Menu
×

Category Archives: Artikel

4 years ago Artikel , Wisata Pantai

Warna-Warni Ikan dan Tantangan Reef Break di Pantai Krakal Gunung Kidul

Yogyakarta merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Selain wisata budayanya, Yogyakarta juga memiliki beberapa objek wisata alam yang menarik banyak wisatawan untuk berwisata kesana. Salah satu objek wisata alamnya adalah pantai Krakal yang merupakan pantai di Kabupaten Gunung Kidul.

Pantai ini memang sudah lama terkenal sebagai pantai di ujung di selatan Yogya yang memiliki keindahan yang menyedot banyak perhatian. Warna-warni ikan di Pantai Krakal Gunung Kidul Pantai Krakal Gunung Kidul memiliki garis pantai yang landai, memiliki pasir putih dan hempasan ombak yang jernih. Pantai ini dihiasi dengan batu karang yang berada di sebagian besar bibir pantainya. Bebatuan karang menjadi rumah bagi berbagai jenis ikan dengan warna-warni yang menarik.

Ikan-ikan yang berada di batu karang ini diantaranya ikan damselfish, ikan butterflyfish, ikan-ikan kecil, dan juga bintang laut. Ikan damselfish adalah ikan kuning yang memiliki akses biru di punggung. Sedangkan ikan butterflyfish atau dikenal juga dengan nama ikan kepe-kepe adalah ikan dengan garis-garis biru tua dan biru muda. Ikan-ikan kecil yang suka berenang di bebatuan pantai krakal adalah ikan kecil yang berwarna biru terang. Warna-warni ikan yang berenang di antara batu karang ini menjadi pemandangan yang menarik. Selain di pinggiran pantai, di lepas pantai juga terdapat batu karang yang menyembul ke permukaan. Sembulan batu karang seolah membentuk sebuah jalan setapak di lautan. Beberapa nelayan yang melintas di deretan panjang batu karang ini seringkali melepas joran untuk menangkan umbel, sejenis hewan laut. Umbal ini biasa diolah menjadi makanan berupa rempeyek yang gurih.

Pantai Krakal Gunung Kidul tak hanya memiliki pemandangan pantai yang eksotis namun juga mempunyai ombak yang cocok untuk bermain selancar. Untuk bermain dengan ombak pantai krakal, surfer atau peselancar, terlebih dahulu berjalan menuju deretan batu karang di lepas pantai untuk selanjutnya dapat menyongsong ombak pantai krakal. Ombak pantainya adalah ombak dengan tipe reef break.

Bermain ombak reef break merupakan kegiatan selancar yang cukup menantang. Surfer harus sangat berhati-hati karena dasar laut pantai krakal didominasi oleh batu karang. Waktu terbaik untuk bermain ombak di pantai ini adalah antara bulan maret dan September. Antara bulan ini adalah saat dry season dan merupakan waktu terbaik untuk menunggu barrel ombak.

Rute Menuju ke Pantai

Menuju ke pantai ini cenderung mudah menggunakan kendaraan pribadi atau dengan sewa mobil di Jogja atau sewa motor, karena belum ada akses kendaraan umum menuju ke destinasi wisata pantai Gunung Kidul tersebut. Kalau dari Yogyakarta, arahkan kendaraan Anda menuju Piyungan kemudian Patuk. Dari Patuk menuju ke Sambipitu sampai kota Wonosari, dari kota Wonosari Anda akan menemukan petunjuk arah menuju ke pantai-pantai Gunung Kidul seperti pantai Baron, pantai Krakal, Pantai Kukup, dll.

4 years ago Artikel , Tempat Wisata

Embung Batara Sriten Destinasi Berlibur di Yogyakarta

Embung Batara Sriten menjadi salah satu destinasi berlibur bagi banyak orang dengan sensasi yang berbeda. Terletak di Wonosari Gunungkidul objek wisata ini menawarkan pemandangan pegunungan yang mengagumkan dan memanjakan setiap pasang mata yang memandangnya. Dengan suasana tenang dan hening, objek wisata di Yogyakarta ini sangat cocok untuk sejenak melepas lelah dan beban dari kesibukan yang dijalani.

Keistimewaan Embung Batara Sriten

Keistimewaan sudah terlihat dari pemandangan luar biasa yang di tawarkan Embung Batara Sriten. Keindahan alam yang memanjakan mata ini tidak terlepas dari lokasinya yang tinggi, pemandangan luar biasa dengan view 360 derajat ke perkampungan, area persawahan dan beberapa wilayah yang berada di bawahnya seperti Klaten, Rawa Jombor, Wonogiri, Gunungkidul, Waduk Gajah Mungkur, Sleman dan sebagainya.

