Melepas Penat dalam Eksotisnya Pantai Nguyahan, Gunung Kidul
Yogyakarta memang kota yang istimewa alamnya. Di kota ini para pengunjung bisa merasakan keindahan tempat-tempat wisata yang cantik dan alami. Pantai Nguyahan adalah salah satunya. Pantai yang belum banyak dikunjungi para turis ini terletak di Kabupaten Gunung Kidul. Jika Anda bertempat tinggal atau menginap di pusat kota Yogya, maka perjalanan menuju pantai ini akan menghabiskan kira-kira 2 jam dengan kendaraan pribadi. Perjalanan yang cukup menyita waktu ini akan terbayarkan saat Anda memandangi panorama pantai yang masih asri ini. Pantai ini memang belum terkenal, tak seperti Pantai Baron atau Kukup. Meskipun begitu, akses jalan menuju Nguyahan sudah cukup baik dan bisa menggunakan kendaraan pribadi seperti motor.
Terletak di Desa Kanigoro, Saptosari, Gunung Kidul, Pantai Nguyahan memiliki pemandangan alam yang akan membuat Anda terkagum-kagum. Pantainya pasir putih dengan bebatuan karang kecil di bibir pantai. Penduduk sekitar banyak yang memanfaatkan pantai ini sebagai lahan untuk mencari rumput laut. Namun, aktivitas ini tak bisa selalu disaksikan setiap hari karena mereka biasa mencari di hari-hari selain weekend.Selain pasirnya yang putih dan halus, pantai ini juga memiliki kawasan yang ditumbuhi tumbuhan ganggang hijau. Jika para pengunjung mengamati dengan baik-baik, maka di antara karang-karang yang ditumbuhi ganggang tersebut terdapat ikan-ikan kecil yang berenang.Sayangnya ikan-ikan yang bersembunyi di balik karang ini hanya bisa dilihat saat air laut sedang surut.
Sumber foto: Instagram @pantai_nguyahan
Jika Anda datang ke Pantai Nguyahan, ada banyak hal yang bisa dilakukan di sini. Berenang adalah pilihan yang tepat karena pantai ini jenisnya landai jadi cukup aman untuk berenang.Hanya duduk-duduk di pinggir pantai pun terasa menyenangkan karena pengunjung bisa melihat lautan lepas sambil menikmati kelapa muda yang bisa dibeli di area pantai ini. Ada beberapa warung yang telah beroperasi di pantai eksotis ini.Cemilan dan minuman bisa dibeli di warung-warung tersebut. Jika perut tak kuasa menahan lapar, menyantap mie goreng atau mie rebus sambil memandangi birunya laut Gunung kidul pun terasa nikmat.
Sumber foto: Instagram @pantai_nguyahan
Pantai ini memiliki nama yang cukup unik yaitu Nguyahan. Dalam Bahasa Jawa, Nguyahan berasal dari kata “uyah” yang bermakna garam. Pantai ini dulunya merupakan tempat mencari garam bagi para penduduk sekitar.Konon, saat itu pasukan Belanda menduduki wilayah Gunung Kidul dan para pencari garam yang ada di daerah ini dimintai upeti secara paksa.
Sejak jadi kawasan wisata, terdapat larangan di pantai ini yaitu tidak boleh membawa pasir pantai pulang. Jika Anda nekat membawa pasirnya dan ketahuan pengelola setempat maka akan diminta untuk mengembalikan pasir tersebut. Sebisa mungkin saat ke Pantai Nguyahan, patuhilah peraturan ini agar liburan terasa menyenangkan.
Peta Pantai Nguyahan menurut Google Map :
Pantai Goa Cemara Untuk Kalian Para Pemburu Romantisme
Sebelah selatan Yogyakarta adalah Samudera Hindia, maka tak heran jika di sana banyak pantai-pantai indah. Salah satunya adalah Pantai Goa Cemara yang berada di Kabupaten Bantul tepatnya di Dusun Patehan, Desa Gandingsari, Kecamatan Sanden. Pantai tersebut masih tergolong baru tetapi popularitasnya sekarang ini sangat meroket dan menjadi tempat wisata favorit oleh para pelancong. Mengapa pantai tersebut bisa dikatakan favorit dan ngehits di kalangan anak muda? Temukan jawabannya di bawah ini.
