Menu
×

Category Archives: Wisata Alam

Travelling Menyenangkan ke Embung Batara Sriten Gunung Kidul

Traveling ke Yogyakarta tidak akan ada habisnya. Anda akan dimanjakan dengan banyak keindahan alamnya yang luar biasa seperti Embung Batara Sriten yang terletak di daerah Gunungkidul. Ternyata, Gunungkidul tidak hanya terkenal akan ikan segar dan juga pantai pasir putihnya yang mempesona. Sekarang sudah ada lokasi wisata baru berupa waduk buatan yang juga dikenal dengan nama embung. Embung ini sangat unik karena menggunakan nama salah satu dewa dalam kisah perwayangan asli Jawa. Yang membuat embung ini menjadi sangat istimewa adalah karena lokasinya berada di daerah paling tinggi di Gunungkidul.

Biaya tiket masuk ke dalam Embung Batara Sriten ini sangat terjangkau. Hanya cukup membayar Rp 3.000 per orang, Anda sudah bisa memasuki kawasan ini sepuasnya. Sedangkan biaya lainnya hanya membayar biaya parkir untuk motor sebesar Rp 2.000 per motor dan untuk mobil seharga Rp 10.000 per mobil. Embung ini buka setiap hari tanpa batas sehingga saat libur atau tidak Anda bisa tetap datang berwisata. Saat sedang dalam perjalanan menuju embung ini maka Anda pasti akan merasa tegang. Jalannya berliku-liku penuh dengan tanjakan yang cukup curam. Disarankan untuk yang sudah berpengalaman dalam medan seperti itu jika akan membawa kendaraan sendiri.

Embung Batara Sriten

sumber foto: Instagram @areajogja

Separuh perjalanan Anda menuju Embung Batara Sriten akan melewati jalanan berupa batuan kapur sepanjang 5 kilometer lebih. Melewati jalanan ini Anda harus hati-hati agar tidak terjatuh terutama yang menggunakan motor. Lokasi wisata ini berada di ketinggian 800 mdpl dimana letaknya tepat berada di kawasan pegunungan yang bernama Baturagung. Lokasinya yang berada puncak tertinggi di Gunungkidul membuat Anda selalu merasakan hembusan angin segar. Jika menjelang sore hari maka angin akan semakin besar dan tentunya Anda perlu mengenakan jaket. Begitu sampai ke tempat ini maka Anda akan dimanjakan dengan banyaknya warung yang dikelola oleh penduduk lokal yang menjual berbagai minuman hangat seperti kopi tubruk asli, teh dan makanan lainnya. Anda bisa bersantai sambil menikmati panorama yang sangat indah disana.

Embung Batara Sriten Gunung Kidul

Sumber gambar: akun IG @rsugengutomo

Pengelola menyediakan gazebo untuk pengunjung bersantai selama berkunjung ke embung tersebut. Untuk yang ingin bersantai di bawah pohon di sekitar embung, Anda bisa tiduran di ayunan hammock. Liburan di Gunungkidul akan terasa sangat menyenangkan dengan pengalaman unik seperti itu. Dekat dengan lokasi embung, ada juga puncak yang bernama Puncak Tugu Magir. Biasanya banyak pengunjung embung yang sekaligus berwisata kesana menikmati pemandangan yang paling tinggi untuk melihat kebawah. Menikmati pemandangan matahari tenggelam secara langsung dari Embung Batara Sriten akan sangat menyenangkan dan sangat indah untuk dilewatkan begitu saja. Bagaimana? Menarik, bukan? Selamat berwisata dan explore Gunungkidul Yogyakarta.

Letak Embung Batara Sriten di Google Map :

Anda bisa tempat ini dengan menggunakan rental mobil Jogja yang melayani perjalanan kunjungan wisata ke berbagai tempat wisata di Yogyakarta, dan sekitarnya.

Demikian ulasan terkait informasi Embung Batara Sriten untuk Anda. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menjadi tambahan koleksi informasi wisata Jogja untuk Anda. Simak ulasan lainnya terkait informasi dan tips wisata Jogja di halaman kami.

