Menu
×

Category Archives: Wisata Budaya

Tersingkapnya Situs Purbakala Candi Palgading

Menjelajahi situs purbakala memang menjadi kesenangan tersendiri untuk orang-orang yang suka dengan sejarah. Selain mendapatkan pengetahuan baru mengenai peninggalan sejarah yang ada di Indnesia, kita juga dapat mengetahui beberapa peninggalan sejarah yang jarang diketahui orang ini. Jika dilihat dari sejarahnya, banyak sekali candi yang berada di Sleman, Yogyakarta yang ditemukan secara tidak sengaja pada saat menggali tanah, seperti Candi Palgading. Candi ini terletak pada Dusun Palgading, Desa Sinduharjo, Kecamatan Ngaglik. Pada saat ini candi tersebut telah menjadi objek wisata yang bisa Anda kunjungi dan pelajari sejarahnya.

Candi ini merupakan sebuah peninggalan Kerajaan Mataram Kuna dan tergolong dalam Candi Buddha. Candi tersebut ditemukan sekitar tahun 2006 dan berada di daerah permukiman warga. Lokasi candi lebih tepatnya berada di depan kantor Kecamatan Ngaglik. Luas candi mencapai 1 hektar. Anda bisa berkunjung ke situs purbakala ini mengendarai kendaraan pribadi. Tidak banyak yang tahu mengenai keberadaan candi ini karena memang belum familiar seperti Candi Prambanan. Meskipun begitu, Candi Palgading ini juga patut Anda kunjungi karena nilai sejarahnya yang menarik.

Candi Palgading

Sumber Gambar: Instagram @jendro_untoro

Candi ini memiliki empat buah bangunan. Bangunan pertama terdapat stupa yang dapat direkonstruksi atau dipugar karena material asli yang ada cukup banyak. Pada bangunan kedua, Anda dapat melihat kaki kanci namun bangunan ini belum bisa dipugar karena bahannya hanya 50%. Dan pada bangunan ketiga dan keempat belum dipastikan dapat dipugar atau tidak karena belum digali keseluruhan dan terkandala karena pembebasan tanah dan dana. Candi yang dapat Anda lihat disini adalah candi perwara sedangkan candi induk masih belum jelas keberadaannya.

Candi Palgading ini diperkirakan berasal dari abad 9 M hingga 10 M. Diduga candi ini merupakan tempat penyembahan Avalokiteshvaradan Aksobhyayang diperkuat dengan adanya arca Avalokiteshvaradan Aksobhyayang ditemukan pada candi tersebut. Avalokiteshvara dan Aksobhya merupakan dewa asih, dewa kasih sayang dan juga dewa penjaga bagi penganut agama Buddha. Belum ada prasasti yang ditemukan sebagai bahan informasi mengenai candi ini. Proses pemugaran tempat yang akan dijadikan objek wisata ini sempat terhenti karena lokasi candi ini memang berada di permukiman warga.

Baca Juga : Wisata Sejarah di Museum Karbol TNI Angkatan Udara di Kompleks AAU

Namun, kendala yang ada kini telah terlewati dan telah dilakukan penggalian kembali pada tahun 2015 untuk menemukan sisa-sisa bangunan yang diduga masih tertimbun oleh tanah disana. Kini, Candi Palgading telah menjadi tempat wisata yang menarik perhatian para pecinta sejarah. Meskipun tidak sebesar candi-candi terkenal lainnya, banyak wisatawan yang tertarik akan peninggalan sejarah ini. Jika Anda berminat untuk mengunjungi situs purbakala ini, jagalah etika Anda dengan tidak merusak bukti sejarah yang ada di Kecamatan Ngaglik ini.

Belajar Budaya di Museum Ullen Sentalu di Jl Boyong, Pakem

Di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terdapat sebuah obyek wisata bernama Museum Ullen Sentalu di Jalan Boyong, Pakem. Obyek ini sudah cukup dikenal banyak orang, namun masih ada sebagian yang belum mengetahuinya. Sebagai informasi, tempat ini terletak di daerah Kaliurang. Bagi orang Yogya, tentu daerah ini tak asing lagi dengan kawasan ini. Begitu memasuki kawasan museum, hawa yang sejuk dan sedikit dingin akan menyambut pengunjung. Udara di Kaliurang memang sedikit lebih sejuk dibandingkan dengan hawa di pusat kota Yogyakarta. Di sini udaranya paling rendah mencapai 15 derajat celcius.

