Menu
×

Category Archives: Tempat Wisata

Arca Berbentuk Dewa Ganesha di Candi Kimpulan

Selain mempunyai wisata pantai yang indah dan terkenal, Provinsi DI Yogyakarta juga terkenal akan peninggalan kebudayaan dan sejarahnya. Hal ini sudah terbukti jelas dengan banyaknya situs sejarah, berupa bangunan candi, arca dan relief-relief yang terlihat di dalamnya. Sebelumnya memang hanya beberapa bangunan candi saja yang terkenal, yaitu merupakan candi yang terawat dengan baik hingga saat ini, salah satunya adalah Prambanan. Namun, sebagai penduduk Indonesia sepantasnya kita mengetahui bahwa masih ada banyak sekali candi-candi yang terdapat di Yogyakarta, salah satunya adalah Candi Kimpulan.

Nama candi ini berasal dimana letak candi ini ditemukan, yaitu di Dusun Kimpulan, Ngemplak, Sleman, DI Yogyakarta. Berdasarkan dari informasi yang beredar, candi ini ditemukan pada tahun 2009 dan pertama kali diresmikan pada tahun 2011 lalu oleh Ir. Jero Wacik SE, selaku Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia. Candi ini merupakan bangunan yang berlatar belakang agama Hindu yang diperkirakan sudah ada pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Dalam kompleks candi ini ditemukan 10 candi yang ditemukan terpendam.

Ada hal menarik yang terdapat di candi ini, yaitu ditemukannya arca berbentuk Dewa Ganesha yang letaknya berdekatan dengan linggah nyoni. Kemudian, pada sebuah lempengan emas dan perak terdapat sebuah kotak pipih yang berada di dalam 3 baris tulisan Jawa kuno yang diketahui sebagai mantra agama Hindu yang digunakan pada abad ke-9 Masehi. Itulah alasannya, mengapa candi ini sangat menarik untuk didatangi, yaitu karena para wisatawan merasa penasaran atas hal-hal menarik dan unik yang terdapat pada candi ini.

Candi Kimpulan

Yg ditemukan dari penemuan candi kimpulan, ada ganesha didalemnya, lempengan emas, lempengan berbentuk kelopak bunga, gelang tembaga, peripih, mangkuk perunggu dan isinya. sumber foto : Akun IG @resicute

Kemungkinan besar, penyebab terkuburnya Candi Kimpulan ini adalah akibat bahan material dari letusan Gunung Merapi yang terbawa oleh sungai yang berada di sekitar candi. Walaupun, sudah lama terpendam dan terkena lahar dingin, struktur candi masih terlihat jelas. Untuk sampai ke candi ini, para wisatawan harus pergi ke Universitas Islam Indonesia, karena letaknya memang berada di lingkungan kampus tersebut.

Lokasi dan Rute Perjalanan Ke Candi Kimpulan

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, candi ini berada di lingkungan Universitas Islam Indonesia, yang tepatnya berada di alamat Jalan. Kaliurang Km 14.5, Kab. Sleman, Prov. DI Yogyakarta. Para wisatawan yang ingin berkunjung ke candi ini bisa memulai rute perjalanan dari kota Yogyakarta menuju Jln. Kaliurang. Kemudian, hanya tinggal melewati jalan lurus ke arah utara untuk sampai ke Universitas Islam Indonesia.

Untuk bisa masuk ke lingkungan UII, para wisatawan harus meminta ijin terlebih dahulu kepada penjaga setempat. Biasanya, ketika meminta ijin dengan senang hati mereka akan menunjukkan dimana tempat candi berada, sehingga para wisatawan tak perlu merasa kebingungan untuk melakukan pencarian lagi.

Lokasi Google Map Candi Kimpulan

Candi Klondangan, Candi yang Masih Misterius di Yogyakarta

Kemungkinan besar wisatawan luar daerah dan wisatawan luar negeri beranggapan bahwa hanya ada beberapa bangunan candi saja yang masuk dalam wilayah Yogyakarta. Sebenarnya masih ada banyak sekali situs dan bangunan candi yang secara administratif masuk dalam kawasan Yogyakarta. Namun yang menjadi kendalanya, keberadaan candi-candi tersebut belum banyak diketahui oleh masyarakat luar karena tidak mendapatkan perawatan yang sangat baik seperti candi yang terkenal lainnya. Pasalnya, untuk melakukan perawatan dan pembugaran candi dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga pihak pengelola merasa kesulitan untuk melakukannya. Dari sekian banyaknya candi yang ada, salah satu candi yang tak boleh terlewatkan untuk didatangi adalah Candi Klondangan.