Telaga Bleder, Danau Alami Ala Grabag Magelang

Telaga Bleder merupakan salah satu destinasi wisata alam yang ada di Jawa Tengah, tepatnya ada di Desa Ngasinan, Kecamatan Grabag, Magelang. Telaga atau danau alami ini bisa terbentuk akibat adanya cekungan tanah yang terisi air yang bersumber dari mata air di sekitar tempat tersebut. Untuk saat ini, lokasi ini masih dalam tahap perkembangan, sehingga berbagai perbaikan masih dilakukan demi meningkatkan daya tarik wisata di daerah Magelang.

Untuk menuju kawasan wisata ini, Anda tak perlu merasa kerepotan. Hal tersebut dikarenakan akses yang harus Anda lalui cukup mudah. Jalan sudah diaspal, walau ada sedikit kerusakan. Papan penunjuk jalan juga sudah jelas terpampang, sehingga Anda tak perlu khawatir akan tersesat saat akan menuju ke Telaga Bleder tersebut. Setibanya di kawasan telaga ini, Anda akan menemui dinding pembatas yang dibangun untuk tujuan pengamanan. Pengamanan yang dimaksud adalah untuk menghindari dibangunnya rumah liar di lahan tepi telaga agar pendangkalan telaga tak sampai terjadi.

Telaga Bleder

Sumber foto: akun instagram @ nindiabeby_ks

Telaga Bleder ini memiliki beberapa fasilitas, misalnya area parkir, toilet, gazebo serta persewaan wahana permainan air yang bisa Anda manfaatkan. Untuk saat ini, kemungkinan petugas hanya menjaganya saat hari libur saja. Oleh karena itu, jika Anda berkunjung saat hari biasa, jangan kaget jika pintu loket tak ada penjaga yang standbay. Saat Anda mulai memasuki kawasan Telaga ini, Anda akan disuguhkan dengan pemandangan apik berupa telaga yang luas dengan tembok beton sebagai pagarnya. Di salah satu sisi, Anda akan dihadiahi dengan pemandangan berlatar belakang Gunung Andong yang cukup terkenal.

Beberapa bangunan gazebo tersedia untuk memanjakan pengunjung yang ingin bersantai. Bangunan ini sepertinya juga masih baru, sebab belum terdeteksi adanya kerusakan di setiap bagian-bagiannya. Selain itu, Anda yang senang berbasah-basahan juga tak perlu khawatir dengan fasilitas toilet, sebab di telaga ini sudah dibangun toilet yang cukup memadai. Anda yang ingin berkeliling telaga tak perlu merasa cemas akan kelelahan, sebab daratan yang ada di keliling telaga tak seberapa luas. Sehingga Anda hanya butuh sekitar 5 hingga 10 menit untuk bisa mengelilinginya.

Untuk menambah daya tarik pengunjung, Telaga Bleder juga sudah dilengkapi dengan tatanan taman yang  begitu apik, tersusun indah di bagian tepi telaga. Suasana rindang serta sejuk yang terbentuk sangat cocok untuk menjadikan tempat ini sebagai area atau tempat rekreasi keluarga. Berbagai fasilitas pendukung sepertinya akan terus ditambah agar wisatawan yang berkunjung merasa puas dan diharapkan akan bisa menambah jumlah kunjungan ke tempat ini. Sebab sampai sekarang, telaga ini masih terbilang sepi untuk ukuran wisata alam yang begitu menyejukkan. Jadi, Anda yang sedang berada di daerah Grabag, jangan lupa untuk berkunjung ke telaga indah ini.

Peta Lokasi Telaga Bleder di Google Map :

Gardu Pandang Gunung Gajah : Menikmati Cantiknya Perbukitan Menoreh

Gardu Pandang Gunung Gajah – Jika di wilayah Gunung Kidul terkenal akan keindahan pantainya yang luar biasa, maka di wilayah Kulon Progo terdapat pemandangan perbukitan yang terlihat begitu menakjubkan. Bukit yang dimaksudkan di sini adalah bukit Menoreh yang mempunyai keindahan yang tiada ada habisnya. Di kawasan perbuktian Menoreh terdapat sebuah gunung yang dikenal dengan nama Gunung Gajah. Gunung ini dilengkapi dengan beberapa gardu yang biasa dijadikan sebagai tempat untuk menyaksikan pemandangan sekaligus dijadikan sebagai tempat beristirahat, yang disebut dengan Gardu Pandang Gunung Gajah.