Museum ini menyuguhkan berbagai benda unik salah satunya adalah lukisan naratif. Salah satu lukisan yang bisa disaksikan di tempat unik ini yaitu lukisawewarah yang di dalamnya terdapat Ibu Ageng dan Ratu Alit, dua tokoh penting dalam masa pemerintahan PB XII. Memasuki Museum Ullen Sentalu di Jalan Boyong, Pakem akan membuat Anda merasakan hidup di zaman dahulu karena dari arsitekturnya hingga perabot yang ada ada di dalamnya memiliki nilai histori. Selain lukisan, di museum ini juga terdapat Ruang Gamelan yang terdiri dari koleksi antik gamelan-gamelan kuno.

Museum Ullen Sentalu

Sumber gambar : Akun Instagram @safiraaul

Uniknya, barang-barang yang ada di museum ini tak berlabel seperti museum-museum pada umumnya. Namun, Anda jangan khawatir karena akan ada tourguide yang menemani dan menjelaskan seluruh koleksi yang ada di sana. Museum Ulen Sentalu di Jalan Boyong, Pakem dibangun di area Taman Kaswargan. Taman ini telah dibangun sejak 1985. Arti nama Kaswargan  memiliki arti Surga yang berasal dari Bahasa Jawa. Pemandangan tamannya memang seolah seperti dunia. Sejuk, rindang, dan memiliki atmosfer yang sangat unik. Dipastikan Anda akan merasa betah saat berada di kawasan ini.

Museum ini buka setiap hari kecuali hari Senin. Untuk harga tiketnya hanya Rp 30.000 untuk turis domestik dan Rp 50.000 untuk turis yang berasal dari mancanegara.  Jam bukanya yaitu jam 08.30 pagi hingga jam 4 sore. Di saat weekend atau hari libur, jam bukanya hingga pukul 5 sore. Saat Anda berkunjung d sini, maka patuhilah peraturan yang berlaku. Terdapat larangan yang tidak memperbolehkan Anda untuk memotret area museum. Hanya ada spot-spot tertentu saja yang diperbolehkan. Jika datang bersama rombongan, ada baiknya Anda konfirmasi terlebih dahulu pada pihak pengelola agar kunjungan Anda lebih nyaman.

Baca Juga : Jangan Lupakan Sejarah, Berkunjunglah ke Monumen Jogja Kembali!

Museum Ullen Sentalu di Jalan Boyong, Pakem bisa menjadi tempat liburan yang berarti bagi Anda dan keluarga. Tak hanya bisa merasakan dinginnya udara Kaliurang yang enak, Anda juga akan dibawa mengelilingi area museum yang kaya akan nilai sejarah. Tak perlu ragu untuk datang ke tempat yang unik dan asyik ini. Segeralah rencanakan liburan Anda dengan belajar budaya Jawa di Ullen Sentalu.

Lokasi Museum Ullen Sentalu di Google Map

1 year ago Wisata Budaya

Candi Morangan: Candi Hindu di Lereng Gunung Merapi

Sleman merupakan sebuah kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menyimpan banyak sekali jejak peninggalan sejarah berupa candi. Bagi Anda yang sangat menyukai ataupun tertarik dengan sejarah, Anda bisa berkunjung kesini untuk mengenal lebih baik tentang candi-candi yang ada di Indonesia. Adapun salah satu candi yang ada di kabupaten ini dan masih belum terkenal di kalangan masyarakat luas adalah Candi Morangan. Selain bisa belajar tentang sejarah yang ada, berkunjung ke candi ini juga menjadi alternatif untuk mendapatkan liburan yang murah dan juga menyenangkan. Candi ini dapat Anda temukan di Desa Sindumartani, Dusun Morangan, Kecamatan Ngemplak.

Candi tersebut berada di tengah permukiman warga dan terletak pada 2,5 meter dibawah permukaan tanah yang disebabkan karena aktivitas vulkanik dari gunung Merapi yang ada. Candi ini ditemukan dalam keadaan runtuh pada tahun 1982. Disini Anda juga dapat menemukan Sungai Gendol yang merupakan sungai yang menjadi aliran lahar gunung Merapi yang berjarak 50 meter dari candi. Candi Morangan memiliki 2 bangunan yaitu candi induk dan candi perwara. Candi induk menghadap ke arah barat dan berdenah bujur sangkar serta berbilik sedangkan candi perwara menghadap ke arah timur dan berdenah bujur sangkar.