Berada pada titik koordinat S74956 E1103754, objek wisata yang di Padukuhan Sriten, Desa Pilangrejo, Nglipar, Gunungkidul, Embung Batara Sriten disebut-sebut sebagai Embung tertinggi di Yogyakarta karena dibangun di Puncak Magir Nglipar Gunung Kidul ketinggiannya berada daalm kisaran 880 Mdpl. Gunungkidul dan Kulonprogo yang merupakan kawasan perbukitan ini dinilai cocok sebagai objek wisata yang menawarkan pesona alam yang mengagumkan, ditambah lagi dengan adanya beberapa embung yang menambah daya tariknya.

Dari puncak manggir ini para wisatawan dimungkinkan untuk dapat melihat daerah klaten dengan jarak pandang yang tidak terbatas. Perbukitan berkabut dipadukan dengan keindahan langit biru berawan yang menyejukan pandang mata, dengan spot pemandangan yang mengagumkan ini tidak mengherankan jika kawasan objek wisata di Yogyakarta ini sangat cocok untuk mendukung aktivitas fotografi. Keistimewaan lainnya terdapat pada panorama alam yang begitu elok terutama ketika tiba waktu fajar, karena pada waktu tersebut para wisatawan akan disuguhi pemandanagn golden sunrise dari arah barat.

Bukan hanya disuguhi oleh pemandangan alam yang mempesona, para wisatawan juga akan dimanjakan dengan kebun buah yang menjadi icon utama dari wisata alam ini. Di perkebunan Baturagung utara Anda akan menemukan buah-buahan seperti kelengkeng dan juga manggis. Perkebunan yang berada di puncak Tugu Magir ini mempunyai ketinggian sekitar 896 mdpl.

Fasilitas yang ditawarkan Embung Batara Sriten berupa toilet, warung, mushola, rumah Joglo khas Jogjakarta dan gazebo yang dibangun disekitar sisi depan embung. Gazebo merupakan tempat bersantai yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan dari alam sekitar yaitu pemandangan embung yang dilengkapi pemandangan menyejukan dari perbukitan hijau sebagai latar belakangnya.

Akses Menuju Embung Batara Sriten

Untuk sampai ke Embung Batara Srite, akses rute yang dapat digunakan adalah melewati Jalan Wonosari-Pertigaan Sambi 7 kasuk ke arah Nglipar-Pertigaan dengan tugu di tengah jalan masuk ke arah ngawen- Pertigaan Ngrempak masuk ke arah Desa Pilangrejo- balai Desa Pilangrejo masuk ke arah Embung Sriten.

Anda dapat menggunakan kendaraan beroda dua untuk dapat sampai ke objek wisata tersebut, namun sangat disarankan untuk selalu berhati-hati mengingat akses jalan yang cukup terjal dengan tikungan tajam yang membuat dag dig dug ketika menelusurinya. Selain itu pastikan juga kendaraan yang digunakan dalam kondisi yang prima untuk menghindari mogok ditengah perjalanan dan juga untuk menghindari kejadian yang tidak menyengkan lainnya yang dikarenakan rem blong mengingat belum banyak pagar pembatas pada beberapa lokasi.

Pengendara motor akan dihadapakan pada kondisi jalan yang sebagian besarnya masih ditemukan banyak kerusakan, rute berbatu dan juga berliku. Kondisi jalan yang belum beraspal ini semakin diperparah ketika hujan turun yang akan membuat jalann menjadi becek dan gembur.

Dengan keadaan jalan yang menuntut kehati-hatian yang ekstra dari penggunaanya maka tidak mengherankan jika waktu yang diperlukan untuk sampai ke objek wisata ini dinilai sebagai perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Jika Anda berasal Jogja untuk menuju ke Embung Batara Sriten maka setidaknya diperlukan waktu sekitar dua jam untuk melakukan perjalanan tersebut. Jika ragu, Anda bisa menggunakan jasa rental mobil Jogja yang terpercaya untuk menuju ke destinasi wisata tersebut.