Nama gardu tersebut tentu saja disesuaikan dengan nama Gunung Gajah, karena gunung ini mempunyai 2 tingkat gardu yang akan dilewati oleh wisatawan sebelum mereka mencapai puncak. Tempat wisata perbuktian ini sangat tepat jika dijadikan sebagai salah satu tempat tujuan saat ingin berdestinasi wisata di DI Yogyakarta ini. Agar bisa sampai ke tempat tujuan, tentunya kita perlu mengetahui bagaimana cara menuju ke sini.

Akses Ke Gardu Pandang Gunung Gajah

Bagi yang belum hafal daerah perbukitan Monoreh yang ada di Kabupaten Kulon Progo, pasti harus rajin bertanya kepada penduduk setempat tentang keberadaan Gardu Pandang Gunung Gajah. Sebenarnya gardu tersebut berada di kawasan Gunung Gajah, sehingga untuk sampai ke sini para wisatawan hanya perlu menanyakan dimana letak Gunung Gajah. Untuk menuju ke Gunung Gajah, dapat diakses menggunakan mobil pribadi ataupun motor dengan memulai perjalanan dari kota Yogyakarta menuju wilayah Kulon Progo, Desa Girimulyo. Tempat wisata ini terbilang mudah untuk ditemukan, karena letaknya ada di pinggir jalan, tepatnya ada di bagian barat Gardu Pandangan Tamanan.

Para wisatawan yang datang ke sini akan menemukan dua gardu pandang gunung gajah dalam tingkat yang berbeda. Pada gardu pandang di tingkat pertama, wisatawan dapat melihat pemandangan yang indah dan dapat merasakan udara yang sejuk pula. Kemudian di tingkat selanjutnya, wisatawan akan menemukan gardu pandang kedua. Di gardu pandang kedua ini para wisatawan bisa menyaksikan pemandangan yang lebih indah lagi dari sebelumnya. Pasalnya, di gardu pandang kedua ini para wisatawan bisa melihat banyaknya pepohonan yang mengelilingi Gunung Gajah dan akan terlihat jelas dari sini pemandangan Waduk Sermo.

Gardu pandang kedua yang ada di Gunung Gajah ini merupakan tempat istirahat pendaki yang menyenangkan sebelum mencapai puncak, karena perjalanan mencapai medannya cukup ekstrim sehingga para wisatawan harus melakukan persiapan tenaga dan stamina terlebih dahulu. Untuk sampai ke puncak wisatawan harus melakukan pendakian dengan melewati jalanan yang masih ditutupi rapat dengan ilalang dan semak-semak.

Namun, bagi yang tak ingin menuju puncak Gunung Gajah karena harus melewati medan jalan yang ekstrim, para wisatawan bisa menghabiskan waktu di Gardu Pandang Gunung Gajah kedua, karena di tempat tersebut pemandangan yang terlihat tak kalah menariknya dengan yang ada di puncak gunung.

Curug Kalimiri, Sebuah Air Terjun Tersembunyi di Kulon Progo

Belum banyak wisatawan luar yang mengetahui secara langsung akan keindahan yang dimiliki oleh Curug Kalimiri. Walaupun belum seberapa terkenal, tetapi tempat wisata ini mempunyai daya tarik air terjun yang tak boleh diabaikan begitu saja. Pasalnya, tempat ini dijadikan sebagai satu kawasan dalam lokasi wisata alam air terjun kembang soka, padahal curug ini merupakan air terjun yang mempunyai ukuran yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan air terjun kembang soka.

Kendati, keberadaan tempat ini berada dalam satu kawasan wisata air terjun kembang soka, namun secara administratif curug ini masuk dalam wilayah Perdusunan Gunung Kelir, Desa Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Yogyakarta. Alasan mengapa tempat wisata ini berada dalam satu kompleks dengan air terjun kembang soka, karena letak air terjun ini memang alirannya dipertemukan di sungai yang sama. Akan tetapi, tidak ada papan nama yang membedakan antara air terjun kembang soka dan Curug Kalimiri membuat para wisatawan beranggapan bahwa keduanya merupakan air terjun dengan nama yang sama.