Belum banyak yang mengetahui apakah candi ini merupakan candi milik agama Hindu ataupun Buddha, karena memang hanya tinggal sebuah pondasi yang tersusun dari batu putih sehingga sulit untuk dikenali. Candi yang mempunyai luas kompleks sekitar 8 x 9.5 meter ini bentuk ditemukan bentuknya karena strukturnya telah hilang. Namun, ada pula yang beranggapan bahwa candi ini memang sengaja oleh masyarakat masa lampu sebelum terselesaikan pembuatannya.

Pada area komplek candi terdapat dua buah petak galian, yang terdiri dari galian besar yang diperkirakan adalah kenampakan dari candi utama atau candi induk. Sedangkan di bagian galian lainnya merupakan lumbang yang dianggap sebagai salah satu bagian kaki candi atau struktur pondasinya. Walaupun arah hadap Candi Klondagan ini juga belum diketahui dengan pasti, karena bangunan candi yang berhasil ditemukan hanyalah struktur dari penyambungan antar batu saja.

Candi Klondangan Yogyakarta

sumber foto: http://www.panoramio.com/photo/110295536

Lokasi dan Rute Perjalanan Menuju Candi Klondangan

Lokasi candi yang masih misterius ini berada di wilayah Perdusunan Klondangan, Sendangtirto, Berbah, Sleman. Keberadaan candi ini ada di sekitar area persawahan milik warga sekitar, yang tepatnya terdapat pada kedalaman 2 meter di bawah permukaan tanah. Ada rute yang paling mudah untuk menuju ke candi ini, yaitu dari depan Jogja Expo Center menuju perempatan Blok O. Saat ada pertigaan hanya tinggal belok kanan dan ketika melewati perempatan hanya tinggal belok kiri, kemudian hanya tinggal mengikuti jalan hingga ke kompleks Paskhas AU. Setelah itu dapat menyebrangi jembatan untuk melewati perempatan pertama yang terdapat bangunan sekolah SMP Muhammadiyah 1 Berbah. Selepas itu hanya tinggal mengikuti papan petunjuk arah menuju Candi Klondangan.

Jalan masuk menuju candi ini terbilang kecil dan berada di area persawahan, sehingga para wisatawan harus berhati-hati jika menuju ke lokasi. Sudah dapat dipastikan, untuk bisa sampai ke sini para wisatawan hanya bisa menggunakan kendaraan pribadi beroda dua saja, karena kendaraan pribadi roda empat tidak akan muat melalui jalanan desa serta area persawahan warga yang kecil dan sempit.

Lokasi Candi Klodangan di Google Map:

3 years ago Tempat Wisata , Wisata Alam

Mencicipi Udara Segar Deles Indah

Hari-hari Anda kurang bersemangat? Kurang piknik ya? Wisata alam sangat cocok untuk menghilangkan rasa penat akibat tugas-tugas yang menumpuk karena akan menyegarkan pikiran maupun hati ketika melihat pemandangan alam. Anda perlu mencoba menghirup udara segar khas Deles Indah. Wisata alam ini terletak di Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah yang merupakan bagian dari lereng gunung Merapi.

Ketinggian Deles Indah antara 800-1300 m diatas permukaan laut, oleh karena itu wisata alam ini akan menyuguhkan kesejukan pegunungan dan pemandangan yang amat luar biasa. Saat Anda berada di objek wisata, Anda akan melihat puncak Merapi, pemandangan kota Klaten yang dihiasi degan cerobong perusahaan-perusahaan.

Deles Indah Klaten

Sumber gambar : akun instagram @qorykazhari

Deles Indah ini merupakan tempat yang pernah dipakai untuk bertapa oleh Sunan Pakubuwana X pada sekitar tahun 1938. Terdapat Makam Kyai Mlayopati yaitu bangunan berupa makam yang di sekelilingnya terdapat pelataran sederhana untuk ziarah oleh penduduk sekitar. Sendang Kali Reno merupakan salah satu mata air yang mengalir di Delas, istimewanya memiliki warna air yang warna-warni.

Selain itu, di tempat ini Anda akan dapat menikmati taman Ngajaran, Pring Cendani, dan Gua Sapuangin. Taman Ngajaran adalah sebuah taman yang berada di bagian barat hutan Pohon Akasia dan sisi utara pesanggrahan Pakubuwana X serta terdapat pula bukit-bukit. Taman Pring Cendani merupakan hutan bambu yang tidak teratur akan tetapi terdapat jalan setapak menuju ke Puncak Merapi. Sedangkan Gua Sapuangin terletak di bawah bukit Pring Cendani yang mempunyai kedalaman kurang lebih 8 meter. Apabila Anda mengunjungi wisata ini saat pagi hari yang cerah maka Anda akan melihat biru langit dan awan putih yang saling melengkapi serta pepohonan hijau, lembah, dan puncak gunung.