Candi Morangan

Sumber foto : IG @richbeer-

Candi ini juga merupakan Candi Hindu. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan adanya Yoni yang berada di candi induk. Kaki, tubuh, dan atap pada candi induk ini juga seperti menggambarkan alam yang ada pada agama Hindu seperti bhurloka, bhuvarloka, dan savarloka. Disini Anda juga akan menemukan patung Nandi yaitu patung yang berbentuk sapi dengan posisi mendekam. Patung ini dipercaya sebagai kendaraan Dewa Siwa dalam sejarah Hindu dan juga digunakan sebagai tempat pemujaan untuk para penganut agama Hindu Siwa.

Baca Juga : Candi Tara, Candi Peninggalan Agama Budha di Kalasan

Candi Morangan memiliki banyak relief binatang seperti gajah, kelinci, kera, singa, kijang dan burung. Memang sebagian besar candi dipenuhi dengan relief binatang, akan tetapi Anda juga dapat melihat relief lain yang ada pada dinding candi seperti adanya dua orang laki-laki yang mengapit tumpukan bunga, dua orang wanita yang membawa kendi kecil dan mengapit kendi besar, dua orang wanita yang sedang menunggangi gajah, tiga resi yang membawa kitab suci teratai biru dan masih banyak lagi. Semua relief yang ada pada dinding candi ini mempunyai maknanya tersendiri.

Belum ada kepastian yang jelas sampai saat ini kapan Candi Morangan dibangun karena tidak ada prasasti yang memberikan keterangan mengenai candi ini. Akan tetapi, dengan melihat adanya ciri-ciri hiasan pada seni arca yang ada, candi ini diperkirakan berdiri pada abad 9 Masehi dimana sama dengan masanya Candi Prambanan. Sejarah yang ada di candi ini memang patut untuk dipelajari oleh Anda pecinta budaya.

Lokasi Candi Morangan Menurut Google Map

1 year ago Wisata Budaya

Candi Tara, Candi Peninggalan Agama Budha di Kalasan

Candi Tara merupakan candi Budha tertua yang dibangun di Pulau Jawa. Lokasinya berada di Jogjakarta, tepatnya di Desa Tirtomartani, Kec. Kalasan, Kabupaten Sleman. Ada yang menyebut candi ini sebagai Candi Kalibening dan Candi Kalasan, sesuai dengan tempat candi ini berada. Seperti yang tercantum dalam prasasti Kalasan tanggal 778 masehi, sebuah bangunan untuk Bhagavati Tara Yang Mulia telah didirikan oleh para Guru Dinasti Syailendra, setelah memperoleh persetujuan dari Maha Raja Dyah Pancapanam Panamkarana.

Prasasti Kalasan ditemukan di sisi timur dari candi dan sekarang telah dimuseumkan di Museum Nasional Jakarta. Sesuai prasasti Kalasan candi ini disebut sebagai Candi Kalibening, lebih dikenal sebagai Candi Kalasan, ada juga yang mengenalnya sebagai Candi Tara karena bangunan ini memang didirikan sebagai tempat pemujaan Dewi Tara. Secara keseluruhan bentuk bangunan candi ini adalah persegi panjang, terdiri dai ruang utama dan bilik-bilik di dinding bagian luar pada masing-masing sisinya. Empat sisinya juga memiliki sebuah pintu dengan pintu utama menghadap ke arah timur. Di bagian atas masing-masing pintu dihiasi dengan pahatan berupa kala. Relung di kiri dan kanan atas pintu terdapat sosok dewa yang berdiri memegang bunga teratai.

Pada bagian tubuh Candi Tara, atasnya menggamparkan puncak Meru dengan bentuk kubus dengan 52 buah stupa mengelilinginya. Stupa tersebut banyak yang tidak lagi utuh. Ghana atau raksasa kerdil menjadi hiasan antara atap dengan bagian tubuh candi. Atapnya bertingkat dua dengan bentuk persegi delapan. Tingkatan terendah terdapat arca Bodhisattva dan tingkat yang tengah terdapat arca Budha Dhayani. Ruang utama candi berbentuk bujur sangkar dengan di dalamnya terdapat batu yang disusun untuk meletakan arca Dewi Tara. Berdasarkan perkiraan arca tersebut sangat besar dengan tinggi kurang lebih 6 meter dan terbuat dari bahan perunggu.

Bangunan Candi Tara sendiri mengalami banyak kerusakan baik faktor alam maupun karena faktor lainnya. Arcanya banyak yang sudah tidak ada di candi. Relief yang ada pada dinding candi memiliki detail yang indah dan menakjubkan. Terdapat relief pohon dewata, awan, dan makhluk khayangan, juga relief daun, sulur-suluran, serta relief berbentuk kuncup bunga. Ukirannya terbilang halus karena pada saat pembangunannya dinding candi bagian luar dilapisi dengan vajralepa. Vajralepa berfungsi seperti semen yang melindungi candi dari lumut dan jamur serta menghaluskan setiap relief yang menghiasi dinding candi.

