadi atau dengan sewa mobil di Jogja atau sewa motor, karena belum ada akses kendaraan umum menuju ke destinasi wisata pantai Gunung Kidul tersebut. Kalau dari Yogyakarta, arahkan kendaraan Anda menuju Piyungan kemudian Patuk. Dari Patuk menuju ke Sambipitu sampai kota Wonosari, dari kota Wonosari Anda akan menemukan petunjuk arah menuju ke pantai-pantai Gunung Kidul seperti pantai Baron, pantai Krakal, Pantai Kukup, dll.

Pesona Hamparan Pasir Putih Pantai Wediombo

Pantai Wediombo merupakan pantai yang masih memperlihatkan keaslian alamnya. Pantai Wedi ombo adalah salah satu dari 33 Pantai indah di Jogja, berbentuk teluk dengan hamparan pasir putih dan sangat pas untuk momen menikmati suasana sunset dengan sempurna.

Berjalanlah ke arah utara dari pantai ini maka anda akan menemukan cekungan batu-batu pantai dan anda akan menemukan tempat yang pas untuk berenang sembari berteduh di bawah pepohonan di sisi pantai.

Pantai Wediombo

sumber gambar: google image

Sebagai tempat wisata di Jogja, pantai ini merupakan pantai yang akan ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan, jadi para wisatawan diharapkan selalu menjaga kelestarian lingkungan. Selain dilarang mengambil terumbu karang, pasir putih, kerang dan juga biota lainnya, pengunjung juga diharapkan menjaga kebersihan di kawasan pantai. Satu hal yang menarik dari kawasan ini adalah pantai Wediombo merupakan salah satu pantai yang mulai digunakan untuk kegiatan selancar. Tahun 2014 ini, Wediombo menjadi lokasi penyelenggaraan selancar di DIY. Awal mulanya hanya wisatawan asing yang berselancar, tetapi para penduduk lokal mulai tertarik untuk berselancar sehingga mereka juga mulai belajar selancar.

Pantai Wediombo cukup rindang, banyak pohon yang tumbuh di pinggir pantai. Aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini antara lain : memancing, hiking di perbukitan kanan kiri pantai, serta camping. Fasilitasnya pun cukup memadai, terdapat beberapa kios penjual makanan dan minuman, mushola, tempat parkir motor dan mobil, dan kamar mandi. Karang-karang yang ada di Pantai Wedi ombo sering digunakan oleh para pemancing untuk memancing ikan.

Klik di sini untuk wisata-wisata pantai lainnya

Sekilas Tentang Pantai Wediombo

Wediombo diambil dari bahasa Jawa yakni wedi dan ombo, wedi berarti pasir dan ombo berarti luas. Jadi Wediombo memiliki arti pasir yang luas dan arti ini sesuai dengan kondisi yang dimiliki Pantai Wediombo yang berpasir putih dengan area yang cukup luas, memanjang di bibir pantai. Selain berpasir putih, Pantai Wedi ombo juga memberikan keunikan pada gugusan karangnya serta pemandangan sunset pada sore hari karena pantai ini menghadap ke barat.

Pantai Wediombo ini terkadang dilakukan upacara adat yakni Upacara Nglalangi yang diadakan setahun sekali guna memohon keselamatan dan berkah yang melimpah. Upacara Nglalangi merupakan prosesi penangkapan ikan dengan menggunakan gawar (alat penangkap ikan tradisional) yang terbuat dari akar pohon wawar. Upacara ini menjadi menarik karena melibatkan banyak orang di perkampungan nelayan yang berbatasan dengan Pantai Wediombo. Upacara ini mirip Labuhan Besar yang tujuan utamanya yaitu mengungkapkan rasa syukur pada Tuhan atas anugerah yang dilimpahkan dan memohon rejeki yang lebih baik untuk masa mendatang.

Setelah air surut, ikan-ikan diambil. Warga kemudian sibuk membersihkan dan memasak ikan tangkapan. Sebagian kecil ikan dilabuh lagi ke lautan bersama nasi dan sesaji. Sebagian besar lainnya dibagi sesuai dengan jumlah keluarga penduduk setempat dan diantar ke rumah-rumah warga. Acara mengantar ikan ke rumah- rumah warga ini sering disebut kendurian besar, wujud kearifan lokal bahwa semua ikan adalah rejeki bersama.

Lokasi Pantai Wediombo

Pantai Wediombo ini termasuk dalam gugusan pantai di ujung Timur, sehingga hampir berbatasan dengan pantai yang ada di Kabupaten Wonogiri, tepatnya terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, sekitar 40 km arah tenggara kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Obyek wisata ini jaraknya memang jauh dari Kota Yogyakarta, jalannya berliku dan naik turun tapi sudah beraspal bagus. Kurang lebih bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam dari kota Jogja atau 1,5 jam dari kota Wonosari.

Rute Menuju Pantai Wediombo

Jalur Pertama : menyusuri pantai-pantai Gunung Kidul, Tepus, Girisubo, hingga tiba di Wediombo.
Jalur Kedua : Wonosari, Semanu, Jepitu, Wediombo

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^
1
Halo, dengan RentalMobilJogja.ID. Ada yang mau ditanyakan?
Powered by