Perjalanan yang dipenuhi dengan berbagai tantangan, segera terbayarkan saat sampai di lokasi. Anda akan disuguhi oleh berbagai pemandangan yang mengagumkan. Suasana yang tenang ditambah lagi dengan keeksotisan serta keindahan langit biru yang mengagumkan dan sensasi seolah dapat menyentuh awan menjadi satu dari banyaknya alasan kenapa Embung Batara Sriten sangat banyak direkomendasikan untuk dikunjungi di Yogyakarta. Selamat berlibur.

4 years ago Artikel , Tempat Wisata

Jogja Bay Adventures Pirates Waterpark Terbesar Di Indonesia

Liburan di kota Yogyakarta kini akan lebih menyenangkan utamanya bagi Anda yang senang dengan jenis wisata air. Ya, bersiaplah untuk menantang adrenalin dengan sensasi keseruan yang ada di kawasan waterpark terbesar dan terbaik yang ada di Indonesia. Kawasan wisata air ini dikenal dengan nama Jogja Bay Adventures Pirates Waterpark.

Kawasan wisata air Jogja Bay ini berada di daerah Maguwoharjo, Sleman yang memang dikenal sebagai taman wisata air terbesar yang ada di Indonesia. Selain itu juga dinyatakan sebagai waterpark tercanggih dengan berbagai macam bentuk fasilitas terlengkap yang ada di wilayah Indonesia. Ingin tau seperti apa tampilan dari waterpark terbesar ini? Maka kunjungi lokasi tersebut dengan segera!

Taman wisata air ini memang masih terbilang baru dan bahkan ia pun baru saja dibuka pada tanggal 20 Desember 2015 lalu. Meskipun terbilang masih baru, namun tempat yang satu ini sudah banyak diminati oleh para pengunjung, utamanya mereka yang senang melakukan wisata air. Peresmian dari waterpark terbesar ini dilakukan oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, dan dikenal dengan berbagai macam kabar mengenai kedahsyataan yang dimilikinya.

Sebagai taman wisata air terbesar yang ada di Indonesia, Jogja Bay memiliki luas hingga mencapai angka 7,7 hektar, dengan lokasinya yang berada persis di sebelah bagian utara dari stadion Maguwoharjo. Sehingga tempat ini pun sangat mudah untuk Anda temukan. Seperti halnya yang sudah disebutkan di bagian atas tadi, jika taman air ini memiliki fasilitas yang lengkap, hal ini dibuktikan dengan jumlah wahana air yang bahkan hingga mencapai jumlah 19 buah. Wahana tersebut dapat menghibur para pengunjungnya hingga merasa puas, utamanya dalam berbagai pengalaman berenang serta bermain air dengan keseruannya.

jogja-bay-waterparkSalah satu wahana air yang diprediksi menjadi rebutan para pengunjungnya adalah wahana dari How to survive in tsunami and earthquake. Wahana air ini akan menggambarkan keberadaan dari tsunami yang cukup ganas. Sehingga para pengunjung pun dapat merasakan bagaimana derasnya ombak yang menggulung, dan rasanya tertelan oleh tsunami. Bagi Anda yang baru mendengarnya, mungkin akan merasa khawatir dengan wahana ini dan bahkan menganggap bahwa wahana tersebut adalah hal yang membahayakan.

Namun dalam kenyataannya Anda tidak perlu merasa kuatir sama sekali, karena semua bentuk wahana yang terdapat di taman air ini memang sudah terjaga keamanannya dan bahkan ia pun sudah teruji. Sehingga keberadaannya tidak akan membahayakan jiwa dari para pengunjung. Selain itu, dalam wahana tersebut para pengunjung juga akan diajarkan bagaimana atau apa hal yang sekiranya harus dilakukan ketika terjadi ombak yang besar.

Waterpark Jogja Bay ini juga mengusung tema yang unik dalam tampilannya, yang mana tema tersebut mengarah pada konsep bajak laut. Tema ini jelas termasuk dalam kategori tema populer dan bahkan sudah banyak dilakukan di berbagai belahan dunia, termasuk di kawasan Pulau Bali serta Orlando, Amerika Serikat, sehingga sangat menarik untuk Anda kunjungi.

Selain itu, taman wisata ini juga memadukan dua unsur kebudayaan yang berbeda, yaitu antara unsur Jogja dengan unsur Eropa, sehingga membuat tempat ini menjadi lebih menarik. Waterpark ini sendiri pada dasarnya memiliki story telling tentang keadaan dari para bajak laut Eropa yang dalam kehadirannya dituangkan melaui on site live show, serta berbagai macam bentuk karekter, bahkan water riders dan juga merchandise yang dibangunnya. Untuk seting lokasi taman air ini juga menceritakan tentang perkampungan dari para bajak laut namun dengan nuansa tropical lust.