Bangunan candi yang selesai dibangun pada tahun 778 masehi ini menjadi peninggalan candi Budha tertua di Pulau Jawa. Wisatawan dapat datang pada jam buka sekitar pukul 06.00 – 18.00 WIB. Keberadaan Candi Tara menjadi salah satu bukti keanekaragaman umat beragama yang ada di Indonesia dan dapat menjadi contoh toleransi kehidupan antar umat.

Baca Juga : Candi Barong Tempat Meminta Kesuburan Alam

1 year ago Wisata Budaya

Pemandangan Hijau nan Asri Candi Barong di Bukit Batur Agung

Candi Barong merupakan candi Hindu yang dibangun sekitar pada abad ke-9 hingga abad ke-10 Masehi. Lokasinya berada di Dusun Candisari, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Akses jalan menuju tempat ini berupa jalanan yang menanjak. Keberadaannya ditemukan oleh orang Belanda sekitar tahun 1913 yang kala itu sedang melakukan perluasan perkebunan tebu. Pada tahun 1987 dilakukan pemugaran, dan pada tahun 1992 candi utamanya selesai dipugar. Komplek candi ini berada di ketinggian yakni puncak dari perbukitan Batur Agung.

Lokasi Candi Barong di Google Map:

Perbukitan tempat candi dibangun merupakan dataran tinggi yang penuh dengan batu cadas. Daerah tersebut memiliki kesuburan yang kurang baik, karena itulah dibangun candi ini sebagai tempat memohon agar alam di sekitar menjadi lebih subur. Candi yang menghadap ke sisi barat ini memiliki arca Dewi Sri yang merupakan dewi kesuburan bagi umat Hindu dan merupakan istri dari Dewa Wisnu. Halaman dari area candi terdapat 3 teras, bagian depan di sisi barat lebih rendah, bagian tengah, dan bagian paling tinggi berada di belakang di sisi timur.

Candi Barong

sumber gambar: IG @must_are_if

2 candi kembar berdiri di pelataran yang tertinggi dari komplek Candi Barong. Tinggi dari bangunan candi mencapai ukuran sekitar 9,25 meter dengan luas area alasnya berukuran 8,25 meter x 8,25 meter. Terdapat perbedaan dari bentuk candi ini dibandingkan dengan candi Hindu lainnya, yaitu tidak adanya ruangan di bagian dalam candi atau yang sering disebut dengan bilik candi. Bagian dinding candi juga tidak memiliki relief seperti kebanyakan candi lainnya, dindingnya hanya berupa balok batu cadas. Bentuk atap dari dua candi tersebut berbentuk 4 tingkat. Bangunan yang mirip dengan pendopo tempat pemujaan berada di teras tingkat dua. Bangunan tersebut berukuran 12,3 x 7,8 meter.

Baca Sebelumnya : Candi Kalasan, Candi Budha Tertua di Pulau Jawa

Dua bangunan candi di komplek candi ini memiliki relung di setiap sisinya. Relung tersebut dihiasi dengan Kala Barong, makhluk suci yang bertugas menjaga candi menurut ajaran Hindu. Kala Barong inilah yang membuat masyarakat setempat menyebutnya dengan Candi Barong. Pada awalnya bangunan ini bernama Candi Suragedug, namun karena kebiasaan masyarakat sekitar yang menyebutnya dengan Barong, candi ini dikenal dengan nama yang lain. Selain kala-kala barong, candi ini juga memiliki ornamen lain yang disebut Ghana. Ghana berupa raksasa berukuran kecil yang menumpu bagian relung candi.

Pelatarannya cukup luas sehingga pemandangannya lebih indah terlebih lagi posisinya yang berada di ketinggian, cocok bagi Anda yang ingin melihat sunset dengan cahaya keemasannya yang menyinari bangunan candi. Selain mengamati dan menikmati arsitektur kuno dari bangunan Candi Barong, pengunjung juga bisa melihat pemandangan desa yang hijau dan beberapa aktivitas penduduk setempat yang berada di lahan persawahan. Fasilitas yang disediakan di tempat ini hanyalah halaman untuk parkir kendaraan.