Deles Indah Merapi

Sumber foto: akun IG: @arvita_n

Balai Penyelidikan dan Pengembangan teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta (BPPTKG) Yogyakarta meletakkan CCTV Stasiun Pasar Bubar dan Deles untuk mengawasi aktivitas gunung Merapi yang masih aktif. Wisata alam yang ada unsur sejarahnya ini dapat Anda nikmati dengan hanya membayar Rp 2.000,00. Murah meriah, bukan? Wisata yang terjangkau itu sudah dapat menyegarkan kembali pikiran Anda. Selain itu juga dapat dijadikan momen kebersamaan bersama teman-teman maupun sahabat.

Saat Anda memperoleh keindahan dan kesenangan di Deles Indah jangan melupakan barang bawaan Anda temasuk sampah. Masalah klasik yang ada ditempat wisata adalah sampah para pengunjung yang tertinggal disembarang tempat. Oleh karena itu jangan meninggalkan sampah jika Anda ingin menikmati keindahan Deles seperti pertama kali mengunjunginya. Kerusakan-kerusakan yang terjadi dapat diakibatkan oleh pengunjungnya sendiri yang tidak tertib, alangkah indahnya jika Anda menyimpan sampah di kresek hitam dan membawanya kembali sampai rumah sehingga kawasan wisata tersebut akan tetap asri tanpa sampah yang berserakan. Semoga dengan berwisata ke tempat tersebut dapat menambah semangat Anda untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Selamat berwisata.

Anda bisa tempat ini dengan menggunakan rental mobil Jogja yang melayani perjalanan kunjungan wisata ke berbagai tempat wisata di Yogyakarta, dan sekitarnya.

Demikian ulasan terkait informasi Deles untuk Anda. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menjadi tambahan koleksi informasi wisata Jogja untuk Anda. Simak ulasan lainnya terkait informasi dan tips wisata Jogja di halaman kami.

Tempat Makan Sekaligus Pemancingan Janti, Cocok untuk Wisata Keluarga

Pemancingan Janti merupakan wisata pancing yang ada di Dusun Ngendo, Janti, Polanharjo, Klaten Utara. Sejak dahulu, desa Janti memang dikenal dengan wisata pemancingannya. Hal tersebut tak lain dan tak bukan karena fakta bahwa hampir tiap rumah di desa ini memiliki kolam pancing, karena memang Klaten merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat peternakan ikan di Jawa Tengah.  Selain itu, nuansa desa yang masih sangat alami juga ikut menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Anda yang berkunjung ke tempat wisata pancing ini bisa menikmati udara sejuk khas pedesaan serta pemandangan hijau yang berasal dari persawahan di sekeliling kolam pemancingan tersebut.

Pemancingan Janti nyatanya juga tak hanya akan memuaskan hasrat memancing Anda. Tetapi juga akan menyajikan banyak masakan berbahan dasar ikan tawar, misalnya ikan lele, ikan bawal hingga ikan kakap. Anda bisa memilih  cara penyajian, baik itu akan dibakar atau digoreng. Anda yang ingin menyantap ikan-ikan tersebut tak perlu merasa khawatir perihal harga, sebab harga yang dipatok di rumah makan ini cukup bersahabat dan tak akan menguras kantong Anda. Ditambah,karena langsung berasal dari kolam pemancingan, maka ikan yang Anda santap tersebut merupakan ikan segar.

Pemancingan Janti Klaten

Sumber foto: akun instagram @fikriipik_

Di Pemancingan Janti, banyak terdapat tempat yang bisa Anda manfaatkan untuk makan hasil pancingan tadi. Sebut saja, tempat makan nomor 10, tempat makan nomor 1000 atau tempat makan nomor 1001 (lumintu). Tak sedikit dari pengunjung yang mem-favoritkan nomor 10, sebab di tempat ini, begitu terkenal dengan masakannya yang sangat menggugah selera serta dipercaya memiliki rasa masakan yang khas. Namun jika Anda menginginkan tempat yang lebih luas, maka Anda bisa mencoba nomor 1000. Disini, selain bisa memancing dan makan hasil pancingan yang Anda peroleh, Anda juga bisa menikmati kolam pemandian, baik untuk dewasa ataupun untuk anak-anak. Selain itu juga ada arena hiburan untuk anak. Sangat cocok bila dikunjungi bersama keluarga saat akhir pekan atau hari libur. Selain dapat melepas penat, Anda juga bisa meluangkan waktu lebih bersama dengan keluarga atau mungkin teman Anda.