Pantai Goa Cemara memang sangat ngehits di kalangan anak muda terutama untuk mereka yang senang berfoto-foto. Pasalnya di pantai tersebut terdapat banyak pohon-pohon cemara pantai yang rimbun dan membentuk satu garis lurus di spot tertentu. Tak heran jika lokasi tersebut banyak diserbu para pecinta fotografi untuk berlomba-lomba foto di sana. Yang menjadikan pantai tersebut sangat populer adalah keindahan pohon cemaranya tersebut. Jika Anda mencoba untuk berkunjung, Anda pasti akan berkhayal jika tempat itu bukanlah di Jogja tetapi mirip dengan Paris atau pun kota di luar negeri lainnya. Tak heran jika pantai itu dinobatkan sebagai salah satu pantai romantis di kota Gudeg.
Rimbunan pohon cemara tersebut begitu indah dan untuk pantainya sendiri pun juga tak kalah serunya. Deburan ombak yang besar dan juga hamparan pasir pantai yang luas bisa membuat pikiran menjadi fresh. Di Pantai Goa Cemara memiliki warna pasir yang cenderung hitam tetapi halus dan memang ciri khas pantai-pantai di Bantul memiliki pasir hitam. Berbeda dengan pasir pantai di Gunungkidul yang hampir semua pantainya berpasir putih.
Pantai Goa Cemara
Tidak hanya itu saja, Anda juga bisa bermain-main ombak di pinggir pantai tetapi tidak disarankan untuk berenang karena ombaknya sangat besar. Mengingat pantai tersebut memang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia, jadi para wisatawan di sana tidak boleh bermain sampai ke tengah. Di pantai indah tersebut juga ada mercusuar yang tingginya hingga 40 meter dan para pengunjung pun bisa menaikinya. Anda bisa naik ke atas mercusuar tersebut kemudian bisa melihat pemandangan pantai dari atas. Selain itu, di sekitar tempat itu juga sering dijadikan area berfoto-foto oleh anak muda. Memang pantai ini banyak digunakan untuk pengambilan foto prewedding karena pohon cemaranya sangat indah.
Baca Juga : Cerita Mistis di Balik Indahnya Pemandangan Alam Pantai Parangkusumo
Jangan khawatir tidak ada makanan di sana karena banyak penjual makanan dan minuman dijajakan. Aneka hidangan seafood, kelapa muda dan beraneka macam dijual dengan harga yang bervariasi. Letaknya memang agak sedikit jauh dari kota Jogja sekitar 2 jam perjalanan, namun Anda tidak akan menyesal karena pemandangannya begitu indah. Meskipun Pantai Goa Cemara memiliki pasir hitam, tetapi pantai tersebut tak kalah eksotis dengan pantai berpasir putih lainnya. Anda bisa merasakan sensasinya sendiri saat mengunjunginya nanti.
Lokasi Pantai GoaCemara di Google Map:
Cerita Mistis di Balik Indahnya Pemandangan Alam Pantai Parangkusumo
Kabupaten Bantul merupakan destinasi wisata yang wajib ketika Anda berada di Yogyakarta. Pasalnya, di kabupaten ini terdapat berbagai macam destinasi wisata yang sangat mempesona. Mulai dari wisata alam seperti pantai, sampai dengan wisata religi semua bisa Anda dapatkan ketika berlibur ke Bantul. Masyarakat setempat percaya dan meyakini dengan adanya ikatan spesial antara penguasa laut pantai Selatan atau biasa disebut dengan Nyi Roro Kidul dengan Keraton Yogyakarta. Hal inilah yang menjadi sebuah cerita yang menarik bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke salah satu pantainya yakni Pantai Parangkusumo.
Selain cerita mistisnya, Pantai Parangkusumo yang ada di Bantul ini mempunyai pemandangan alam yang indah dan sangat mempesona. Lokasi pantai tersebut berdekatan dengan pantai Parangtritis, salah satu pantai yang terkenal memiliki sisi mistis. Jika Anda dari Kota Yogyakarta menuju ke pantai ini berjarak sekitar 30 kilometer. Pantai tersebut berhubungan dengan Samudra Hindia sehingga memiliki ombak yang sangat deras, bagi Anda yang mengunjungi tempat ini harus berhati-hati.
Sumber foto: Akun IG @widarkohartono
Selain memiliki ombak yang sangat deras, pantai ini juga memiliki daya tarik lain yaitu berupa hamparan pasir putih yang luas dan keunikan budayanya. Di sepanjang menuju pantai terlihat pemandangan yang sangat indah karena terdapat barisan pohon cemara yang tertata rapi.