1 year ago Wisata Budaya

Candi Kalasan, Candi Budha Tertua di Pulau Jawa

Candi Kalasan diketahui dengan julukannya sebagai candi Budha tertua yang terdapat di Pulau Jawa. Menurut peninggalan sejarah yakni prasasti Kalasan tanggal 778 masehi candi ini dibangun sekitar tahun 777 masehi hingga 778 masehi. Lokasi berdirinya candi ini yakni di Sleman, tepatnya di Desa Tirtomartani, kecamatan Kalasan, Jogja. Berjarak kurang lebih 15 km dari kota Yogyakarta, 300 meter dari Candi Sari, dan sekitar 2 km dari Candi Prambanan ke arah barat. Posisinya sekitar 50 meter di sisi selatan dari Jl. Raya Yogya-Solo, jalan besar penghubung kota Solo dan Yogyakarta.

Meskipun termasuk sebagai candi Budha, pendiri dari candi merupakan penganut agama Hindu yang bernama RakaiPanangkaran dari wanca Sanjaya. Guru dari Rakai Panangkaran merupakan sosok yang membujuknya membangun candi Budha, guru tersebut berasal dari wangsa Syailendra dan penganut ajaran Hindu. Selain sebagai candi Budha tertua, Candi Kalasan juga merupakan bukti sebuah pernikahan tokoh dari dua dinasti besar. Pembangunan candi ini adalah sebagai penghormatan dan penghargaan atas bersatunya seorang raja dari Dinasti Sanjaya dan seorang permaisuri yang berasal dari Dinasti Syailendra, Raja Pancapana dan Permaisuri Dyah Pramudya Wardhani.

Selain sebagai candi tertua dan candi penghargaan atas cinta yang telah bersatu, candi ini juga merupakan candi terunik karena pemakaian vajralepa. Vajralepa adalah getah dari tumbuhan yang warnanya kekuning-kuningan yang kegunaannya mirip dengan semen. Vajralepa tersebut melindungi bangunan Candi Kalasan dari lumut dan juga jamur. Pemakaian vajralepa juga membuat ukiran yang ada pada dinding luar candi terlihat lebih halus. Bagian gerbangnya dihiasi dengan kala makara dan memiliki empat tangga.

Baca Juga : Pantai Siung, Pantai Gunung Kidul yang Memikat Hati 

Sebuah sosok dari dewa yang sedang memegang sebuah bunga teratai berada di bagian ceruk pintu masuk. Ruang utama candi berisi alas lotus dan juga tahta makara, ada juga singa yang berdiri di atas punggung gajah. Candi ini memiliki satu ruang utama dan 4 ruang lainnya di masing-masing sisinya. Tinggi candi dari bagian dasar, badan candi, hingga atap adalah 34 meter. Bagian alas candi berbentuk persegi yang memiliki ukuran 45 x 45 meter. Candi yang menghadap ke arah timur ini memiliki atap yang bertingkat hingga 3 tingkatan.

Atap terendahnya berhiaskan Bodhisattva yang duduk di teratai, tingkat duanya terdapat patung Budha Dhayani yang sisi kanan dan kirinya terdapat Bodhisattva. Pada bagian atap yang tertinggi berhiaskan relung 8 dengan mahkota berupa dagoba tunggal yang berukuran besar. Komplek candi ini berada dekat dengan pemukiman penduduk dan telah disediakan beberapa fasilitas seperti tempat parkir yang luas dan kamar mandi atau toilet. Bagi Anda yang merasa penasaran dan tertarik untuk datang ke Candi Kalasan, candi ini dibuka setiap hari mulai pukul 06.00 – 18.00 WIB.

 

1 year ago Wisata Budaya

Candi Ratu Boko, Istana Megah Jaman Dahulu

Meniti Jejak Mataram Kuno. Mungkin itu satu hal yang pantas Anda ucapkan ketika berlibur ke wisata budaya dan sejarah di Indonesia. Indonesia memang merupakan negara dengan sejuta kebudayaan yang beragam. Termasuk dengan peninggalan-peninggalan sejarah pada masa lalu yang bisa dijadikan sebagai kawasan objek wisata dengan nilai sangat tinggi. Candi Ratu Boko salah satunya. Candi ini mempunyai daya tarik yang sangat luar biasa.

Selain Candi Prambanan,  sebenarnya masih ada candi lain yang bisa dijadikan ikon tempat wisata salah satunya adalah Candi Ratu Boko. Istana Ratu Boko merupakan peninggalan situs arkeologi berupa bekas istana yang terdiri dari beberapa bangunan. Istana Ratu Boko dikelola oleh sebuah perusahaan BUMN yaitu PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan Ratu Boko. Istana Ratu Boko beralamat di Bokoharjo, Prambanan, Kabupatrn Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Istana Ratu Boko mempunyai luar sekitar 25 ha.