Salah satu keunggulan yang dimiliki oleh wahana air ini adalah bentuk area bermainnya yang memang dibuat dengan luas. Selain itu rapid river yang juga termasuk kategori wahana baru di wilayah Indonesia. Dengan berbagai macam bentuk keunggulan yang dimilikinya tentu saja Anda pun tidak ingin melewatknanya begitu saja bukan? Karena itulah sebelum mengunjungi tempat yang satu ini akan lebih baik jika Anda mencatat terlebih dahulu mengenai jadwal dari pertunjukkan yang hendak mereka adakan tersebut.

Fasilitas pendukung dari Jogja Bay Waterpark

Untuk mendukung kehadiran dari taman wisata air terbesar ini maka pihak perusahaan dari PT Taman Wisata Jogja selaku pihak yang mengurus berbagai macam bentuk kesiapan dari taman wisata air pun mulai menyiapkan beberapa bentuk fasilitas dukungan lainnya yang memang wajib untuk diperhatikan. Seperti halnya fasilitas dari tempat parkir yang untuk saat ini sudah disediakan hingga kekuatannya yang dapat menampung sebanyak 400 mobil dengan 30 bagian bus dan juga tempat untuk 1.000 kendaraan bermotor roda dua.

Tidak hanya fasilitas tersebut saja, tempat wisata ini juga menyiapkan bentuk shuttle bus yang terdapat di lingkungan komplek parkir dan tentunya dapat mengarahkan Anda menuju area pintu masuk, Waterpark ini juga dilengkapi dengan adanya Harbour Theater, yang membuat kehadirannya menjadi lebih lengkap bagi para pengunjung. Teater ini memiliki kapasitas untuk 1.500 orang pengunjung yang disertai dengan kelengkapan dari audio yang berkualitas tinggi. Untuk wahana lainnya yang juga dimiliki oleh taman air ini adalah wahana labirin yang diberi nama sebagai Jogja Bay Lighthouse. Bahkan ia juga memiliki fasilitas dukungan dari Kruger Bar yang mana dapat Anda gunakan untuk menikmati berbagai macam bentuk aneka makanan serta minuman lezat.

Jam buka serta harga tiket masuk

Karena masih terbilang sebagai area wisata hiburan air yang masih baru maka lokasi waterpark terbesar ini pun menargetkan untuk memberikan harga gratis bagi pengunjung dengan usia di bawah 2 tahun. Sedangkan untuk para pengunjung lainnya ditentukan beberapa harga yang berbeda. Seperti halnya pada anak-anak dengan tinggi di bawah 110 cm, maka akan dikenakan biaya tiket sebesar Rp 60.000, harga tiket ini sama halnya dengan orang tua yang sudah berada di usia lanjut atau 65 tahun ke atas. Sedangkan untuk usia dewasa lainnya diberikan tarif dengan nilai Rp 90.000,- saja.

Taman wisata air ini akan dibuka setiap harinya dimulai dari pukul 09.00 pagi hari hingga 18.00 sore. sedangkan untuk Harbour Theater akan dibuka dari pukul 19.00 hingga pukul 22.00 WIB. Ketika memasuki weekend, maka waterpark ini pun akan dibuka dalam waktu yang lebih cepat yaitu dimulai dari pukul 08.00 WIB.

4 years ago Artikel , Tempat Wisata

Menikmati Indahnya Curug Luweng Sampang, Grand Canyon Versi Yogyakarta

Wisata di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini semakin beragam dan memiliki keunggulan masing-masing di setiap daerahnya. Tentunya seiring dengan berkembang pesatnya potensi wisata di Yogyakarta, semakin banyak pula para pelancong atau wisatawan yang berbondong-bondong pergi ke sana. Salah satu tempat wisata di Yogyakarta yang ingin kami perkenalkan kepada Anda adalah Curug Luweng Sampang, berikut penelusuran lebih lengkapnya untuk Anda.
curug-luweng-sampang2
Curug Luweng Sampang terletak di Dusun Karangasem, Sampang, Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Tepatnya perbatasan antara Desa Sampang, Kecamatan Gedangsari, Gunung Kidul, DIY dengan Desa Jogoprayan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten Jawa Tengah. Apabila Anda penasaran dan ingin mengunjungi tempat ini, bisa bergerak melalui Jalan Yogyakarta Solo yang rata serta menghindari tanjakan curam berkelok.