Anda yang ingin berkunjung ke pemancingandi Klaten ini bisa melalui beberapa jalur. Dari Jogjakarta, Anda bisa masuk ke jalur kota. Setelah menemukan Gedung Olah Raga (GOR) Klaten, perjalanan dilanjutkan dengan belok ke arah kanan hingga sampai di Polanharjo. Anda tak perlu merasa khawatir perihal akses jalan, sebab jalan untuk sampai disana sudah sangat bagus. Sehingga Anda tak akan kesusahan saat melewatinya.

Setibanya disana, Anda tinggal memilih, kolam pemancingan mana yang akan Anda datangi. Jadi sudahkan Anda tertarik untuk mengunjungi Pemancingan Janti ini? Jika sudah, segera luangkan waktu Anda untuk bisa sampai ke tempat wisata ini.

Agrowisata Gondang Winangoen, Tempat untuk Bermain Sekaligus Belajar

Agrowisata Gondang Winangoen ada di 4,5 km sebelah barat kota Klaten, tepatnya di pinggir jalan utama Solo Jogja, yaitu di Pabrik Gula Gondang Baru. Letak pastinya ada di Desa Plawikan, Jogonalan, Klaten. Pabrik gula yang dibangun oleh N. V Klatensche Cultur Maatschappij yang berkedudukan di Amsterdam ini, berdiri semenjak tahun 1860. Awalnya, pabrik ini bernama Pabrik Gula Winangoen, sama dengan nama kawedanan pabrik tersebut berdiri. Saat masih dikelola oleh orang Belanda, pabrik ini sempat dua kali berpindah kepengelolaan. Pertama pernah ditangani oleh Jongkhervander Wijk, kemudian diambil alih oleh N.V Mirrandolle Voute& Co yang ada di Semarang.

Dulunya, daerah operasional dari Pabrik Gula Winangoen ini terdiri dari beberapa afdeling, seperti Cepeer, Jiwo, Gempol, Ketandang, Demangan, Krapyak, Padapa, Besaran dan juga Joton. Namun seiring berjalannya waktu dan permintaan akan pasokan gula, maka luas perkebunan mulai diperluas, yang awalnya sekitar 207,2 Ha menjadi 852,2 Ha. Masa keemasan dari pabrik gula ini terjadi sekitar tahun 1889-1925. Hingga pada tahun 1930, pabrik ini harus berhenti beroperasi akibat terjadinya depresi ekonomi. Setelah lima tahun berselang, barulah pabrik gula ini kembali beroperasi.

Gondang Winangoen

Sumber foto: akun instagram @phipit8607

Agrowisata Gondang Winangoen sendiri memang dibangun di area Pabrik Gula Gondang Baru tersebut. Tempat wisata ini resmi didirikan pada tahun 2009, tepatnya tanggal 15 September. Beberapa wahana menarik dihadirkan oleh agrowisata ini. Wahana-wahana tersebut mengandung unsur edukasi, histori dan juga rekreasi. Saat berada disini, Anda bisa berkeliling Pabrik Gula. Selain itu, Anda juga bisa melihat dan belajar di Museum Gula yang didirikan atas prakarsa dari Gubernur Jawa pada saat itu, Bapak Soepardjo Roestam. Sedangkan unsur rekreasi bisa Anda peroleh saat berwisata kereta lokomotif uap dan juga kereta lokomotif diesel untuk mengelilingi pabrik gula tersebut.

Tempat wisata ini  juga menyediakan homestay yang cukup besar. Homestay ini mengusung interior dan juga eksterior abad 19 yang terkesan begitu megah. Selain itu, ada pula D’gondba Resto yang akan menyediakan berbagai macam masakan serta minuman. Bukan makanan serta minuman biasa, namun yang akan disajikan yaitu produk hilir dari PTP Nusantara IX.

Selain itu, berbagai fasilitas juga bisa Anda dapatkan di Agrowisata Gondang Winangoen tersebut, misalnya Audiotorium atau gedung pertemuan yang bisa menampung hingga 1000 peserta. Ada pula area outbond yang bernama Green Park. Di area outbond ini, berbagai wahana dapat Anda mainkan, seperti Water Boom, FlyingFox, Water Park, SpiderWeb, Water Slidding, taman lalu lintas dan masih banyak lagi.

Anda yang ingin berkunjung ke Agrowisata Gondang Winangoen ini bisa naik kendaraan umum dari Jogja, yaitu bus jurusan Jogja-Solo dan bisa langsung turun tepat di depan lokasi. Atau akan lebih nyaman jika Anda menggunakan kendaraan pribadi.

Lokasi Google Map Gondang Winangoen

Berinteraksi dengan Keasrian Suasana Tebing Kayangan

Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki wisata alam dengan pemandangan yang sayang dilewatkan. Salah satu wisata alam yang bisa dikunjungi adalah Tebing Kayangan. Berikut ini ada beberapa ulasan mengenai salah satu wisata alam di Kulonprogo yang penting untuk menambah pengetahuan wisata Anda.