Dulunya candi ini digunakan pada abad ke-8 pada masa Wangsa Sailendra atau RakaiPanangkaran yang berasal dari Kerajaan Medang (Mataram Hindu). Jika dilihat dari sisa bangunnya, dulu candi ini merupakan sebuah kompleks istana raja. Hal itu terbukti dari adanya bangunan berbenteng dan parit kering sebagai struktur pertahanan. Selain itu juga terdapat situs penduduk di sekitar lokasi istana. Pada bagian tengah kompleks candi, terdapat gapura utama sebagai pintu masuk, lapangan, kolam, paseban dan candi pembakaran. Kemudian di bagian tenggara terdapat pendopo, kolam, candi dan kompleks Keputren. Sedangkan untuk yang bagian barat kompleks hanyalah perbukitan yang menarik.

Keistimewaan Candi Ratu Boko bisa dilihat dari segi kompleks bangunan. Hal ini terlihat jelas dan berbeda dengan bangunan candi pada umumnya. Terdapatnya bekas bangunan kolam renang mengisyaratkan bahwa tempat ini dulunya memang sebuah kompleks istana. Selain itu, letaknya yang berada diatas bukit sebagai tanda terdapatnya mata air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keistimewaan yang lain adalah adanya Candi Pembakaran yang digunakan untuk membakar mayat. Dari Candi Pembakaran, terdapat sebuah sumur suci yang konon dulunya digunakan warga untuk upacara keagamaan. Para penganut Agama Hindu juga sering menggunakan air yang ada di sumur itu untuk perayaan Tawur Agung.

Menariknya lagi, di Istana Ratu Boko terdapat 2 buah goa yang disebut GoaLanang dan GoaWadon. Relief pada Goa ini menggambarkan alat yang dimiliki oleh laki-laki dan wanita. Yang dianggap sebagai perwakilan Siwa dalam ajaran agama Hindu. Penyatuan antara yoni (cewek) dan lingga (cowok) dipercaya akan membawa kesejahteraan bagi semuanya. Tempat ini diprediksi sebagai tempat bermeditasi pada jaman dahulu.

Selain menikmati keindahan bangunan yang ada di sekitar Istana Ratu Boko, Anda juga dapat melihat kemegahan Candi Prambanan dari atas bukit istana. Menanti sunset (matahari tenggelam) dari atas bukit merupakan moment yang paling ditunggu-tunggu jika berlibur ke Candi Ratu Boko. Anda bisa melakukan perjalanan rombongan bersama teman kerja, keluarga, kolega dan sebagai melalui jasa paket wisata berikut :

Paket Wisata ID

Lokasi Candi Boko menurut Google Map :

1 year ago Wisata Budaya

Peninggalan Sejarah Candi Pawon (Pawon Temple)

Candi Pawon (Pawon Temple) merupakan salah satu dari tiga candi Budha di Pulau Jawa bersama dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut. Letak candi ini berada di tengah-tengah dari tiga candi Budha tersebut, berjarak sekitar 1.750 meter dari Candi Borobudur dan 1.150 meter dari Candi Mendut. Lokasi tepatnya berada di Desa Brojonalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Berdasarkan peninggalan sejarah berupa prasasti karangtengah atau yang disebut prasasti Kayumwungan tahun 824 masehi, candi ini dibangun sekitar abad ke-9 hingga ke-10 bersama-sama dengan Candi Borobudur dan Candi Mendut.

Bangunan candi dibuat dari batuan gunung dan dibangun dengan bentuk persegi empat yang di dalamnya terdapat bilik yang berukuran lebih kecil dari bilik yang ada di Candi Mendut dan memiliki atap yang berlapis. Sejarah dari nama Candi Pawon (Pawon Temple) menurut JG deCaspari berasal dari kata dalam bahasa Jawa yakni awu yang berarti abu, yang menunjuk pada tempat perabuan. Dalam masyarakat Jawa sendiri pawon memiliki arti dapur. Penduduk setempat juga menyebut candi ini sebagai Candi Bajranalan yang mengandung dua kata dari bahasa Sansekerta yakni vajra yang artinya halilintar dan anala yang berarti api.