Di Pantai Parangkusumo terdapat sebuah bangunan yang bernama Cepuri, di dalam Cepuri terdapat dua buah batu yang dinamai Batu Cinta. Di tempat itulah terjadi kesepakatan yang menyatakan ketersediaan penguasa pantai selatan untuk membantu membuat Kerajaan Mataram yang disegani di Tanah Jawa. Permintaan tersebut disetujui oleh Nyi Roro Kidul dengan syarat senopati dan seluruh keturunannya mau menjadi suami dari Kanjeng Ratu serta syarat tersebut telah disetujui senopati tetapi dengan syarat dalam hubungan tidak menghasilkan keturunan. Oleh sebab itu, akibat perjanjian tersebut Keraton Yogyakarta merupakan bagian dari pecahan Kerajaan Mataram yang mempunyai hubungan khusus dengan Nyi Roro Kidul yang akhirnya muncul ritual labuhan di Pantai Parangkusumo oleh keluarga Keraton.
Baca Sebelumnya : Pantai Samas: Pesona Wisata Pantai di Bantul Yogyakarta
Keberhasilan Panembahan Senopati yang bersemedi di Pantai tersebut kemudian menginspirasi masyarakat setempat. Mereka percaya bahwa mengadakan tirakatan disekitar pinggir pantai, maka semua keinginannya akan terkabul. Oleh karena, pada saat-saat tertentu di batu cinta banyak orang yang memanjatkan keinginannya untuk memohon permintaan.
Karena pantai tersebut masih satu kawasan dengan pantai Parangtritis, maka retribusi tiket masuk ke pantai Parangkusumo tidak ada karena sudah termasuk retribusi saat Anda masuk ke gerbang pantai Parangtritis yaitu Rp 3.000 rupiah untuk satu orang pengunjung. Fasilitas yang disediakan terbilang cukup lengkap, antara lain: penginapan, toilet umum, rumah makan, serta beberapa kios yang menjual berbagai macam pakaian maupun souvenir.
Lokasi Pantai Parangkusumo di Google Map:
Pantai Samas: Pesona Wisata Pantai di Bantul Yogyakarta
Provinsi daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat lengkap, karena di Yogyakarta terkenal dengan budaya, peninggalan sejarah, arsitektur bahkan Yogyakarta pun juga mempunyai banyak pantai. Pantai-pantai indah di Yogyakarta terletak di kawasan Bantul dan Gunung Kidul. Pantai di Bantul antara lain yaitu Pantai Parangtritis, pantai Samas, pantai Parangkusumo, pantai Depok, pantai Goa Cemara, pantai Baru, pantai Pandansimo, Pantai Pandansari dan pantai Kuwaru.
Kabupaten Bantul merupakan salah satu kabupaten di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang memiliki berbagai macam objek wisata, terutama wisata pantai. Jumlah pantai di Bantul memang kalah banyak, jika dibandingkan dengan kabupaten Gunung Kidul. Namun, lokasinya pantai di Bantul lebih dekat dengan pusat kota menjadikan pantai di Bantul yang lebih banyak dikunjungi wisatawan.
sumber foto: IG @anieksuenarto
Pantai Samas merupakan pantai yang terletak di Desa Srigading, Kecamatan Sanden, Kabupaten Bantul dan sekitar 24 km selatan Yogyakarta. Untuk rute perjalanannya, yaitu dari kota Yogyakarta ke arah selatan hingga sampai perempatan Palbapang, kemudian masuk ke jalan Samas dan ikuti papan petunjuk menuju pantai. Pantai tersebut masih berada satu garis dengan pantai Parangtritis, Parangkusumo dan Depok sehingga paling gampang diakses dari kota Jogya. Di pantai ini terdapat sebuah mercusuar yang dapat Anda gunakan untuk menikmati panorama pantai dari ketinggian. Pantai tersebut terkenal dengan ombaknya yang besar, serta air tawarnya yang membentuk seperti telaga. Oleh karena itu, jika Anda berada di pantai disarankan untuk tidak berenang karena kondisi bibir pantainya cukup curam dan hembusan angin serta ombak di pantai juga cukup kencang.
Sumber gambar: Instagram @owlandari
Di pantai Samas sering diadakan untuk melakukan ritual adat oleh keluarga keraton Yogyakarta. Beberapa ritual adat dilaksanakan pada hari-hari tertentu, ritual tersebut antara lain Labuhan Sedekah Laut dan Upacara Kirab TumuringMaheso Suro. Saat hari libur di pantai ini juga mengadakan pentas seni. Selain itu, dikawasan pantai terdapat danau air tawar yang dipenuhi beragam jenis ikan yang bisa dipancing oleh wisatawan. Keindahan alam pantai ini sangat menakjubkan serta didukung fasilitas yang ada, sehingga menjadikan salah satu tempat wisata yang direkomendasikan.