Wisata alam yang disebut juga dengan Belik Kayangan ini merupakan destinasi wisata alam yang terdapat di desa Pendowoharjo, kecamatan Girimulyo, Yogyakarta. Salah satu wisata alam yang berlokasi di dekat pegunungan Menoreh ini menawarkan Kulonprogo keindahan alam berupa tebing yang tinggi menjulang dengan hiasan pemandangan pegunungan hijau di sekitarnya. Ketika mengunjungi lokasi ini, Anda akan merasakan betapa kontrasnya suasana kota yang hiruk pikuk penuh polusi kendaraan dengan suasana alam yang menenangkan serta penuh pepohonan hijau dan gemericik air.

Tebing Kayangan Kulon Progo

Sumber gambar : akun IG @topan.supriani

Wisata alam Tebing Kayangan tidak hanya menampilkan keunikan tebing dan pegunungan, namun juga pemandangan kawasan persawahan yang luas membentang sehingga menambah keasrian destinasi wisata ini. Di sekitar tebing yang tinggi menjulang juga terdapat bendungan dengan airnya yang menjadi sumber kehidupan warga Pendowoharjo. Bendungan tersebut dikelilingi bebatuan yang menambah kesan asri dan alami dari destinasi wisata ini. Karena itulah, tidak heran jika banyak wisatawan dari dalam maupun luar Yogya yang mengunjungi wisata Kayangan walaupun hanya sekedar untuk berfoto-foto.

Tempat wisata yang berjarak 25 km dari pusat kota Yogyakarta ini memasang tiket masuk sekitar 5000 rupiah per orang. Anda dapat menikmati pemandangan di Tebing Kayangan mulai pukul 7 pagi – 6 petang karena pada waktu itulah tempat wisata ini dibuka dan tutup. Rute termudah menuju tempat wisata ini adalah melalui Jalan Godean melewati perempatan Kenteng dan terus ke barat hingga Bukit Menoreh. Saat mendekati lokasi, Anda akan melihat papan petunjuk ke lokasi spesifik.

Salah satu hal yang membuat wisatawan tertarik berkunjung adalah cerita masyarakat mengenai pembuatan bendungan di dekat tebing. Pada zaman Majapahit, konon ada seorang abdi dalemkerajaan Majapahit yang melarikan diri bernama Mbah Bei. Saat sampai di desa Pendowoharjo, Mbah Bei kemudian beristirahat dan bertapa. Dalam pertapaannya, Mbah Bei mendapat bisikan untuk membuat bendungan. Kemudian dibangunlah bendungan dengan tebing yang tinggi di dekatnya. Bendungan tersebut kemudian memenuhi pasokan air warga Pendowoharjo hingga saat ini.

Demikian beberapa info menarik seputar wisata alam Tebing Kayangan yang bisa dibagikan kepada Anda. Saat mengunjungi Tebing ini, jangan lupa untuk mengabadikan momen Anda dan pemandangan alam dalam jepretan kamera yang Anda bawa. Beberapa orang yang berkunjung di tempat wisata Kayangan juga bermain dan mandi dengan air bendungan. Karena itu, sebaiknya Anda membawa persediaan baju ganti jika Anda akan bermain air di sana.

Google Map Bendungan Kayangan

Hutan Pinus Kiskendo, Lokasi yang Pas untuk Piknik Bersama Keluarga

Masyarakat luar daerah Yogyakarta mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa di Provinsi ini tak hanya terdapat wisata pantainya yang indah saja, melainkan juga memiliki beberapa kawasan hutan pepohonan tropis yang menyumbangkan keindahan serta kesejukannya. Seperti hutan pinus, DI Yogyakarta yang terkenal sebagai wilayah yang subur tentu saja tak heran bila di tempat tersebut banyak ditemukan hutan pinus, salah satunya adalah Hutan Pinus Kiskendo ini.

Hutan Pinus Kiskendo

Sumber foto: akun instagram @tri.widiantoro

Tak heran jika di kawasan Kiskendo terdapat sederetan hutan pinus yang menawan hati setiap orang yang melihatnya. Bahkan, berkat adanya hutan pinus tersebut para wisatawan yang hendak pergi ke tempat wisata alam yang ada di wilayah Kiskendo akan mendapatkan perjalanan yang menyenangkan, karena mereka bisa melihat dan menikmati pemandangan yang ada di hutan salah satu pohon tropis ini.

Sebelumnya, memang kawasan hutan pinus yang terdapat di Yogyakarta jumlah menjadi semakin berkurang akibat erupsi gunung merapi beberapa waktu yang lalu. Namun, jika ingin menikmati pemandangan dan berfoto di kawasan hutan pinus, maka datanglah ke Kabupaten Kulon Progo.