Pawon Temple

Di bagian dalam biliknya sendiri candi ini memiliki 6 lubang yang mungkin menjadi lubang keluarnya asap pembakaran. Lubang inilah yang menjadi unik karena kebanyakan candi biasanya biliknya tertutup. Bentuk arsitektur dari atap Candi Pawon (Pawon Temple) berupa limas yang menggambarkan bentuk dari Gunung Meru, di atap tersebut terdapat beberapa stupa yang berukuran kecil. Dinding candi tersebut terpahat panel relief kisah kinari atau makhluk berkepala manusia namun memiliki badan yang menyerupai burung. Terdapat juga panel relief pundi-pundi dan relief berupa pohon hayati atau yang disebut dengan kalpataru. Kalpataru tersebut berada di tengah-tengah antara relief pundi-pundi dan relief kinari. Terdapat juga relief berupa boddhisatva di dinding luar candi.

Menurut Poerbatjaraka relief tersebut merupakan bagian awal dari relief-relief yang terdapat di Candi Borobudur. Relief-relief itu terdapat di sekeliling dinding candi bagian luar. Pada bagian atas pintu masuk dihiasi dengan kala makara. Gaya Hindu Jawa kuno dan India menjadi ciri arsitektur dari candi yang pernah dipugar ini. Pada tahun 1903 hingga tahun1904 candi ini diperbaiki dengan cara dipugar.

Fungsi dari bangunan candi diperkirakan sebagai tempat untuk menyimpan senjata yang mirip dengan halilintar. Halilintar merupakan senjata dari Raja Indra yang disebut dengan Vajranala. Bilik yang ada di dalam Candi Pawon (Pawon Temple) adalah ruangan kosong, tidak ada arca seperti kebanyakan candi dan dinding bagian dalam bilik juga tidak memiliki relief.  Bagi Anda yang tertarik untuk datang, candi ini dibuka setiap hari dari jam 6 pagi hingga 5 sore.

Baca Lainnya : Wisata Budaya 
Lokasi Candi Pawon (Pawon Temple) di Google Map

1 year ago Wisata Budaya

Romantika Cinta Candi Plaosan, Candi Peninggalan Agama Budha

Berlibur ternyata menjadi pilihan banyak orang sebagai pilihan paling tepat untuk mengurangi kepenatan setelah beraktivitas dan kerja yang melelahkan. Banyak tempat-tempat wisata yang bisa dikunjungi. Berwisata di tempat-tempat yang mengandung nilai sejarah mungkin lebih mengasikkan daripada di tempat wisata biasa. Berlibur ke Candi mungkin menjadi salah satu wisata favorit yang paling sering dikunjungi. Dari sekian banyak candi yang Anda kunjungi, pernahkah Anda berkunjung ke Candi Plaosan?

Objek wisata Candi Plaosan termasuk ke dalam objek wisata candi yang banyak dikunjungi. Candi ini lokasinya tidak jauh dari Candi Prambanan  yaitu sekitar 1,5 kilometer ke arah timur laut dari Candi Prambanan dan terbilang masih satu kompleks. Candi ini mempunyai alamat di Jalan Plaosan, Bugisan, Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Candi yang dibagi menjadi 2 yaitu pojok kidul dan lor ini merupakan peninggalan Agama Budha.

Dari berbagai bukti yang ada, candi ini diperkirakan dibangun pada awal abad ke 9 oleh Rakai Pikatan seorang Raja dari Kerajaan Mataram Hindu abad ke-9. Candi yang berada di bagian Lor dibangun oleh Ratu Sri Kahulunan. Candi ini mengisahkan tentang cinta sepasang manusia yang berbeda agama. Pada bulan Oktober 2003 ditemukan sebuah prasasti yang diperkirakan dari abad ke-9M. Prasasti tersebut berisi tulisan  dalam bahasa Sansekerta yang ditulis menggunakan huruf Jawa Kuno. Prasasti tersebut dibuat dari lempengan emas berukuran 18,5 x 2,2 cm. Sampai saat ini prasasti yang diketemukan belum bisa dibaca.

Candi Plaosan

Sumber gambar : Akun Instagram @rayzalzero

Candi Plaosan mungkin menjadi salah satu candi yang paling romatis karena dibangun sebagai bukti cinta yang suci. Cinta yang putih yang mampu melalui batas-batas perbedaan, bahkan yang paling mendasar dan sangat sensitif yaitu agama. Kedua Candi yang dibangun hanya dipisahkan jalan raya kecil dan berjarak sekitar 20 meter. Candi yang di bagian Lor menghadap ke barat dan ada dua pasang Arca Dwarapala di bagian depan yang saling berhadapan di pintu masuk ujung utara dan sepasang di pintu masuk ujung selatan. Bagian utama dari candi yang di bagian lor adalah dua candi induk dengan bangunan bertingkat. Oleh karenanya candi ini sering disebut dengan Candi Kembar.