Biasanya masyarakat melewati rute Jalan Yogyakarta – Solo dan bergerak menuju Kecamatan Ganti Warno. Anda tinggal mengikuti arah jalannya menuju tenggara hingga sampai di Desa Sampang. Selain lewat Desa Sampang, Anda juga bisa melalui rute perjalanan Yogyakarta Prambanan Srowot Wedi, lalu setelah sampai di Pasar Wedi, perjalanan terus dilanjutkan ke selatan lewat Desa Canan hingga menuju Jogoprayan. Lokasi Luweng Sampang tepat ada di pinggir jalan. Kendaraan baik itu mobil maupun sepeda motor bisa diparkirkan di rumah penduduk. Tidak ditemukan petunjuk atau tanda bahwa tempat ini memang dibuka sebagai objek wisata karena memang petunjuk jalan juga minim dan belum dikelola secara resmi oleh kepariwisataan di sekitar Luweng Sampang. Apabila bingung arah jalan, bisa menanyakan kepada warga sekitar tentang Luweng Sampang ini.

Setelah sampai di Curug Luweng Sampang, Anda akan diberikan pemandangan unik dan menarik, apalagi motif batuannya yang langka terbentuk karena terpaan air serta gerusan curug yang menampilkan ukiran alami yang cantik. Dua spot air terjun menyambut Anda diiringi dengan bunyi gemericik dari suara air terjun dan sungai yang mengalir alami.

Pemandangan unik dari pola garis lengkung yang berlekuk-lekuk mengikuti bentuk dan struktur batu menjadi perpaduan yang pas untuk dinikmati. Pemandangan alam yang masih asri, terjaga, seperti simfoni dari lagu-lagu musik dan goresan bebatuan yang diukir bagaikan karya seni maestro yang penuh ketelitian dan rasa serta cipta unggulan. Sungguh indah dan wajib Anda kunjungi bersama kerabat ataupun teman dekat!

Adapun air terjun Luweng Sampang ini mempunyai ketinggian sekitar lima meter, dan lebarnya sekitar satu setengah meter. Air terjun cantik ini dapit dengan batu bebatuan yang besar dan membentuk bukit kecil. Adapun bentuk serta penampakan dari bebatuan air terjun Luweng Sampang ini mirip dengan Antelope Canyon atau Grand Canyon di Negara Amerika Serikat.

Di balik derasnya air terjun ini ada sebuah terowongan kecil dan berdasarkan cerita dari penduduk setempat, bahwa tempat ini dulunya digunakan untuk pertapaan dari Sunan Kalijogo. Mbah Legiman yang merupakan juru kunci atau penjaga dari Curug Luweng Sampang bahwa curug ini tetap aman dari terpaan banjir serta didukung oleh lokasinya yang lebih tinggi dari aliran sungai. Bagi pria tujuh puluh lima tahun ini, air terjun tersebut menjadi anugerah yang diberikan Tuhan dan wajib dilindungi serta dijaga kebersihan maupun kelestariannya, agar anak cucu kita masih bisa menikmatinya.

Dahulu kala, ditempat grojogan yang tertinggi di Luweng Sampang ini, sekitar lima meter tingginya dipakai untuk pertapaan dari Sunan Kalijogo yang merupakan salah satu dari walisongo. Sunan Kalijogo adalah putra dari Adipati Tuban yaitu Tumenggung Wilatikta serta merupakan murid Sunan Bonang. Nama Luweng Sampang ini berasal dari kata Luweng yang artinya lubang, serta Sampang yang merupakan nama Desa di sana, yaitu Desa Sampang.

Batuan Karst terbentuk dikarenakan gerusan dan kucuran air di periode tertentu yang menyebabkan batuan di lokasi Luweng Sampang membentuk seperti aliran air meliuk-liuk indah dan eksotis. Adapun lokasi pertapaan juga dihiasi dengan beberapa grojogan berukuran kecil dan semakin menyemarakkan tempat wisata ini. Air sungai dan grojogannya biasanya dipakai untuk mandi atau bermain air serta memancing. Banyak juga fotografer amatir hingga professional memanfaatkan momen ini untuk berburu foto yang terbaik karena memang pemandangannya sungguh menakjubkan.

Lokasi Luweng Sampang di Google Map :

Anda bisa tempat ini dengan menggunakan rental mobil Jogja yang melayani perjalanan kunjungan wisata ke berbagai tempat wisata di Yogyakarta, dan sekitarnya.