Lokasi Pantai Samas di Google Map:
Hamparan pasir pantainya sering digunakan sebagai lokasi bertelur oleh sejumlah penyu langka seperti Penyu Hijau, Penyu Blimbing, Penyu Pesik dan Penyu Lekang. Telur-telur di sepanjang pantai Samas sering diburu oleh nelayan setempat untuk berbagai keperluan. Namun, atas kesadaran sejumlah nelayan bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan sejumlah lembaga swadaya lingkungan maka dibentuklah Forum Konservasi Penyu Bantul. Forum tersebut menerapkan penetasan secara semi alami untuk telur-telur penyu. Biasanya, telur penyu diletakkan ke pasir dan induknya akan memindahkan telur tersebut ke sarang buatan.
BACA JUGA : Surga Tersembunyi: Pantai Ngluen, Gunung Kidul, Yogyakarta
Surga Tersembunyi: Pantai Ngluen, Gunung Kidul, Yogyakarta
Gunung Kidul adalah salah satu Kabupaten di Yogyakarta yang memiliki panorama indah. Ada banyak pantai yang tersebar di kawasan ini. Salah satunya adalah Pantai Ngluen, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai ini memang belum terlalu dikenal oleh banyak orang. Keberadaannya pun sedikit tersembunyi. Jika Anda adalah salah satu penikmat pantai, Anda wajib mengetahui tentang pantai ini.
Pantai Ngluen, Gunung Kidul, Yogyakarta terletak di Krambil Sawit, Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul. Dari pusat kota Yogyakarta, pantai ini bisa dijangkau dengan 2 jam perjalanan. Cara paling nyaman untuk bisa sampai ke pantai eksotis ini yaitu dengan menaiki kendaraan pribadi seperti motor atau mobil. Sebenarnya sudah ada angkutan umum yang sampai ke daerah kota Gunung Kidul, namun untuk sampai ke pantai harus berganti kendaraan.
Pantai ini letaknya tak jauh dari Pantai Mbirit dan Pantai Butuh. Salah satu cara mencapai Pantai Ngluen yaitu dengan datang ke Pantai butuh terlebih dahulu. Di pantai itu Anda harus memarkirkan kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan. Untuk mencapai keindahan pantai yang diidamkan memang harus memerlukan sedikit usaha. Rute perjalanan cukup menarik. Anda akan melewati jalan setapak kecil, turun naik bukit, hingga berjalan diantara semak-semak. Jika bingung dengan rute jalan menuju pantai tersebut, tanyalah pada penduduk sekitar karena di sepanjang perjalanan biasanya 1 atau 2 orang petani yang sibuk bekerja di ladang. Di perjalanan, Anda akan dihadapkan dengan sebuah pertigaan. Ambil jalan lurus dan jangan sekali-kali belok kanan karena arah ini menuju Pantai Mbirit. Di jalan lurus ini, jalanan perbukitan harus ditempuh, maka berhatilah-hatilah.
Sumber foto: Akun IG @ _meizda
Sampai di Pantai Ngluen, Gunung Kidul, Yogyakarta, Anda akan terpukau dengan pasir putihnya yang bersih. Air lautnya biru dan akan terlihat lebih cantik jika cuaca cerah. Walaupun pantainya tak terlalu luas, namun pantai ini seperti private beach milik Anda. Bagi yang sedang membutuhkan ketenangan batin, pantai ini sangat cocok bagi Anda. Pantai ini sangat indah karena dikelilingi oleh perbukitan yang hijau. Berbaring di pasir pantai sangat menyenangkan. Apalagi pemandangan tebing di sekitar yang menjulang tinggi sangat bagus jika dijadikan tempat foto-foto.
Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini. Anda bisa berenang bersama teman-teman, bersantai di pinggir pantai, atau berfoto diantara tebing-tebing yang menghijau. Selain itu, Anda juga bisa mendirikan tenda di pantai yang sepi ini. Sayangnya, Pantai Ngluen, Gunung Kidul, Yogyakarta ini belum memiliki fasilitas memadai. Jika berniat berkemah di sini, bawalah peralatannya sendiri mulai dari tenda hingga peralatan makan. Bahkan fasilitas MCK juga belum tersedia. Hal ini tentu wajar karena pantai ini pantai perawan yang masih jarang dikunjungi oleh orang-orang. Bagi anak petualang sejati, pantai ini wajib masuk list Anda.