Rute Perjalanan Menuju Curug Kalimiri

Untuk menuju ke curug atau air terjun yang indah ini, para wisatawan harus melalui rute perjalanan menuju air terjun kembang soka terlebih dahulu. Caranya, dengan melintasi Goa Kiskendo yang letaknya berada di perempatan Nanggulan, kemudian berjalan lurus untuk naik ke perbukitan Menoreh. Ketika menempuh perjalanan ini, para wisatawan harus melewati tanjakan yang tajam. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menuju ke Waduk Sermo ke Goa Seplawan Purworejo, untuk memasuki Desa Jatimulyo.

Saat berada di kawasan Desa Jatimulyo, para wisatawan akan melewati medan jalan yang sulit untuk sampai ke pintu masuk Air Terjun Kembang Soka. Jika membawa kendaraan pribadi, kendaraan tersebut bisa diparkirkan di halaman rumah penduduk dan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki melewati jalanan setapak. Jalan setapak ini mempunyai kondisi yang becek dan licin, terlebih lagi kondisinya akan lebih parah setelah turun hujan. Namun, para wisatawan dapat menyewa sepatu boot untuk melewati jalanan tersebut.

Setelah melewati perjalanan panjang dan melelahkan, para wisatawan dapat melihat keindahan yang dimiliki oleh Curug Kalimiri. Keindahannya akan nampak maksimal jika wisatawan mengunjunginya pada saat musim hujan, karena pada musim kemarau aliran air tersebut akan dibendung oleh masyarakat sekitar untuk mencukupi kebutuhan air bersih yang dibutuhkan oleh desa.

Fasilitas yang ada

Belum ada fasilitas apapun di sekitar curug ini, sehingga para wisatawan harus membawa perlengkapan dan perlengkapan ekstra untuk menunjang keamanan serta kenyamanan ketika ingin berwisata ke salah satu curug atau air terjun indah yang ada di Kabupaten Kulon Progo ini. Karena perjalanan yang ditempuh sangat panjang dan sulit, sebaiknya pastikan kendaraan yang digunakan dalam keadaan yang baik.

2 years ago Tempat Wisata , Wisata Alam

Mencicipi Udara Segar Deles Indah

Hari-hari Anda kurang bersemangat? Kurang piknik ya? Wisata alam sangat cocok untuk menghilangkan rasa penat akibat tugas-tugas yang menumpuk karena akan menyegarkan pikiran maupun hati ketika melihat pemandangan alam. Anda perlu mencoba menghirup udara segar khas Deles Indah. Wisata alam ini terletak di Kecamatan Kemalang, Klaten, Jawa Tengah yang merupakan bagian dari lereng gunung Merapi.

Ketinggian Deles Indah antara 800-1300 m diatas permukaan laut, oleh karena itu wisata alam ini akan menyuguhkan kesejukan pegunungan dan pemandangan yang amat luar biasa. Saat Anda berada di objek wisata, Anda akan melihat puncak Merapi, pemandangan kota Klaten yang dihiasi degan cerobong perusahaan-perusahaan.

Deles Indah Klaten

Sumber gambar : akun instagram @qorykazhari

Deles Indah ini merupakan tempat yang pernah dipakai untuk bertapa oleh Sunan Pakubuwana X pada sekitar tahun 1938. Terdapat Makam Kyai Mlayopati yaitu bangunan berupa makam yang di sekelilingnya terdapat pelataran sederhana untuk ziarah oleh penduduk sekitar. Sendang Kali Reno merupakan salah satu mata air yang mengalir di Delas, istimewanya memiliki warna air yang warna-warni.

Selain itu, di tempat ini Anda akan dapat menikmati taman Ngajaran, Pring Cendani, dan Gua Sapuangin. Taman Ngajaran adalah sebuah taman yang berada di bagian barat hutan Pohon Akasia dan sisi utara pesanggrahan Pakubuwana X serta terdapat pula bukit-bukit. Taman Pring Cendani merupakan hutan bambu yang tidak teratur akan tetapi terdapat jalan setapak menuju ke Puncak Merapi. Sedangkan Gua Sapuangin terletak di bawah bukit Pring Cendani yang mempunyai kedalaman kurang lebih 8 meter. Apabila Anda mengunjungi wisata ini saat pagi hari yang cerah maka Anda akan melihat biru langit dan awan putih yang saling melengkapi serta pepohonan hijau, lembah, dan puncak gunung.