Demikian ulasan terkait informasi Luweng Sampang untuk Anda. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menjadi tambahan koleksi informasi wisata Jogja untuk Anda. Simak ulasan lainnya terkait informasi dan tips wisata Jogja di halaman kami.

4 years ago Artikel , Tempat Wisata

33 Pantai Indah di Jogja

Berkunjung ke Jogja seperti tidak pernah ada habisnya. Di bagian selatan Jogja, Anda akan menjumpai deretan pantai indah. Ada lebih dari 33 pantai di Jogja yang layak untuk dikunjungi, menyebar dari Wonosari, Bantul, sampai Kulon Progo. Diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Baron Baron merupakan salah satu pantai populer di Gunung Kidul, Jogja. Pantai ini berupa sebuah teluk yang dikelilingi bukit-bukit karst. Di teluk ini terdapat pertemuan antara air laut dan air tawar yang berasal dari sungai bawah tanah.
  2. Krakal Pantai Krakal memiliki daya tarik pasir putih dan karang-karangnya yang eksotis.
  3. Kukup Pantainya landai berpasir putih dan terdapat jalan setapak yang membelah bukit sampai Baron, serta sebuah pulau karang yang dihubungkan dengan jembatan. Kukup ini kaya akan biota laut dan keanekaragaman ikan hias air laut.
  4. Sundak Nama Sundak konon berasal dari Perkelahian Asu dan Landak.
  5. Somadeng Somandeng terkesan teduh karena sepanjang pantai ini ada pohon Cemara serta Gazebo yang berjajar dari satu ujung ke ujung yang lain.
  6. Pantai Indrayanti/Pulang Syawal
  7. Pantai Sadranan
  8. Pantai Jogan
  9. Pok Tunggal
  10. Pantai Slili
  11. Pantai Ngandong
  12. Drini Berada di Desa Ngestirejo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunung Kidul yang berjarak sekitar 40 km dari Yogyakarta.
  13. Ngobaran Terletak di Desa Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta tepatnya kurang lebih dua kilometer dari Pantai Ngrenehan. Kalau air di Pantai Ngobaran surut, anda bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik yang berwarna hijau maupun coklat. Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan. Hal yang menarik lainnya adalah adanya tempat ibadah untuk empat agama atau kepercayaan berdiri berdekatan. Salah satunya adalah tempat ibadah semacam pura dengan patung-patung dewa berwarna putih.
  14. Pantai Ngrenehan Terletak di Desa Kanigoro, Saptosari, Gunungkidul, Yogyakarta. Disini Anda dapat menyaksikan kegiatan nelayan dan menikmati ikan siap saji ataupun membawa ikan segar dari para nelayan sebagai oleh-oleh.
  15. Pantai Nguyahan Terletak di Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Panjang bibir pantai kurang lebih 100 meter yang diapit oleh dua buah bukit di kanan dan kirinya, seperti milik pribadi, karena tempatnya yang masih alami dan sepi.
  16. Sadeng Terletak di Girisubo, Gunungkidul, Yogyakarta. Melihat dari historinya, dulu Sadeng adalah muara dari Bengawan Solo Purba.
  17. Sepanjang Terletak di Desa Kemadang, Tanjungsari, Gunungkidul, Yogyakarta. Sepanjang memiliki garis pantai yang panjang, berpasir putih, dan ombak yang sedang. Anda tinggal memilih, ingin berjemur di atas pasir putih, berselancar, ataupun hanya melihat keindahannya.
  18. Siung terletak di Dusun Duwet, Desa Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul. Keunggulannya adalah banyaknya tebing karang yang  mengelilingi pantai tersebut. Adanya Pesona tebing karang inilah yang akhirnya dinobatkan sebagai kawasan wisata minat khusus panjat tebing, yang diidentifikasikan secara simbolik dengan rumah panggung bernama Pondok Pemanjat, tempat khusus bagi para pemanjat yang ingin menjajal kemampuannya di sini.
  19. Pantai Wediombo terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Giri Subo, Gunung Kidul. Wediombo berasal dari bahasa jawa yang berarti pasir yang luas (wedi : pasir dan ombo : luas).
  20. Pantai Jungwok
  21. Pantai Ngungap
  22. Pantai Timang
  23. Pantai Parangtritis terletak di kecamatan Kretek, Bantul, Yogyakarta. Parangtritis merupakan pantai yang landai, dengan bukit berbatu, pesisir dan berpasir putih serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis.
  24. Parangkusumo
  25. Depok
  26. Samas
  27. Kuwaru
  28. Pandansimo
  29. Patehan/Pandansari
  30. Goa Cemara
  31. Trisik
  32. Glagah
  33. Congot

Akses menuju pantai-pantai di Jogja tersebut cukup mudah, sudah banyak petunjuk jalan yang dipasang oleh pemerintah maupun warga setempat. Kondisi jalannya pun halus. Namun belum ada alat transportasi umum menuju ke lokasi tersebut. Anda bisa menggunakan jasa persewaan mobil atau motor di Jogja.