Lokasi Pantai Ngluen di Google Map :
Menjelajahi Eksotisme Pantai Watunene Gunung Kidul
Jika ingin jelajah pantai-pantai eksotis di Gunung Kidul, Anda perlu memasukkan Pantai Watunene ke dalam list kunjungan wisata yang dibuat. Selain dari namanya sendiri yang unik, pantai yang berlokasi di Tepus Gunung Kidul ini memiliki ciri khas tebing yang mengelilinginya hingga menyerupai sebuah benteng tinggi. Walaupun dikelilingi oleh tebing karang, pantai ini juga memiliki hamparan pasir putih seperti pantai lainnya. Beberapa batu karang kecil menghiasi hamparan pasir putih di bibir pantai. Karenanya, jika Anda ingin bermain di hamparan pasir pantai ini, ada baiknya untuk tidak melepaskan alas kaki. Kalaupun harus melepaskan alas kaki, Anda harus memperhatikan langkah ketika berjalan.
Karena keunikan geografis dari pantai ini, beberapa orang sering membandingkan Pantai Watunene dengan Pantai Dreamland yang terdapat di Bali. Dengan kemiripan tersebut, pantai ini pun mendapatkan julukan sebagai Pantai Dreamland ala Jogja. Selain tebing berderet, dari sudut tertentu Anda juga bisa melihat hamparan tanaman hijau yang melapisi beberapa bagian tebing. Anda bahkan juga bisa melihat akar-akar dari tumbuhan di sana yang menjuntai ke bawah.
Sumber Foto: Akun Instagram @danuwijaya27
Ketika berkunjung ke Pantai Watunene, selain berjalan-jalan di sepanjang bibir pantai Anda juga bisa mengistirahatkan diri di gubuk yang tidak jauh dari bibir pantai. Gubuk ini merupakan gubuk yang dibangun oleh penduduk lokal dan sering digunakan untuk beristirahat setelah lelah mencari lobster dan rumput laut. Jika bermain di sekitar pantai dengan pasirnya, Anda bisa membersihkan diri ke tempat khusus yang disediakan berupa sumber air tawar. Sumber air tawar di sini berasal dari tebing-tebing yang tinggi sehingga diminumpun tidak akan masalah. Jadi, sumber air tidak berasal dari bawah tanah apalagi pasir.
Walaupun indah karena dikelilingi deretan tebing, sayangnya keberadaan tebing tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa pantai ini bukan merupakan lokasi yang direkomendasikan untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam. Jadi, mengingat medannya pula, Anda harus mengusahakan untuk datang maupun kembali ketika suasana cukup terang sehingga akan lebih mudah dalam melewati tebing yang curam dimana kebetulan jalanan tersebut berbatasan langsung dengan jurang.
Baca Sebelumnya : Museum Benteng Vredeburg dan Sejarah Perjuangan Republik Indonesia
Jika Anda tetap tertarik untuk mengunjungi Pantai Watunene, Anda bisa menempuh rute seperti akan ke Pantai Seruni yang berada di sebelah timur dari pantai ini. Karena rute yang panjang dan berkelok-kelok, akan lebih baik jika Anda menggunakan motor atau kendaraan di rental motor. Sebelum mencapai pantainya, Anda harus memarkirkan kendaraan kemudian berjalan dan menuruni tebing yang cukup curam. Seperti ketika mengunjungi tempat wisata pada umumnya, sebagai pengunjung Anda harus menjaga kebersihan dari pantai tersebut. Jadi, siapkah Anda untuk menyaksikan eksotisme dari pantai ini? Jangan lupa untuk mempersiapkan kamera Anda, dan selamat melakukan jelajah pantai.
Lokasi Pantai Watunene di Google Map :
Pantai Mbirit : Sebuah Surga Tersembunyi di Gunung Kidul
Selain memiliki banyak pantai-pantai besar dan terkenal, para traveler sejati umumnya memilih jenis wisata pantai yang belum banyak dieksplorasi. Salah satu pantai yang dikategorikan sebagai pantai tersebut adalah Pantai Mbirit, Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai yang secara spesifik berada di dusun Bedalo, kelurahan Krambilsawit, kecamatan Saptosari, kabupaten Gunung Kidul ini bersebelahan dengan Pantai Butuh dan Pantai Gluwen. Jika Anda bingung, lokasi pantai ini dari kota Wonosari adalah kearah barat dayanya.
Rute tercepat yang sering ditempuh traveler untuk ke Pantai Mbirit, Gunung Kidul, Yogyakarta ini adalah mengikuti jalur ke Pantai Ngeden yang berada di barat Pantai Ngobaran. Di pertigaan sebelum ke pantai Ngeden, Anda harus mengambil arah ke kanan menuju pantai Butuh. Setelah menemukan tempat parkir, Anda perlu memarkirkan kendaraan dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki selama kurang lebih 15 menit. Karena melewati perbukitan, akan lebih baik jika Anda mengenakan sepatu sandal yang sesuai dengan medan.