Deles Indah Merapi

Sumber foto: akun IG: @arvita_n

Balai Penyelidikan dan Pengembangan teknologi Kebencanaan Geologi Yogyakarta (BPPTKG) Yogyakarta meletakkan CCTV Stasiun Pasar Bubar dan Deles untuk mengawasi aktivitas gunung Merapi yang masih aktif. Wisata alam yang ada unsur sejarahnya ini dapat Anda nikmati dengan hanya membayar Rp 2.000,00. Murah meriah, bukan? Wisata yang terjangkau itu sudah dapat menyegarkan kembali pikiran Anda. Selain itu juga dapat dijadikan momen kebersamaan bersama teman-teman maupun sahabat.

Saat Anda memperoleh keindahan dan kesenangan di Deles Indah jangan melupakan barang bawaan Anda temasuk sampah. Masalah klasik yang ada ditempat wisata adalah sampah para pengunjung yang tertinggal disembarang tempat. Oleh karena itu jangan meninggalkan sampah jika Anda ingin menikmati keindahan Deles seperti pertama kali mengunjunginya. Kerusakan-kerusakan yang terjadi dapat diakibatkan oleh pengunjungnya sendiri yang tidak tertib, alangkah indahnya jika Anda menyimpan sampah di kresek hitam dan membawanya kembali sampai rumah sehingga kawasan wisata tersebut akan tetap asri tanpa sampah yang berserakan. Semoga dengan berwisata ke tempat tersebut dapat menambah semangat Anda untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Selamat berwisata.

Anda bisa tempat ini dengan menggunakan rental mobil Jogja yang melayani perjalanan kunjungan wisata ke berbagai tempat wisata di Yogyakarta, dan sekitarnya.

Demikian ulasan terkait informasi Deles untuk Anda. Semoga informasi ini bisa bermanfaat dan menjadi tambahan koleksi informasi wisata Jogja untuk Anda. Simak ulasan lainnya terkait informasi dan tips wisata Jogja di halaman kami.

Tempat Makan Sekaligus Pemancingan Janti, Cocok untuk Wisata Keluarga

Pemancingan Janti merupakan wisata pancing yang ada di Dusun Ngendo, Janti, Polanharjo, Klaten Utara. Sejak dahulu, desa Janti memang dikenal dengan wisata pemancingannya. Hal tersebut tak lain dan tak bukan karena fakta bahwa hampir tiap rumah di desa ini memiliki kolam pancing, karena memang Klaten merupakan salah satu wilayah yang menjadi pusat peternakan ikan di Jawa Tengah.  Selain itu, nuansa desa yang masih sangat alami juga ikut menambah daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Anda yang berkunjung ke tempat wisata pancing ini bisa menikmati udara sejuk khas pedesaan serta pemandangan hijau yang berasal dari persawahan di sekeliling kolam pemancingan tersebut.

Pemancingan Janti nyatanya juga tak hanya akan memuaskan hasrat memancing Anda. Tetapi juga akan menyajikan banyak masakan berbahan dasar ikan tawar, misalnya ikan lele, ikan bawal hingga ikan kakap. Anda bisa memilih  cara penyajian, baik itu akan dibakar atau digoreng. Anda yang ingin menyantap ikan-ikan tersebut tak perlu merasa khawatir perihal harga, sebab harga yang dipatok di rumah makan ini cukup bersahabat dan tak akan menguras kantong Anda. Ditambah,karena langsung berasal dari kolam pemancingan, maka ikan yang Anda santap tersebut merupakan ikan segar.

Pemancingan Janti Klaten

Sumber foto: akun instagram @fikriipik_

Di Pemancingan Janti, banyak terdapat tempat yang bisa Anda manfaatkan untuk makan hasil pancingan tadi. Sebut saja, tempat makan nomor 10, tempat makan nomor 1000 atau tempat makan nomor 1001 (lumintu). Tak sedikit dari pengunjung yang mem-favoritkan nomor 10, sebab di tempat ini, begitu terkenal dengan masakannya yang sangat menggugah selera serta dipercaya memiliki rasa masakan yang khas. Namun jika Anda menginginkan tempat yang lebih luas, maka Anda bisa mencoba nomor 1000. Disini, selain bisa memancing dan makan hasil pancingan yang Anda peroleh, Anda juga bisa menikmati kolam pemandian, baik untuk dewasa ataupun untuk anak-anak. Selain itu juga ada arena hiburan untuk anak. Sangat cocok bila dikunjungi bersama keluarga saat akhir pekan atau hari libur. Selain dapat melepas penat, Anda juga bisa meluangkan waktu lebih bersama dengan keluarga atau mungkin teman Anda.