Hutan pinus yang satu ini, sering dijadikan sebagai tempat lokasi piknik bersama keluarga dan sering pula dijadikan sebagai tempat para fotografer untuk mengambil gambar para modelnya. Terlebih lagi, wisatawan yang ingin datang ke sini juga tidak akan dikenakan biaya apapun alias gratis.

Apabila sudah mengetahui atau sudah mengenal tentang Goa Kiskendo, mungkin para wisatawan sudah tidak asing lagi dengan Hutan Pinus Kiskendo. Dari namanya saja sudah dapat diketahui dengan mudah, bahwa goa dan hutan pinus ini memang berada di kawasan yang sama. Hal tersebut memang benar adanya, karena untuk sampai ke Goa Kiskendo para wisatawan terlebih dahulu akan melewati hutan pinus ini, sehingga perjalanan destinasi wisata alam di Yogyakarta akan terasa lebih menyenangkan.

Lokasi dan Akses Jalan Ke Hutan Pinus Kiskendo

Secara administratif, hutan pinus ini berada di kawasan Desa Jatimulyo, Kec. Girimulyo, Kab. Kulon Progo, Prov. DI Yogyakarta. Ada dua akses perjalanan yang bisa ditempuh untuk sampai ke hutan pinus ini, yaitu bisa memulai perjalanan dari Yogyakarta ataupun dari Wates, karena letaknya sekitar 21 km dari wates dan sekitar 38 km dari Yogyakarta.

  • Jika memutuskan memulai perjalanan dari Yogyakarta, maka akses perjalanan yang dapat ditempuh adalah dari Yogyakarta menuju  Godean untuk sampai ke Jalan Goa Kiskendo. Namun perjalanan ini membutuhkan waktu yang lebih lama dan harus melewati medan jalanan yang lebih sulit.
  • Sementara, jika ingin menempuh perjalanan dari wates, maka terlebih dahulu mulailah perjalanan dari Wates menuju Sentolo untuk sampai ke wilayah Dekso. Kemudian, sekitar 7 km kemudian akan sampai di kawasan Desa Janti dan hanya tinggal menuju papan petunjuk menuju kawasan Hutan Pinus Kiskendo.

3 years ago Museum , Wisata Budaya

Perkaya Khasanah Budaya Kalian! Yuk Berkunjung ke Museum Sonobudoyo

Setiap kota-kota yang ada di dunia, termasuk di Indonesia juga mempunyai bangunan berupa museum. Museum kerap diartikan sebagai bangunan yang menyimpan barang-barang peninggalan sejarah saja. Padahal, ada beberapa jenis museum tergantung dari nama dan fungsinya, seperti museum bersejarah, museum geologi, museum kesenian, museum kebudayaan serta masih banyak yang lainnya. Dari sekian banyaknya daftar museum yang ada di Indonesia, namun hanya ada beberapa diantaranya yang terkenal, seperti Museum Nasional yang berada di Indonesia. Selain Museum Nasional, di Yogyakarta juga terdapat museum yang terkenal yaitu Museum Sonobudoyo.

Museum Sonobudoyo

Sumber gambar: akun instagram @sheislennasalleh

Menariknya, museum ini dibagi menjadi dua unit yang keberadaannya terpisah. Di bagian museum unit pertama letaknya berada di dekat Alun-alun utara Keraton Yogyakarta. Museum unit pertama ini mempunyai bangunan berbentuk rumah joglo dengan mengusung konsep seperti desain yang ada di Masjid Keraton Kasepuhan Cirebon. Konsep desain tersebut terlihat jelas dari adanya pendopo atau pendapat yang terdapat di museum ini. Sementara untuk museum unit kedua, terdapat kawasan Wijilan.

Museum ini menjadi terkenal karena termasuk dalam kategori tempat yang mempunyai koleksi yang cukup lengkap. Pasalnya, museum ini bersifat umum karena di dalamnya terdapat berbagai macam koleksi dari beberapa kateogori, yaitu arkeologi, geologi, biologi, teknologi, keramonologi, filologika, seni rupa, historika, numismatika dan etnografi. Dengan begitu, para pengunjung bisa melihat dan menyaksikan banyak hal yang terdapat di dalamnya, sehingga mereka tidak akan merasa bosan saat berkeliling di museum ini.