Sumber gambar : Akun Instagram @explore.jogja
Kapan waktu yang tepat untuk mengunjungi pantai ini? Selain saat air laut sedang surut, Anda bisa mengunjungi pantai ini ketika menjelang siang hari hingga sebelum sore hari. Hal ini karena pantai ini bukan merupakan lokasi yang bagus untuk menikmati matahari terbit maupun matahari terbenam. Mengapa demikian? Adanya bebatuan dan tebing karang tidak memungkinkan semua sudut pantai untuk dapat menerima pencahayaan alami dari sinar matahari. Jadi, jika ingin menyaksikan matahari terbit dan terbenam, Anda harus memilih lokasi pantai yang memiliki hamparan luas dan terbuka.
Baca Sebelumnya : Berlibur di Pantai Wohkudu, Gunung Kidul, Yogyakarta
Pantai Mbirit, Gunung Kidul, Yogyakarta ini merupakan pantai yang berukuran kecil dan sangat tersembunyi. Karena itu, banyak traveler yang menamakannya surga yang tersembunyi. Sebutan surga juga bukan tanpa sebab. Pantai ini memiliki keindahan dan suasana yang asri dan tenang. Hamparan pasir putih di permukaan pantai ini tertutupi oleh bebatuan vulkanik yang berukuran besar hingga lebih dari 2 meter. Seperti pantai kecil lainnya di Gunung Kidul, pantai Mbirit dibatasi oleh tebing-tebing karang pada kedua sisinya. Karena banyaknya bebatuan besar dan besarnya ombak khas laut selatan, para wisatawan yang berkunjung di tempat ini hanya diizinkan untuk menikmati pemandangan dan mengabadikan momen dengan berfoto-foto. Pengunjung dilarang untuk bermain air atau bahkan berenang karena setiap sudut pantai ini tidak memungkinkan untuk menyelamatkan diri.
Jadi, bisa disimpulkan bahwa terlepas dari kecil luasnya pantai di Gunung Kidul yang Anda kunjungi, selalu ada kesan keindahan tersendiri yang ditampilkan oleh pantai tersebut seperti halnya pantai Mbirit. Demikian beberapa informasi seputar Pantai Mbirit, Gunung Kidul, Yogyakarta yang keindahannya belum banyak diketahui orang. Apakah Anda tergiur untuk mengunjungi pantai yang merupakan surga tersembunyi di Gunung Kidul ini?
Lokasi Pantai Mbirit di Peta Google Map :
Pantai Siung, Pantai Gunung Kidul yang Memikat Hati
Di Kabupaten Gunung Kidul, setidaknya ada sekitar 100 pantai lebih yang membentang. Setiap pantai memiliki keunikan yang takkan terlupakan. Pantai Siung merupakan satu dari ratusan pantai yang menarik untuk dikunjungi. Pantai ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap. Kelengkapan fasilitas ini yang membuat banyak pelancong dari dalam maupun luar daerah datang.Fasilitas yang lengkap di obyek wisata alam yang indah tentu akan mempermudah Anda saat beraktivitas di obyek wisata tersebut.
Pantai ini letaknya di Dusun Wates, Puwodadi, Tepus, Gunung kidul. Mencapai pantai ini sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi karena tidak ada kendaraan umum yang benar-benar sampai ke pantai ini. Dari pusat Jogja, jaraknya sekitar 70km atau memakan waktu 2 jam lebih.
Pantai Siung ini memiliki sejarah yang unik. Asal kata Siung berasal dari Siung Wanara yang berarti gigi kera. Jika dilihat dari jauh, di pantai pasir putih ini terdapat sebuah karang yang terlihat jelas dan besar. Batu karang tersebut seolah mirip gigi kera. Hal ini diungkapkan oleh Pak Wastoyo, tetua yang tinggal di sekitar pantai ini. Sejak saat itulah pantai yang indah itu dinamakan Siung.
Pantai ini menyediakan fasilitas yang lengkap. Jangan takut kelaparan karena ada banyak penjual makanan yang menawarkan berbagai menu seperti nasi rames, bakso, mie ayam, dan soto.Fasilitas untuk beribadah juga tersedia karena ada mushola yang didirikan di pantai ini. Selain itu terdapat kamar mandi yang cukup banyak sehingga Anda tak perlu mengantri panjang iika ingin mandi atau membilas tubuh. Parkiran pantai ini juga cukup luas jadi jika membawa kendaraan motor maupun mobil bisa ditampung.