Anda yang ingin berkunjung ke pemancingandi Klaten ini bisa melalui beberapa jalur. Dari Jogjakarta, Anda bisa masuk ke jalur kota. Setelah menemukan Gedung Olah Raga (GOR) Klaten, perjalanan dilanjutkan dengan belok ke arah kanan hingga sampai di Polanharjo. Anda tak perlu merasa khawatir perihal akses jalan, sebab jalan untuk sampai disana sudah sangat bagus. Sehingga Anda tak akan kesusahan saat melewatinya.

Setibanya disana, Anda tinggal memilih, kolam pemancingan mana yang akan Anda datangi. Jadi sudahkan Anda tertarik untuk mengunjungi Pemancingan Janti ini? Jika sudah, segera luangkan waktu Anda untuk bisa sampai ke tempat wisata ini.

Agrowisata Gondang Winangoen, Tempat untuk Bermain Sekaligus Belajar

Agrowisata Gondang Winangoen ada di 4,5 km sebelah barat kota Klaten, tepatnya di pinggir jalan utama Solo Jogja, yaitu di Pabrik Gula Gondang Baru. Letak pastinya ada di Desa Plawikan, Jogonalan, Klaten. Pabrik gula yang dibangun oleh N. V Klatensche Cultur Maatschappij yang berkedudukan di Amsterdam ini, berdiri semenjak tahun 1860. Awalnya, pabrik ini bernama Pabrik Gula Winangoen, sama dengan nama kawedanan pabrik tersebut berdiri. Saat masih dikelola oleh orang Belanda, pabrik ini sempat dua kali berpindah kepengelolaan. Pertama pernah ditangani oleh Jongkhervander Wijk, kemudian diambil alih oleh N.V Mirrandolle Voute& Co yang ada di Semarang.

Dulunya, daerah operasional dari Pabrik Gula Winangoen ini terdiri dari beberapa afdeling, seperti Cepeer, Jiwo, Gempol, Ketandang, Demangan, Krapyak, Padapa, Besaran dan juga Joton. Namun seiring berjalannya waktu dan permintaan akan pasokan gula, maka luas perkebunan mulai diperluas, yang awalnya sekitar 207,2 Ha menjadi 852,2 Ha. Masa keemasan dari pabrik gula ini terjadi sekitar tahun 1889-1925. Hingga pada tahun 1930, pabrik ini harus berhenti beroperasi akibat terjadinya depresi ekonomi. Setelah lima tahun berselang, barulah pabrik gula ini kembali beroperasi.

Gondang Winangoen

Sumber foto: akun instagram @phipit8607

Agrowisata Gondang Winangoen sendiri memang dibangun di area Pabrik Gula Gondang Baru tersebut. Tempat wisata ini resmi didirikan pada tahun 2009, tepatnya tanggal 15 September. Beberapa wahana menarik dihadirkan oleh agrowisata ini. Wahana-wahana tersebut mengandung unsur edukasi, histori dan juga rekreasi. Saat berada disini, Anda bisa berkeliling Pabrik Gula. Selain itu, Anda juga bisa melihat dan belajar di Museum Gula yang didirikan atas prakarsa dari Gubernur Jawa pada saat itu, Bapak Soepardjo Roestam. Sedangkan unsur rekreasi bisa Anda peroleh saat berwisata kereta lokomotif uap dan juga kereta lokomotif diesel untuk mengelilingi pabrik gula tersebut.

Tempat wisata ini  juga menyediakan homestay yang cukup besar. Homestay ini mengusung interior dan juga eksterior abad 19 yang terkesan begitu megah. Selain itu, ada pula D’gondba Resto yang akan menyediakan berbagai macam masakan serta minuman. Bukan makanan serta minuman biasa, namun yang akan disajikan yaitu produk hilir dari PTP Nusantara IX.