Selain itu, ada relief menarik yang terlukis antara dua candi induk tentang interpretasi rasa cinta yang dimiliki. Relief pada dinding candi induk sebelah selatan bergambarkan seorang laki-laki sebagai tanda kekaguman Pramodyawardani terhadap Rakai Pikatan. Sedangkan pada bagian utara menggambarkan sosok perempuan yang diduga Pramodyawardani. Menariknya lagi, kedua bangunan utama candi ini dikelilingi oleh candi Perwara yang berjumlah 174. Hal tersebut menjadikan candi ini menjadi candi kombinasi antara unsur Hindu dan Budha.

Demikian sedikit gambaran mengenai wisata candi yang romantis.  Semoga candi yang dibangun karena rasa cinta ini mampu menambah rasa cinta Anda terhadap warisan budaya Indonesia yang menarik. Bagi Anda Jangan lupa untuk mengunjungi Candi Plaosan dan Selamat berlibur.

Baca Sebelumnya : Menikmati Keindahan Malam Dari Bukit Bintang Wonosari

Lokasi Peta Google Map Candi Plaosan :

Candi Prambanan, Legenda Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia, lokasinya berada di Jl. Raya Jogja-Solo Km. 16, Prambanan, Sleman, Yogyakarta. Berjarak kurang lebih 17 km dari pusat Kota Yogyakarta. Bagi Anda yang menggunakan transportasi trans Jogja tempat ini berada 0.4 km dari Halte Prambanan. Candi ini mempunyai legenda sebuah kisah cinta yang tidak berbalas antara Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang. Menurut cerita candi-candi yang ada merupakan permintaan dari Roro Jonggrang kepada Bandung Bondowoso untuk membuat 1000 candi dalam semalam, namun Roro Jonggrang menggagalkan dan membuat Bandung Bondowoso murka dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi candi yang ke-1000.

Pembangunan candi tertinggi di Yogyakarta ini diperkirakan antara abad ke-9 hingga abad ke-10. 3 candi merupakan yang terbesar dan sebagai candi utama. 3 candi utama tersebut adalah Candi Wisnu di sisi utara, Candi Siwa di tengah, dan Candi Brahma di sebelah selatan. Semua candi utama menghadap ke satu arah yakni timur. Masing-masing candi utama memiliki pendamping yang disebut candi wahana. Candi wahana Garuda untuk Wisnu, Candi Nandi untuk Siwa, dan Candi Angsa untuk Brahma. Di halaman pertama komplek Candi Prambanan juga terdapat 4 candi sudut, 4 candi kelir, dan 2 candi apit, sedangkan halaman lainnya terdapat candi sebanyak 224.

Candi yang terbesar dan tertinggi adalah Siwa dengan ketinggian 37 meter, lebih tinggi dari Borobudur. Bagian bawah atau alas candi berukuran 289 meter persegi. Candi Siwa memiliki relief kisah Ramayana. Dindingnya berhias kinari atau patung manusia bertubuh burung. Di sisi selatannya terdapat arca Agastya, arca Ganesha di sisi barat, dan arca Durga Mahisasuramardini di sebelah utara. Sedangkan Candi Brahma yang ada di komplek Candi Prambanan hanya memiliki tinggi 37 meter dan luas alas 20 meter persegi. Pahatan dindingnya terdapat relief kisah Ramayana yang merupakan lanjutan dari Candi Siwa, di dalamnya berisi arca Brahma. Candi Wisnu memiliki bagian kaki, badan, dan atap candi yang bertingkat hingga 5 tingkat.  Arca Wisnu juga berada di dalamnya, dindingnya dipahat sebuah relief kisah tentang reinkarnasi atau lahirnya kembali Dewa Wisnu dalam berbagai wujud.

Pengunjung disarankan untuk mengelilingi candi memutar searah dengan jarum jam sebagi bukti penghormatan dan kesopanan. Segala peraturan yang dibuat lebih baik Anda ikuti agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Wisatawan yang mengunjungi Candi Prambanan dapat berfoto tanpa merusak bagian bangunan candi. Komplek dalam candi ini telah masuk dalam situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1991. Oleh karena itu wajib bagi setiap wisatawan yang datang untuk mematuhi aturan dan juga menjaga keindahan komplek candi agar peninggalan bersejarah ini dapat tetap lestari.

Baca Sebelumnya : Berkeliling di Komplek Candi Ijo Sleman Yogyakarta

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^