Sumber gambar : Akun Instagram @pantaisiung
Hal yang menarik yang bisa dilakukan di pantai ini yaitu Anda bisa menaiki bukit yang tak terlalu tinggi. Di atas bukit ini Anda akan melihat pemandangan Pantai Siung dan sekitarnya. Tak jarang, spot ini sering digunakan untuk prewedding. Dari atas bukit, jika Anda melihat ke bawah maka ombak pantai yang memecah tebing terlihat sangat indah. Pantai yang eksotis ini sering digunakan untuk aktivitas berkemah karena suasana pantainya yang sangat indah.
Uniknya, pantai ini sering digunakan para pendaki yang suka menaiki tebing. Ada banyak spot pendakian yang terdiri dari kesulitan yang berbeda-beda. Banyak yang mengatakan jika pantai ini merupakan tempat terbaik untuk rock climbing. Bagi Anda yang suka dengan olahraga ekstrim, Anda wajib mencoba aktivitas ini. Untuk bisa memasuki kawasan ini, Anda hanya perlu mengeluarkan biaya Rp 3.000 untuk biaya parkir mobil serta Rp 2.000 untuk kendaraan bermotor.
Nah, tunggu apalagi? Jika Anda mengidamkan pantai yang memiliki pasir putih, bisa digunakan untuk berkemah, dan bagus untuk rock climbing, Pantai Siung jawabannya.
Baca Juga : Candi Ratu Boko, Istana Megah Jaman Dahulu
Lokasi Pantai Siung di Google Map :
Pasir Putih Bersambut Hijaunya Bebatuan dan Birunya Laut di Pantai Ngrumput
Deretan pesisir Yogyakarta merupakan sebuah anugerah luar biasa. Mengisi liburan dengan wisata pantai, dapat menciptakan suasana kebersamaan yang istimewa. Di sebelah timur Pantai Drini, terdapat pantai pasir putih dengan bebatuan hijaunya. Bukit karang bolong yang terbentuk akibat terkikis ombak adalah keunikannya. Pemandangan ini hanya ada di Pantai Ngrumput, Gunungkidul, Yogyakarta. Selebihnya, keadaan pantai masih terjaga kebersihan dan kelestariannya. Suasananya juga tenang karena belum banyak dikunjungi wisatawan. Dengan demikian, pantai ini cocok untuk melepas penat serta menenangkan hati dan pikiran.
Pantai di Desa Ngestirejo, Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta ini memberikan pemandangan unik. Hamparan pasir putih dengan bebatuan hijau dapat dinikmati bersama birunya laut. Semilir angin serta semak dan pepohonan yang bergoyang, menambah riuh suasana pantai. Sesekali debur ombak menyapu karang bolong di sisi pantai. Nuansa ini sangat cocok untuk camping. Tak jarang, wisatawan yang berkunjung ke pantai ini mengadakan kegiatan berkemah. Mereka mendirikan tenda di hamparan pantai dan membawa berbagai bahan makanan, seperti ikan dan jagung, untuk dinikmati bersama api unggun di malam harinya.
Wisatawan juga berburu pemandangan eksotis berupa permainan gradasi warna jingga, yang hadir saat senja menyapa. Selain itu, suasana jingga saat matahari terbit juga tampak indah, tak kalah menarik dengan nuansa sunset. Romantisme jingga tersebut berbalut pemandangan hijau dengan dilingkupi karang dan bukit. Nuansa unik tersebut adalah hal yang dinantikan oleh setiap pengunjung.

Pantai Ngrumput, Gunungkidul, Yogyakarta, merupakan solusi tepat untuk menghilangkan kejenuhan. Banyak aktivitas mengasyikkan yang dapat dilakukan di pantai ini. Selain berkemah dan menikmati sunset serta sunrise, maka bermain pasir mampu menjadi kegiatan berikutnya. Pendakian juga dapat dilakukan di bukit yang terdapat di sisi pantai. Melihat pemandangan keseluruhan pantai nan indah dari atas bukit merupakan hal menakjubkan yang dapat diperoleh di pantai ini. Olahraga voli pantai juga tepat sebagai pilihan kegiatan, karena permukaan pantai yang cukup luas dan datar.
Foto diri saat berwisata ke Pantai Ngrumput, Gunungkidul, Yogyakarta dengan berlatarbelakang pemandangan pantai asri dan unik, penting untuk diabadikan sebagai kenangan istimewa. Foto bersama dengan keluarga, teman, atau pasangan, saat berwisata juga diperlukan untuk mengenang momen tak terlupakan. Adapun potret ketika berkemah, hiking, bermain pasir pantai, berenang, duduk di tepi pantai, dan sebagainya, turut melengkapi keping kenangan Anda.