Selain itu, berbagai fasilitas juga bisa Anda dapatkan di Agrowisata Gondang Winangoen tersebut, misalnya Audiotorium atau gedung pertemuan yang bisa menampung hingga 1000 peserta. Ada pula area outbond yang bernama Green Park. Di area outbond ini, berbagai wahana dapat Anda mainkan, seperti Water Boom, FlyingFox, Water Park, SpiderWeb, Water Slidding, taman lalu lintas dan masih banyak lagi.

Anda yang ingin berkunjung ke Agrowisata Gondang Winangoen ini bisa naik kendaraan umum dari Jogja, yaitu bus jurusan Jogja-Solo dan bisa langsung turun tepat di depan lokasi. Atau akan lebih nyaman jika Anda menggunakan kendaraan pribadi.

Lokasi Google Map Gondang Winangoen

Berinteraksi dengan Keasrian Suasana Tebing Kayangan

Yogyakarta merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki wisata alam dengan pemandangan yang sayang dilewatkan. Salah satu wisata alam yang bisa dikunjungi adalah Tebing Kayangan. Berikut ini ada beberapa ulasan mengenai salah satu wisata alam di Kulonprogo yang penting untuk menambah pengetahuan wisata Anda.

Wisata alam yang disebut juga dengan Belik Kayangan ini merupakan destinasi wisata alam yang terdapat di desa Pendowoharjo, kecamatan Girimulyo, Yogyakarta. Salah satu wisata alam yang berlokasi di dekat pegunungan Menoreh ini menawarkan Kulonprogo keindahan alam berupa tebing yang tinggi menjulang dengan hiasan pemandangan pegunungan hijau di sekitarnya. Ketika mengunjungi lokasi ini, Anda akan merasakan betapa kontrasnya suasana kota yang hiruk pikuk penuh polusi kendaraan dengan suasana alam yang menenangkan serta penuh pepohonan hijau dan gemericik air.

Tebing Kayangan Kulon Progo

Sumber gambar : akun IG @topan.supriani

Wisata alam Tebing Kayangan tidak hanya menampilkan keunikan tebing dan pegunungan, namun juga pemandangan kawasan persawahan yang luas membentang sehingga menambah keasrian destinasi wisata ini. Di sekitar tebing yang tinggi menjulang juga terdapat bendungan dengan airnya yang menjadi sumber kehidupan warga Pendowoharjo. Bendungan tersebut dikelilingi bebatuan yang menambah kesan asri dan alami dari destinasi wisata ini. Karena itulah, tidak heran jika banyak wisatawan dari dalam maupun luar Yogya yang mengunjungi wisata Kayangan walaupun hanya sekedar untuk berfoto-foto.

Tempat wisata yang berjarak 25 km dari pusat kota Yogyakarta ini memasang tiket masuk sekitar 5000 rupiah per orang. Anda dapat menikmati pemandangan di Tebing Kayangan mulai pukul 7 pagi – 6 petang karena pada waktu itulah tempat wisata ini dibuka dan tutup. Rute termudah menuju tempat wisata ini adalah melalui Jalan Godean melewati perempatan Kenteng dan terus ke barat hingga Bukit Menoreh. Saat mendekati lokasi, Anda akan melihat papan petunjuk ke lokasi spesifik.

Salah satu hal yang membuat wisatawan tertarik berkunjung adalah cerita masyarakat mengenai pembuatan bendungan di dekat tebing. Pada zaman Majapahit, konon ada seorang abdi dalemkerajaan Majapahit yang melarikan diri bernama Mbah Bei. Saat sampai di desa Pendowoharjo, Mbah Bei kemudian beristirahat dan bertapa. Dalam pertapaannya, Mbah Bei mendapat bisikan untuk membuat bendungan. Kemudian dibangunlah bendungan dengan tebing yang tinggi di dekatnya. Bendungan tersebut kemudian memenuhi pasokan air warga Pendowoharjo hingga saat ini.