Dari berbagai koleksi yang ada di museum ini, terdapat sekitar 1.200 keris yang berasal dari berbagai daerah yang ada di seluruh dunia. Keris-keris tersebut jenisnya juga beragam, sehingga bentuk, ukuran hingga motifnya pun juga berbeda-beda. Tak hanya itu saja, di dalam Museum Sonobudoyo ini juga terdapat koleksi bahan baku pembuatan keris yang umurnya diperkirakan sudah mencapai 700 Masehi. Sebenarnya, tak hanya itu saja koleksi yang terdapat di dalam museum ini karena masih terdapat berbagai koleksi lainnya. Untuk dapat memastikannya, sebaiknya langsung saja datang ke museum ini.

Lokasi dan Akses Menuju Ke Museum Sonobudoyo

Seperti apa yang sudah dijelaskan sebelumnya, museum ini terbagi menjadi dua bagian yang terdapat di dua tempat yang berbeda pula. Untuk museum unit pertama lokasinya berada di Jalan Trikora No. 06, Yogyakarta. Sementara untuk museum unit kedua lokasinya berada di kawasan Ndalem Codrokiranan Wijilan, Yogyakarta. Kedua jenis museum ini berada di tengah kota, sehingga dapat diakses dari segala arah dan dapat menggunakan jenis kendaraan apapun.

Fasilitas yang ada di Museum Senobudoyo Unit 1

  • Koleksi buku dan naskah kebudayaan Indonesia
  • Pendopo khusus sebagai ruangan untuk pengunjung
  • Laboratorium Konversi
  • Auditorium yang bisa digunakan sebagai ruang rapat/pelatihan dan seminar

Fasilitas yang ada di Museum Senobudoyo Unit 2

  • Koleksi buku dan naskah kebudayaan Indonesia
  • Pendopo khusus sebagai ruangan untuk pengunjung
  • Laboratorium Konversi
  • Ruang serbaguna berfasilitas lengkap dan mampu menampung sekitar 500 orang

Untuk datang ke Museum Senobodoyo ini, para wisatawan harus membeli tiket terlebih dahulu. Harga tiket akan lebih murah jika kunjungan museum dilakukan oleh rombongan atau secara bersama-sama dengan banyak orang.

Candi Gampingan, Candi Hindu Kerajaan Mataram Kuno

Nama Candi Gampingan dipilih karena candi ini ditemukan di wilayah Dusun Gampingan sejak tahun 1995 lalu. Awal mula ditemukannya candi ini memang keberadaannya sudah tidak utuh lagi, karena strukturnya yang terbuat dari batu putih yang sifatnya mudah rusak. Menurut hasil penelitian para ahli, candi ini dibangun pada masa Kerajaan Mataram Kuno pada abad ke-8. Sebelumnya di area komplek candi terdapat 7 bangunan candi yang kondisinya sudah tidak utuh lagi. Namun, dari ketujuh candi tersebut hanya ada 3 candi saja yang bisa ditemukan karena kemungkinan sisa candi tersebut masih berada dalam timbunan tanah.

Walaupun demikian, candi ini masih bisa untuk menunjukkan keindahan yang dimilikinya, yaitu lewat relief-relief yang cantik dan terlihat natural. Relief-relief tersebut terdapat hampir di seluruh bagian candi, salah satunya adalah relief berupa bentuk dari akar tanaman teratai (padmamula), burung gagak yang gagah, ayam jantan, burung pelatuk, katak dan masih banyak bentuk relief lainnya.  Menurut kepercayaan agama Hindu, semua bentuk-bentuk relief tersebut mempunyai filosofi tersendiri yang masih dipercayai oleh masyarakat pemeluk agama Hindu sampai saat ini.

Candi Gampingan Jogja

Sumber gambar: akun instagram @metamorphozelv

Para wisatawan yang memutuskan untuk melihat dan datang ke Candi Gampingan ini, tak hanya dapat berkeliling serta menyaksikan situs-situs peninggalan candi saja, melainkan juga dapat mengetahui cerita sejarah yang menyelimuti candi ini dan juga dapat mengenal nilai-nilai kebudayaan pada masa lampau yang bisa dipelajari. Selain itu, candi ini juga sering dijadikan sebagai tempat penelitian para arkeologi, karena kemungkinan besar masih banyak hal yang masih belum ditemukan di candi ini. Apabila beruntung, tentu saja para wisatawan juga dapat melihat dan menyaksikan langsung penelitian tersebut.

Baca Juga : Bukit Pangguk Kediwung Tempat Wisata yang Sedang Populer di Bantul

Lokasi dan Rute Perjalanan Ke Candi Gampingan

Di awal sudah dijelaskan bahwa lokasi bangunan candi ini berada di Dusun Gampingan, Yogyakarta. Ada dua akses pilihan yang dapat ditempuh wisatawan untuk menuju ke candi ini, yaitu dengan menggunakan kendaraan umum ataupun kendaraan pribadi. Adapun rute perjalanan yang dapat ditempuh adalah sebagai berikut ini :

Akses perjalanan dengan kendaraan umum :

Awal perjalanan bisa dimulai dari kota Yogyakarta dengan naik jurusan Jogja – Wonosari. Setelah itu, para wisatawan harus turun di perempatan jalan yaitu di sebelah Kids Fun. Untuk sampai ke tempat tujuan, para wisatawan bisa meneruskan perjalanan dengan naik becak sekitar 1 km.