Sunrise Punthuk Setumbu: Spot Idola Wisatawan

Bagi para pecinta alam, tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati Sunrise Punthuk Setumbu. Ini adalah salah satu tempat wisata yang ada di Magelang, tepat sebelah barat daya Candi Borobudur di Magelang. Sayangnya, kebanyakan turis tidak tahu tempat ini. Banyak yang mengenal Magelang karena Candi Borobudur, yaitu Candi Budha terbesar di dunia. Namun, hanya sedikit yang tahu tentang Punthuk Setumbu.

Lokasi Sunrise Punthuk Setumbu

Anda mungkin tidak percaya keindahan sunrise dari Punthuk Setumbu. Anda boleh tidak percaya sebelum melihat sendiri. Tempatnya sangat mudah dijangkau. Tepatnya berada di barat daya Candi Borobudur di dusun Kerahan, Desa Karangrejo. Anda bisa naik ojek atau mengendarai kendaraan sendiri jika Anda sudah sampai di Borobudur.

Akan tetapi, Anda harus memperhatikan waktu. Pastikan Anda merencanakan liburan di tempat ini pada musim kemarau. Percuma jika Anda di Punthuk Setumbu pada musim hujan karena sunrise tidak tampak.

Jadi, Anda bisa melihat secara langsung keajaiban alam ciptaan Tuhan. Di Magelang, kini Anda memiliki tempat wisata lain selain Candi Borobudur.

Keindahan Sunrise di Punthuk Setumbu

Seperti yang Anda ketahui dari namanya, ini adalah tempat atau spot di mana Anda bisa melihat matahari terbit. Wisatawan menyebutnya juga dengan nama Sunrise Borobodur Punthuk Setumbu karena letaknya yang tidak jauh dari Borobodur. Wajar jika orang tahu Borobodur dulu daripada Sunrise Punthuk Setumbu. Pasalnya, Borobudur sudah terlebih dulu dikenal karena menjadi salah satu warisan budaya dunia.

Sunrise Punthuk Setumbu

Sumber foto: Akun Instagram @gabrielphotostory

Borobudur sudah lama menjadi obyek wisata religi (bagi penganut Budha) dan juga menjadi spot untuk melihat sunrise. Akan tetapi, sekarang para wisatawan memiliki opsi lain, yaitu melihat surise di Punthuk Setumbu. Ini merupakan bukti yang berada di sekitar Borobudur. Kawasan Magelang yang merupkan kota di mana Borobudur berada merupakan kawasan datar. Dengan adanya bukit ini, sunrise sangat jelas terlihat.

Biaya Tiket ke Sunrise Punthuk Setumbu

Anda tidak perlu mengkhawatirkan mengenai harga tiket. Untuk menikmati sunrise di Punthuk Setumbu ini, Anda hanya akan dikenakan retribusi sebesar Rp15.000/ orang. Jika Anda masih berada di Jogjakarta, disarankan Anda melakukan perjalanan di malam hari. Jarak antara Jogjakarta ke Punthuk Setumbu hanya sekitar 1 jam.

Jangan sampai Anda sampai di bukit tersebut setelah jam 5 pagi. Pasalnya, keindahan sunrise hanya bisa dinikmati sekitar pukul 5. Tempat ini akan dipadati wisatawan, dari lokal maupun dari mancanegara sekitar bulan Juni sampai Agustus karena pada bulan-bulan tersebut, Magelang mengalami musim kemarau. Pada bulan-bulan tersebut, Anda akan membuktikan sunrise Punthuk Setumbu sebagai spot terbaik untuk menikmati matahari terbit.

Baca Juga : Wisata Magelang lainnya

Pesona Hamparan Pasir Putih Pantai Wediombo

Pantai Wediombo merupakan pantai yang masih memperlihatkan keaslian alamnya. Pantai Wedi ombo adalah salah satu dari 33 Pantai indah di Jogja, berbentuk teluk dengan hamparan pasir putih dan sangat pas untuk momen menikmati suasana sunset dengan sempurna.