Demikian beberapa info menarik seputar wisata alam Tebing Kayangan yang bisa dibagikan kepada Anda. Saat mengunjungi Tebing ini, jangan lupa untuk mengabadikan momen Anda dan pemandangan alam dalam jepretan kamera yang Anda bawa. Beberapa orang yang berkunjung di tempat wisata Kayangan juga bermain dan mandi dengan air bendungan. Karena itu, sebaiknya Anda membawa persediaan baju ganti jika Anda akan bermain air di sana.

Google Map Bendungan Kayangan

Sunrise Punthuk Setumbu: Spot Idola Wisatawan

Bagi para pecinta alam, tidak lengkap rasanya jika tidak menikmati Sunrise Punthuk Setumbu. Ini adalah salah satu tempat wisata yang ada di Magelang, tepat sebelah barat daya Candi Borobudur di Magelang. Sayangnya, kebanyakan turis tidak tahu tempat ini. Banyak yang mengenal Magelang karena Candi Borobudur, yaitu Candi Budha terbesar di dunia. Namun, hanya sedikit yang tahu tentang Punthuk Setumbu.

Lokasi Sunrise Punthuk Setumbu

Anda mungkin tidak percaya keindahan sunrise dari Punthuk Setumbu. Anda boleh tidak percaya sebelum melihat sendiri. Tempatnya sangat mudah dijangkau. Tepatnya berada di barat daya Candi Borobudur di dusun Kerahan, Desa Karangrejo. Anda bisa naik ojek atau mengendarai kendaraan sendiri jika Anda sudah sampai di Borobudur.

Akan tetapi, Anda harus memperhatikan waktu. Pastikan Anda merencanakan liburan di tempat ini pada musim kemarau. Percuma jika Anda di Punthuk Setumbu pada musim hujan karena sunrise tidak tampak.

Jadi, Anda bisa melihat secara langsung keajaiban alam ciptaan Tuhan. Di Magelang, kini Anda memiliki tempat wisata lain selain Candi Borobudur.

Keindahan Sunrise di Punthuk Setumbu

Seperti yang Anda ketahui dari namanya, ini adalah tempat atau spot di mana Anda bisa melihat matahari terbit. Wisatawan menyebutnya juga dengan nama Sunrise Borobodur Punthuk Setumbu karena letaknya yang tidak jauh dari Borobodur. Wajar jika orang tahu Borobodur dulu daripada Sunrise Punthuk Setumbu. Pasalnya, Borobudur sudah terlebih dulu dikenal karena menjadi salah satu warisan budaya dunia.

Sunrise Punthuk Setumbu

Sumber foto: Akun Instagram @gabrielphotostory

Borobudur sudah lama menjadi obyek wisata religi (bagi penganut Budha) dan juga menjadi spot untuk melihat sunrise. Akan tetapi, sekarang para wisatawan memiliki opsi lain, yaitu melihat surise di Punthuk Setumbu. Ini merupakan bukti yang berada di sekitar Borobudur. Kawasan Magelang yang merupkan kota di mana Borobudur berada merupakan kawasan datar. Dengan adanya bukit ini, sunrise sangat jelas terlihat.

Biaya Tiket ke Sunrise Punthuk Setumbu

Anda tidak perlu mengkhawatirkan mengenai harga tiket. Untuk menikmati sunrise di Punthuk Setumbu ini, Anda hanya akan dikenakan retribusi sebesar Rp15.000/ orang. Jika Anda masih berada di Jogjakarta, disarankan Anda melakukan perjalanan di malam hari. Jarak antara Jogjakarta ke Punthuk Setumbu hanya sekitar 1 jam.

Jangan sampai Anda sampai di bukit tersebut setelah jam 5 pagi. Pasalnya, keindahan sunrise hanya bisa dinikmati sekitar pukul 5. Tempat ini akan dipadati wisatawan, dari lokal maupun dari mancanegara sekitar bulan Juni sampai Agustus karena pada bulan-bulan tersebut, Magelang mengalami musim kemarau. Pada bulan-bulan tersebut, Anda akan membuktikan sunrise Punthuk Setumbu sebagai spot terbaik untuk menikmati matahari terbit.

Baca Juga : Wisata Magelang lainnya

Copyrights 2014 Rental Mobil Jogja. All rights reserved.

^
1
Halo, dengan RentalMobilJogja.ID. Ada yang mau ditanyakan?
Powered by