Lokasi Pantai Ngrumput di Peta Google Map:
Kelestarian tempat wisata yang tetap terjaga dapat meningkatkan kenyamanan dalam berwisata. Alam yang terjaga kelestariannya dapat terwujud melalui upaya dari pengunjung, penduduk sekitar, dan semua pihak yang bertugas dalam pengelolaan tempat wisata. Semua pihak harus bersinergi untuk menjaga kebersihan pantai dan air laut serta kelestarian tumbuhan sekitar pantai. Dengan implementasi upaya tersebut, Pantai Ngrumput, Gunungkidul, Yogyakarta, dapat terjaga keindahan alaminya.
Baca Sebelumnya : Pantai Krokoh, Pesona Pesisir dengan Pepohonan Rimbun di Balik Bukit Hijau
Pantai Krokoh, Pesona Pesisir dengan Pepohonan Rimbun di Balik Bukit Hijau
Rekreasi dengan suasana alam yang menyejukkan hati dan pikiran adalah kegiatan efektif untuk melepas penat. Liburan ke pantai bersama keluarga, teman, atau pasangan merupakan solusi tepat bagi Anda. Kesejukan pesisir dengan semilir angin dan segarnya air laut mampu mengembalikan kesegaran tubuh. Semua itu dapat dinikmati dengan berkunjung ke Pantai Krokoh, yaitu sebuah pantai yang dikelilingi pepohonan rimbun, ladang penduduk, serta diapit oleh bukit hijau, yang menjadi panorama khasnya. Keistimewaan pantai yang terletak di Dusun Putat, Desa Songbayu, Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta tersebut menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan.
Pantai bernuansa hijau tersebut berada di sebelah timur Pantai Sadeng. Jalur yang paling efektif adalah dari Jalan Wonosari menuju Semanu, Girisubo, hingga Sadeng. Jalan kawasan Pantai Sadeng yang sudah beraspal baik dan lebar dapat mempermudah perjalanan. Setelah melewati jalanan beraspal, Anda harus melewati jalan cor semen hingga tiba di desa paling akhir sebelum masuk kawasan Pantai Krokoh. Sesudah sampai di desa tersebut, wisatawan dapat menitipkan kendaraan, karena jalan selanjutnya tidak dapat dilewati dengan kendaraan. Anda harus berjalan kaki menempuh jalan setapak yang berbatu dan naik turun. Perjuangan menuju kawasan pantai yang sangat melelahkan ini dapat terbayar sudah dengan panorama menakjubkan bak surga dunia.
Di sisi kanan dan kiri pantai terdapat perbukitan karang cukup tinggi dan mengarah ke tengah samudera. Perbukitan tersebut juga ditumbuhi semak dan pohon hijau segar. Adapun di tengah kedua bukit tersebut sebuah lubang horizontal atau goa untuk sarang burung walet dan tempat tinggal kelelawar.

sumber gambar : akun IG @maspeot
Kawasan Pantai Krokoh yang masih perawan dapat Anda saksikan dengan hijaunya pepohonan rindang dan ladang milik warga. Suasana fresh semakin tercermin dari pantai landai berpasir putih yang berpadu dengan kesuburan tumbuhan hijau. Air laut jernih dengan debur ombaknya yang riuh adalah sajian pesisir yang menyegarkan.Ketika air laut surut, Anda dapat menyaksikan keindahan bagian dasar laut berupa ganggang laut beraneka warna yang tumbuh subur di batu karang.
Berbagai kegiatan dapat dilakukan pengunjung ketika berada di pantai, seperti bermain air, bermain pantai, berenang, mendaki tebing, serta menikmatisunrise dan sunset di tepi pantai atau di atas tebing. Selain itu, Anda dapat mengamati ladang penduduk untuk memperluas pengetahuan terkait pertanian. Bagi pengunjung yang gemar memancing, hobi tersebut dapat disalurkan di pantai ini. Karang yang berada di tepi pantai menjadi habitat yang cocok bagi lobster dan gurita, sehingga sangat potensial untuk memancing kedua spesies tersebut.
Berwisata ke Pantai Krokoh mampu melepaskan penat sekaligus menambah wawasan di berbagai bidang. Berbagai macam hobi juga dapat tersalurkan. Saat berkunjung, diharapkan setiap wisatawan menjaga kebersihan pantai dan sekitarnya, guna menunjang kelestarian alam.
Baca sebelumnya : Replika Megahnya Vulkanik di Museum Gunung Api Merapi






Hubungi Kami