Berjalanlah ke arah utara dari pantai ini maka anda akan menemukan cekungan batu-batu pantai dan anda akan menemukan tempat yang pas untuk berenang sembari berteduh di bawah pepohonan di sisi pantai.

Pantai Wediombo

sumber gambar: google image

Sebagai tempat wisata di Jogja, pantai ini merupakan pantai yang akan ditetapkan sebagai kawasan konservasi perairan, jadi para wisatawan diharapkan selalu menjaga kelestarian lingkungan. Selain dilarang mengambil terumbu karang, pasir putih, kerang dan juga biota lainnya, pengunjung juga diharapkan menjaga kebersihan di kawasan pantai. Satu hal yang menarik dari kawasan ini adalah pantai Wediombo merupakan salah satu pantai yang mulai digunakan untuk kegiatan selancar. Tahun 2014 ini, Wediombo menjadi lokasi penyelenggaraan selancar di DIY. Awal mulanya hanya wisatawan asing yang berselancar, tetapi para penduduk lokal mulai tertarik untuk berselancar sehingga mereka juga mulai belajar selancar.

Pantai Wediombo cukup rindang, banyak pohon yang tumbuh di pinggir pantai. Aktivitas yang bisa dilakukan di pantai ini antara lain : memancing, hiking di perbukitan kanan kiri pantai, serta camping. Fasilitasnya pun cukup memadai, terdapat beberapa kios penjual makanan dan minuman, mushola, tempat parkir motor dan mobil, dan kamar mandi. Karang-karang yang ada di Pantai Wedi ombo sering digunakan oleh para pemancing untuk memancing ikan.

Klik di sini untuk wisata-wisata pantai lainnya

Sekilas Tentang Pantai Wediombo

Wediombo diambil dari bahasa Jawa yakni wedi dan ombo, wedi berarti pasir dan ombo berarti luas. Jadi Wediombo memiliki arti pasir yang luas dan arti ini sesuai dengan kondisi yang dimiliki Pantai Wediombo yang berpasir putih dengan area yang cukup luas, memanjang di bibir pantai. Selain berpasir putih, Pantai Wedi ombo juga memberikan keunikan pada gugusan karangnya serta pemandangan sunset pada sore hari karena pantai ini menghadap ke barat.

Pantai Wediombo ini terkadang dilakukan upacara adat yakni Upacara Nglalangi yang diadakan setahun sekali guna memohon keselamatan dan berkah yang melimpah. Upacara Nglalangi merupakan prosesi penangkapan ikan dengan menggunakan gawar (alat penangkap ikan tradisional) yang terbuat dari akar pohon wawar. Upacara ini menjadi menarik karena melibatkan banyak orang di perkampungan nelayan yang berbatasan dengan Pantai Wediombo. Upacara ini mirip Labuhan Besar yang tujuan utamanya yaitu mengungkapkan rasa syukur pada Tuhan atas anugerah yang dilimpahkan dan memohon rejeki yang lebih baik untuk masa mendatang.

Setelah air surut, ikan-ikan diambil. Warga kemudian sibuk membersihkan dan memasak ikan tangkapan. Sebagian kecil ikan dilabuh lagi ke lautan bersama nasi dan sesaji. Sebagian besar lainnya dibagi sesuai dengan jumlah keluarga penduduk setempat dan diantar ke rumah-rumah warga. Acara mengantar ikan ke rumah- rumah warga ini sering disebut kendurian besar, wujud kearifan lokal bahwa semua ikan adalah rejeki bersama.

Lokasi Pantai Wediombo

Pantai Wediombo ini termasuk dalam gugusan pantai di ujung Timur, sehingga hampir berbatasan dengan pantai yang ada di Kabupaten Wonogiri, tepatnya terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, sekitar 40 km arah tenggara kota Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Obyek wisata ini jaraknya memang jauh dari Kota Yogyakarta, jalannya berliku dan naik turun tapi sudah beraspal bagus. Kurang lebih bisa ditempuh dalam waktu 2,5 jam dari kota Jogja atau 1,5 jam dari kota Wonosari.

Rute Menuju Pantai Wediombo

Jalur Pertama : menyusuri pantai-pantai Gunung Kidul, Tepus, Girisubo, hingga tiba di Wediombo.
Jalur Kedua : Wonosari, Semanu, Jepitu, Wediombo

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^