Akses perjalanan dengan kendaraan pribadi :

Bagi yang menggunakan kendaraan pribadi, akan lebih mudah. Pasalnya, hanya tinggal berangkat dari Yogyakarta ke Wonosari kemudian langsung menuju Candi Gampingan yang letaknya sekitar 1 km dari area Kids Fun.

Saat berada di kawasan Candi Gampingan, para wisatawan dapat melihat candi yang bangunannya sudah tidak utuh lagi ini. Fasilitas yang dimiliki oleh candi ini hanyalah fasilitas tempat parkir dan warung-warung kecil yang dikelola oleh warga setempat.

Google Map Candi Gampingan

Padunya Pasir Putih dan Batu Karang Pantai Watu Lawang

Sejak dulu hingga sekarang, salah satu Kabupaten yang termasuk dalah wilayah DI Yogyakarta, memang terkenal akan keindahan pantai-pantai yang dimilikinya. Semua pantai yang terdapat di Gunung Kidul memang selalu menyimpan keindahan yang mempesona. Terdapat banyak sekali pantai-pantai yang ada di Gunung Kidul, salah satu diantaranya adalah Pantai Watu Lawang. Pantai Watu Lawang, Gunung Kidul, Yogyakarta ini identik dengan pesona air laut berwarna biru yang berpadu dengan pasir putih dan bebatuan karang yang terdapat di sekitarnya. Selain itu, keberadaan Pantai Watu Lawang yang berada diantara Pantai Pok Tunggal dan Pantai Indrayanti ini membuatnya menjadi salah satu pantai yang banyak didatangi oleh para wisatawan.

Pantai Watu Lawang ini dibedakan menjadi dua bagian, berdasarkan letaknya, yaitu terdiri dari pantai yang ada di sebelah goa yang merupakan pantai yang lebih kecil dan di bagian lain terdapat pantai yang lebih luas jika dibandingkan dengan bagian sebelumnya. Selain terdapat pemandangan indah yang dapat disaksikan di sini, pantai ini juga mempunyai objek lain yang menarik untuk dilihat, yaitu sumber goa Watu Lawang yang biasa digunakan untuk melakukan upacara adat oleh masyarakat setempat. Jika beruntung, para wisatawan dapat menyaksikan bagaimana proses berlangsungnya upacara adat yang populer dengan nama upacara sadaran.

Lokasi dan Rute Perjalanan Menuju Lokasi

Setelah mengetahui apa yang ada di pantai ini, berikutnya juga akan diberikan informasi tentang lokasinya lengkap dengan rute perjalanan menuju ke Pantai Watu Lawang, Gunung Kidul, Yogyakarta. Secara administratif, pantai ini terdapat di wilayah Tepus, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, sehingga perlu rute perjalanan khusus untuk menuju ke pantai ini. Dengan menggunakan kendaraan pribadi, perjalanan bisa dimulai dari kota Yogyakarta menuju Wonosari. Setelah itu, hanya tinggal mengikuti papan petunjuk arah menuju Pantai Indrayanti dan barulah bisa melanjutkan perjalanan untuk menuju Pantai Watu Lawang. Namun, agar tidak salah arah, sebaiknya jangan sungkan untuk bertanya kepada penduduk setempat, mengingat akan minimnya papan petunjuk arah menuju Pantai Watu Lawang ini.

Sumber Gambar :  http://jpswisatadotcom

Pantai Watu Lawang

Ketika sudah sampai ke tempat lokasi, para wisatawan akan merasakan dan menikmati secara langsung pesona serta daya tarik yang dimiliki oleh Pantai Watu Lawang, Gunung Kidul, Yogyakarta ini. Terlebih lagi, di pantai ini juga telah dilengkapi dengan fasilitas yang cukup baik, seperti warung makanan, warung minuman, tempat parkir, tempat untuk berteduh hingga kamar mandi. Dengan begitu, para wisatawan yang singgah dapat menikmati keindahannya sembari beristirahat untuk melepas lelah seusai menempuh perjalanan yang lama dan panjang. Selain itu, para wisatawan juga tak perlu membawa perbekalan terlalu banyak karena mereka dapat menikmati makanan dan minuman yang ada di warung-warung sekitar pantai.

Lokasi Peta Pantai Watu Lawang di Google Map :

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^